• Redaksi
  • Iklan
  • Majalah Digital
  • Kontak Kami
Kamis, September 17, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
 
Home Ekonomi

Bonus Demografi Kian Singkat, Bambang Brodjonegoro Minta Indonesia Gejot AI dan Inovasi

oleh Stella Gracia
28 Agustus 2026 - 11:08
12
Dilihat
Bank Dunia: Perlu Lebih Banyak Investasi Swasta Demi Perbaikan Ekonomi
0
Bagikan
12
Dilihat

Mantan Menkeu Bambang Brodjonegoro memperingatkan potensi aging population di Pulau Jawa yang dapat mempersempit peluang Indonesia keluar dari middle income trap.

Stabilitas.id – Indonesia dinilai tidak memiliki ruang waktu yang panjang untuk keluar dari jebakan negara berpendapatan menengah (middle income trap). Potensi bonus demografi yang selama ini diandalkan sebagai mesin pertumbuhan kini mulai dibayangi oleh penurunan tingkat fertilitas dan ancaman penuaan populasi (aging population).

  • Baca juga: Cadangan Devisa Agustus 2026 Naik Jadi 146,5 Miliar Dolar AS, BI Pastikan Ketahanan Eksternal Tetap Kuat

Menteri Keuangan Kabinet Kerja (2014–2016) yang juga menjabat Dekan Asian Development Bank Institute (ADBI), Bambang Brodjonegoro, menjelaskan bahwa secara nasional kondisi demografi Indonesia saat ini memang masih relatif aman. Namun, tren perubahan struktur kependudukan mulai tampak nyata di kawasan padat penduduk seperti Pulau Jawa.

“Saat ini kita masih dalam kondisi yang relatif baik karena setidaknya Indonesia belum memasuki fase penuaan penduduk secara nasional. Namun, tingkat fertilitas total di Pulau Jawa saat ini sudah berada di bawah angka 2. Artinya, Pulau Jawa mungkin mulai mengalami penuaan penduduk,” ujar Bambang dalam Biennial Policy Conference 2026 yang dipantau secara daring, Kamis (27/8/2026).

BERITA TERKAIT

Cadangan Devisa Agustus 2026 Naik Jadi 146,5 Miliar Dolar AS, BI Pastikan Ketahanan Eksternal Tetap Kuat

Likuiditas Agustus 2026 Terjaga, Uang Primer Tercatat Rp2.281.525 Miliar

Gandeng CrowdStrike, Telkom Perkuat Ketahanan Siber dan Standarisasi Platform Falcon

Bawa 30 Perusahaan Tiongkok, Dubes RI Kantongi Komitmen Investasi US$ 2 Miliar

Secara nasional, angka fertilitas Indonesia tercatat berada di kisaran 2,2 pada 2025. Meski begitu, dinamika kependudukan yang melambat di Jawa perlu diwaspadai karena porsi penduduk usia produktif berisiko menyusut lebih cepat dari perkiraan, sehingga membatasi modal pertumbuhan berbasis jumlah tenaga kerja (labor-driven growth).

Tantangan Ganda di Asia Pasifik

Fenomena penuaan penduduk ini tidak hanya melanda Indonesia, melainkan telah menjadi tren regional di Asia. Setelah Jepang, Korea Selatan, dan China, negara-negara tetangga di Asia Tenggara seperti Thailand dan Filipina juga mulai mengalami penuaan populasi yang cukup pesat sebelum berhasil mencapai status negara berpendapatan tinggi (high income country).

  • Baca juga: Likuiditas Agustus 2026 Terjaga, Uang Primer Tercatat Rp2.281.525 Miliar

Kondisi tersebut menciptakan persoalan ganda bagi negara berkembang. Di satu sisi, mereka harus mempercepat kenaikan pendapatan per kapita; di sisi lain, tenggat waktu kian mempet akibat pergeseran demografi.

ADBI memperkirakan pada 2050 mendatang, sekitar 1,3 miliar penduduk di kawasan Asia-Pasifik akan berusia 60 tahun ke atas, atau menyumbang seperempat (25%) dari total populasi kawasan.

“Artinya, sekitar satu dari empat orang akan berusia 60 tahun atau lebih. Dan tentu saja kita tidak bisa mengandalkan kelompok penduduk tersebut untuk tetap produktif secara fisik,” imbuhnya.

Inovasi dan AI Sebagai Jawaban

Guna mengantisipasi menyempitnya jendela bonus demografi, Bambang mendorong Indonesia mencontoh lompatan teknologi yang dilakukan Jepang, Korea Selatan, dan China ketika berpacu dengan batas waktu demografi.

Strategi pertumbuhan ekonomi Indonesia ditegaskan tidak bisa lagi bertumpu pada pertambahan kuantitas tenaga kerja semata, melainkan harus digeser menuju pertumbuhan berbasis produktivitas (productivity-driven growth) melalui adopsi teknologi, inovasi, dan perbaikan kualitas SDM.

  • Baca juga: Gandeng CrowdStrike, Telkom Perkuat Ketahanan Siber dan Standarisasi Platform Falcon

Pengembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dan percepatan transformasi digital dipandang sebagai instrumen kunci untuk menjaga efisiensi serta produktivitas industri nasional di tengah laju pertumbuhan tenaga kerja yang mulai melambat.

