Jakarta – PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) meluncurkan secara resmi program BRI Peduli Pasar Rakyat (BRI Pesat) yang diresmikan oleh Menteri Perdagangan Marie Elka Pangestu serta disaksikan oleh Direktur Utama BRI Sofyan Basir dan Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pasar Indonesia (Asperindo) di Jakarta, pada Selasa (19/7). "Dengan adanya program ini mari kita kembangkan bersama pasar rakyat" kata Menteri Perdagangan. Peluncuran program BRI ini dilakukan bersamaan dengan Munas Asperindo 2011.
BRI Pesat adalah bentuk kepedulian BRI atas kondisi pasar rakyat. Jumlah pasar rakyat nasional saat ini lebih kurang 13.450 pasar dengan kurang lebih 12,26 juta pedagang. Kondisi pasar rakyat sebagian besar kurang rapi dan semakin terdesak dengan adanya pasar-pasar modern seperti minimarket, supermarket dan mall. Untuk membenahinya BRI mengadakan program BRI Pesat berkerjasama dengan Asparindo sebagai dinas pasar setempat yang memberikan bantuan untuk pembenahan pasar. "BRI Pesat ini telah dilakukan pada Desember 2010 yang dimulai di pasar Tangerang dan sampai saat ini telah dilakukan di lebih dari 600 pasar" ujar Kepala Divisi Bisnis Mikro BRI Windiartono.
Bantuan berupa non fisik dan fisik berupa perbaikan sarana dan prasrana umum pasar agar menjadi pasar bersih dan nyaman. Selain penyerahan CSR tersebut BRI juga berkerjasama dengan pihak pasar untuk mengelola waste management pasar "Untuk pendanaan pada program BRI Pesat dilakukan melalui dua pembiayaan yakni melalui program CSR yang sudah mengeluarkan hampir 4 miliar rupiah selama 6 bulan. Kemudian melalui biaya operasional untuk pengadaan acara nya yang mencakup 5 hari akuisisi di pasar rakyat untuk simpanan maupun pinjaman yang mencapai 100 juta lebih per pasar" katanya. Program Pesat ini juga dimanfaatkan BRI untuk memperkenalkan produk dan layanan BRI serta program akuisisi nasabah yaitu akusisi produk dan jasa BRI seperti pinjaman KUR dan Kupedes.
BERITA TERKAIT
Selain itu program BRI lainnya juga juga untuk meningkatkan akses keuangan mikro berupa Teras BRI yaitu jaringan kerja BRI yang ditempatkan di pasar-pasar rakyat.Program ini sebagai bentuk keprihatinan karena akses perbankan yang ada di pasar-pasar rakyat masih terbatas sehingga masih banyak pedagang yang meminjam uang kepada para pelepas uang dengan bunga yang sangat tinggi.
Sejak diluncurkan pada 8 Maret 2009 di pasar Tawangmangu sampai saat ini telah dibuka dan dioperasikan 972 Teras BRI dan selama 2011 akan dibuka 700 Teras BRI. "Sampai Mei ini telah diberikan pinjaman lewat program teras ini mencapai 1,9 miliar rupiah per unit teras" katanya. Windiartono menyampaikan pembiayaan untuk program teras ini tidak terlalu besar "Hanya sepauh dari pembiayaan untuk BRI Unit" lanjutnya.
Teras BRI juga dilengkapi dengan teknologi Electronic Data Capture yang dapat berfungsi sebagai ATM mini yang mobile. Hingga Juni lalu telah dilaksanakan penandatanganan kerjasama dengan 36 pengelola pasar di seluruh Indonesia dengan jumlah pasar yang telah diakuisisi kurang lebih 400 pasar.





.jpg)










