JAKARTA, Stabilitas.id – PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. (Indocement) membukukan volume penjualan (semen dan clinker) sebesar 19,3 juta ton pada 2023, lebih tinggi 1,75 juta ton atau kenaikan sekitar 10,0%.
Direktur Utama PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk., Christian Kartawijaya, mengungkapkan volume penjualan semen Perseroan dalam negeri secara keseluruhan tercatat sebesar 18,8 juta ton, meningkat 8,6% atau sekitar 1,5 juta ton.
“Volume tersebut termasuk volume setahun penuh dari operasi Maros ditambah volume satu bulan pada Desember dari operasi Grobogan karena akuisisi PT Semen Grobogan selesai pada 1 Desember 2023,” papar Christian di Wisma Indocement, Jakarta (25/3/2024).
BERITA TERKAIT
Dengan pertumbuhan penjualan di tahun 2023 itu, memperluas pangsa pasar semen domestik Indocement hingga 27,3% pada 2023, mengacu pada data Kementerian Perindustrian). Adapun sebaran Pulau Jawa 33,9% dan luar Pulau Jawa 20,5%. “Penjualan ekspor meningkat 89,0% dari 306 ribu ton menjadi 579 ribu ton hingga Kuartal 3/2023,” imbuh Christian.
Pertumbuhan volume penjualan di 2023 menghasilkan Pendapatan Neto Perseroan meningkat 9,9% menjadi Rp17.949,8 miliar. Dengan kenaikan Beban Pokok Pendapatan sebesar 8,2% menjadi minus Rp12.103,0 miliar, tetap dijaga sehingga berdampak pada peningkatan margin Laba Kotor dari 31,5% pada tahun 2022 menjadi 32,6% pada tahun 2023.
Sementara, Beban Operasional yang lebih tinggi sebesar 8,8% menjadi – Rp3.626,2 miliar yang disebabkan oleh peningkatan volume penjualan dan peningkatan biaya yang terkait dengan perluasan operasi di Maros dan Grobogan.
Penurunan Beban Operasi Lain (Neto) – setelah dikurangi Rp61,5 miliar atau lebih rendah 85,3% terutama disebabkan oleh tingginya penyelesaian proyek one-off pada Kuartal 4/2022, termasuk kerugian selisih kurs pada 2023 vs. keuntungan selisih kurs pada 2022. “Hal ini membuat margin Laba Usaha menjadi sebesar 12,7% dan EBITDA sebesar 20,4% untuk 2023,” sebut Christian.
Perseroan pun membukukan Pendapatan Keuangan – Neto yang lebih tinggi sebesar Rp84,7 miliar atau tumbuh 108,6% seiring dengan kenaikan suku bunga secara keseluruhan pada 2023 dan Beban Pajak Penghasilan – Neto tetap sama -Rp446,1 miliar atau +0,2%.
“Dari angka di atas, Laba Tahun Berjalan meningkat +5,9% dari Rp1.842,4,9 miliar pada 2022 menjadi Rp1.950,3 miliar pada 2023,” ungkap Christian.
Neraca yang Kuat
Dia menambahkan, setelah mengakuisisi 100% saham PT Semen Grobogan yang diikuti dengan pelunasan pinjaman dengan kas sendiri dan restrukturisasi pinjaman, Indocement membukukan posisi kas bersih dengan Kas dan Setara Kas menjadi Rp3,2 triliun pada akhir 2023.
Selain itu, lanjut Christian, dalam beberapa tahun terakhir, Indocement telah membuktikan komitmennya untuk terus menjadi pemain terkemuka di industri semen.
Mulai dari perjanjian sewa dengan PT Semen Bosowa Maros pada 2022 untuk unit penggilingan mereka di Jawa Timur, pabrik semen terintegrasi di Maros, dan terminal di Sulawesi dan Lombok, hingga akhirnya akuisisi penuh PT Semen Grobogan pada Desember 2023.
‘Perluasan wilayah ini mendukung peta jalan jangka panjang Indocement, memungkinkan distribusi produk menjadi lebih kuat dan dapat diandalkan bagi pelanggan di seluruh Indonesia,” pungkas Christian.
Terdapat ketidakpastian eksternal maupun internal seperti situasi geopolitik, ketidakpastian keputusan ataupun waktu bank sentral untuk menurunkan suku bunganya, termasuk pula situasi politik Indonesia di tahun pemilu.
“Namun, kami memperkirakan permintaan semen curah yang kuat akan berlanjut karena percepatan pembangunan IKN, dan peningkatan konsumsi semen kantong di pasar properti residensial yang memanfaatkan diskon pajak PPN properti atas pembelian rumah baru dengan nilai kurang dari Rp2 miliar (subsidi pajak PPN 100% sampai Juni, kemudian 50% sampai Desember 2024),” imbuhnya.
Dia menambahkan, Indocement juga memperkirakan peningkatan permintaan semen karena kemungkinan penurunan suku bunga di akhir tahun ini.
“Mempertimbangkan semua hal tersebut, kami memperkirakan permintaan semen pada tahun 2024 akan tumbuh sekitar 2%–3%.” ***
