“Transformasi digital akan menjadi arus utama pertumbuhan ekonomi di masa depan. Momentum bonus demografi ini adalah jendela waktu kritis untuk mempercepat transformasi sebelum struktur kependudukan berubah permanen,” tegas Bambang. ***

Tags: #Ekonomi IndonesiaAging PopulationAIBambang Brodjonegorobonus demografiFertilitasMiddle Income TrapProduktivitas Tenaga Kerja
 
 
 
 
 
Sebelumnya

Hadir di Danantara Housing Expo 2026, BRI Dorong Efek Berganda Sektor Properti bagi UMKM

Selanjutnya

Jangan Tergiur Imbal Hasil Tinggi, BRI Ingatkan Bahaya Modus Penipuan Investasi Bodong

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Bantah Isu Gaji Manajer Kopdes Rp16 Juta, Menkeu Purbaya: Ketinggian, Kisarannya Selevel UMP

Bom Waktu Rp240 Triliun: LPEM UI Peringatkan Ancaman Kopdes Merah Putih bagi APBN

oleh Sandy Romualdus
16 September 2026 - 15:00

LPEM UI menyoroti risiko fiskal dari megaproyek Kopdes Merah Putih yang menyedot pembiayaan hingga Rp240 triliun. Meski Danantara menjamin bebas...

Survei BI: Kenaikan Harga Bahan Baku Bakal Dongkrak Inflasi Ritel Per Juni 2026

Anomali Utang Luar Negeri: Saat Korporasi Menahan Diri, Asing Justru Guyur SBN Internasional

oleh Stella Gracia
16 September 2026 - 14:44

Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada Juli 2026 menembus US$454,8 miliar atau sekitar Rp8.004,5 triliun. Peningkatan ini didorong aliran masuk...

Tanjung Emas Menuju Gerbang Utama: Berlomba Melawan Arus Investasi

Tanjung Emas Menuju Gerbang Utama: Berlomba Melawan Arus Investasi

oleh Stella Gracia
15 September 2026 - 12:37

Pelaku usaha mendesak Pelabuhan Tanjung Emas segera naik kelas menjadi pelabuhan utama logistik Jawa Tengah. Diwarnai ancaman perpindahan ke Priok,...

Estafet Mendadak di Lapangan Banteng: Suahasil Nazara Naik Kelas Pegang Kendali Fiskal

Estafet Mendadak di Lapangan Banteng: Suahasil Nazara Naik Kelas Pegang Kendali Fiskal

oleh Sandy Romualdus
14 September 2026 - 15:52

Presiden Prabowo Subianto merombak susunan kabinet dengan melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan, menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa per 14 September...

Uang Beredar Tumbuh 4,9% di Mei 2025, Stabilitas Rupiah Tetap Terjaga di Tengah Dinamika Global

Banjir Modal Asing dan Benteng Fiskal di Tengah Gejolak Global

oleh Sandy Romualdus
14 September 2026 - 14:55

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengeklaim tingginya kepercayaan global terhadap ekonomi Indonesia, didorong oleh masuknya modal asing Rp141,6 triliun, defisit...

Menkeu Purbaya: Analisis JP Morgan Sebut Ketahanan Ekonomi RI Terkuat Kedua di Dunia

Ironi Dana Daerah Rp195,2 Triliun: Tertidur di Bank Saat Ekonomi Butuh Stimulus

oleh Sandy Romualdus
14 September 2026 - 14:51

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegur pemerintah daerah yang mengendapkan dana Rp195,2 triliun di perbankan. Pemerintah mendesak optimalisasi anggaran untuk...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK dan Bappebti Perkuat Sinergi dalam Pengawasan Derivatif Keuangan Berbasis Efek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LinkUMKM Tembus 14 Juta User, BRI Dorong Kerajinan Ramah Lingkungan Go International

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cetak Duta Literasi Keuangan, OJK Integrasikan Kecakapan Finansial ke Dasa Dharma Pramuka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK Desak Bank KBMI 1 Konsolidasi, Buka Opsi Merger Demi Penuhi Free Float 15%

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Bidik Rantai Ekonomi Umrah, Bank BSN Eksplorasi Ekosistem Digital Bersama JARDY Travel

Nakhoda Baru Askrindo: Mahelan Prabantarikso Gantikan M. Fankar Umran

Agresivitas BNI Amankan Likuiditas: Deposito Meledak 63%, Laba Bersih Tembus Rp14,3 Triliun

Laju Terukur BCA: Tembus Laba Rp40 Triliun di Tengah Limpahan Dana Murah

Langkah Taktis di Ujung Tenggat: BRI Eksekusi Buyback Rp90,7 Triliun demi Bantalan Internal

Bom Waktu Rp240 Triliun: LPEM UI Peringatkan Ancaman Kopdes Merah Putih bagi APBN

Ujian Likuiditas Akhir Tahun, BRI Tuntaskan Seri C Sebelum Hadapi Obligasi Jumbo Rp2,35 Triliun

Anomali Utang Luar Negeri: Saat Korporasi Menahan Diri, Asing Justru Guyur SBN Internasional

Geliat Gen Z Menabung Haji: Tambang Dana Murah Triliunan Rupiah bagi BSI

STABILITAS CHANNEL

 
 
Selanjutnya
Perkuat Modal UMKM, Sukuk Dual-Tranche Pegadaian Diganjar Penghargaan Internasional

Jangan Tergiur Imbal Hasil Tinggi, BRI Ingatkan Bahaya Modus Penipuan Investasi Bodong

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance