• Redaksi
  • Iklan
  • Majalah Digital
  • Kontak Kami
Minggu, Februari 22, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Perbankan
  • Keuangan
  • BUMN
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Sektor Riil
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Perbankan
  • Keuangan
  • BUMN
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Sektor Riil
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
Home Perbankan

Cegah NPL Tinggi, Bank Asing Didorong Masuk Sektor Konstruksi

oleh Sandy Romualdus
12 Maret 2015 - 00:00
3
Dilihat
Cegah NPL Tinggi, Bank Asing Didorong Masuk Sektor Konstruksi
0
Bagikan
3
Dilihat

Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengarahkan bank asing yang masuk ke pasar Indonesia untuk segera menyalurkan pinjaman kreditnya di sektor konstruksi dan pertanian seperti proyek pembangunan irigasi. Sementara porsi kredit konsumsi harus dikurangi.

Deputi Komisioner OJK Bidang Pengawasan Perbankan, Mulya E. Siregar menyebutkan, sejauh ini portofolio kredit perbankan ke sektor konstruksi dan pertanian masih kurang dari 6 persen. “Jadi misalkan kalau ditanya bagaimana dengan kredit konstruksi, maka saya katakan bahwa bank kita tidak mempunyai expertise (keahlian). Jadi, tidak usah dipaksakan,” ujar Mulya usai membuka Seminar Stabilitas-LPPI dengan Tema ‘Tantangan Besar Menajemen Anti Fraud Perusahaan 2015’ di Ritz Carlton Hotel, Mega Kuningan Jakarta, Rabu (11/3).

Menurut Mulya, seandainya ada perbankan asing yang memiliki keahlian di dalam menyalurkan kredit di sektor konstruksi dan pertanian, maka OJK mempersilahkan bank asing tersebut untuk masuk ke sektor-sektor itu. “Why not, daripada memaksakan bank-bank kita menyalurkan terus ke sektor ini, dan pada akhirnya nanti malah terjadi NPL (kredit macet) akan naik. Buat apa,” tukasnya.

BERITA TERKAIT

Dengan begitu, nantinya perbankan nasional dapat belajar dari bank asing yang memiliki kemampuan dalam membiayai sektor konstruksi dan pertanian. “Suatu saat transfer knowledge akan berjalan. Tapi, bank asing jangan ke Indonesia hanya untuk membiayai kredit konsumsi,” ucap Mulya.

Bank asing diharapkan bisa memberikan kontribusi terhadap perekonomian domestik, terutama di sektor-sektor yang masih lemah. “Di Peraturan Bank Indonesia (PBI) bank asing harus berkontribusi dalam perekonomian nasional,” tutupnya.

Asing – Syariah

Masih terkait bank asing, Mulya mengatakan, rencana Malayan Banking Berhad (Maybank) untuk menggabungkan bisnis syariahnya di Indonesia, yakni PT Maybank Syariah Indonesia (MSI) dengan unit usaha syariah dari PT Bank Internasional Indonesia Tbk (BII) atau BII Syariah, hingga kini belum ada langkah konkritnya.

Mulya mengatakan, pihak Maybank sudah sempat menyampaikan niatannya tersebut ke pihak regulator. “ Tapi kita belum lihat akan ada langkah yang jelas,” ujar Mulya. Lebih lanjut Mulya menegaskan, bahwa kedua bisnis usaha syariah milik Maybank tersebut belum akan melakukan pemisahan usaha dalam waktu dekat ini. “Waktunya masih lama, belum akan spin-off,” tukas dia.

Wacana penggabungan ini sendiri sudah muncul sejak 2011 silam. Namun, niatan tersebut masih terbentur kepemilikan saham Maybank Syariah Indonesia, dimana proses perpindahan seluruh sahamnya berlangsung di luar perkiraan.

Selain MSI, Maybank juga memiliki kepemilikan saham di BII, yang memiliki unit usaha syariah untuk menggarap pasar syariah di Indonesia. Penyatuan MSI dan unit usaha syariah BII diharapkan bisa memperbesar lingkup bisnis dalam menghadapi persaingan di pasar syariah.

Tags: ojk,bank asing,merger,NPL
 
 
 
 
Sebelumnya

Seminar Sehari: Tantangan Besar Manajemen Anti Fraud Perusahaan 2015

Selanjutnya

BNI Cegah Fraud Dengan Sales Governance

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

HPSN 2026: BNI Perkuat Aksi Lingkungan, 423 Kg Sampah Berhasil Diangkut dari Pantai Mertasari

HPSN 2026: BNI Perkuat Aksi Lingkungan, 423 Kg Sampah Berhasil Diangkut dari Pantai Mertasari

oleh Stella Gracia
21 Februari 2026 - 22:39

Stabilitas.id - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI memperkuat komitmennya terhadap pelestarian lingkungan dengan menggelar rangkaian aksi bersih...

BNI Rayakan Imlek 2577 Kongzili Bersama Nasabah, Perkuat Komitmen Tumbuh Berkelanjutan

BNI Rayakan Imlek 2577 Kongzili Bersama Nasabah, Perkuat Komitmen Tumbuh Berkelanjutan

oleh Sandy Romualdus
21 Februari 2026 - 19:52

Stabilitas.id - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI menggelar Customer Gathering Imlek 2026 sebagai ajang silaturahmi sekaligus apresiasi...

Bank Indonesia Tetapkan Jadwal Rapat Dewan Gubernur Bulanan 2026, Fokus Transparansi Kebijakan

Outlook Moody’s Negatif, BI Pastikan Likuiditas Perbankan Jumbo Tetap Solid

oleh Stella Gracia
20 Februari 2026 - 15:11

Stabilitas.id – Bank Indonesia (BI) menegaskan ketahanan sektor perbankan nasional tetap kokoh di tengah langkah Moody’s Ratings yang merevisi outlook...

Dirut BRI: Fundamental Industri Perbankan Solid, Akselerasi Kredit Butuh Penguatan dari Sisi Demand

Dirut BRI: Fundamental Industri Perbankan Solid, Akselerasi Kredit Butuh Penguatan dari Sisi Demand

oleh Sandy Romualdus
20 Februari 2026 - 10:32

Stabilitas.id – Industri perbankan nasional masih memiliki ruang yang solid untuk menopang pertumbuhan kredit ke depan dengan kondisi likuiditas dan...

Laba Danamon Tumbuh 14% Jadi Rp4 Triliun pada 2025, Kredit Naik 9%

Laba Danamon Tumbuh 14% Jadi Rp4 Triliun pada 2025, Kredit Naik 9%

oleh Sandy Romualdus
19 Februari 2026 - 19:20

Stabilitas.id — PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) membukukan laba bersih konsolidasian sebesar Rp4 triliun sepanjang 2025, tumbuh 14% secara...

Transaksi SeaBank Tembus 10 Juta per Hari, Deposito Digital Jadi Tren Penahan Konsumsi Gen Z

Transaksi SeaBank Tembus 10 Juta per Hari, Deposito Digital Jadi Tren Penahan Konsumsi Gen Z

oleh Stella Gracia
19 Februari 2026 - 12:11

Stabilitas.id – Tren digitalisasi perbankan yang semakin lekat dengan gaya hidup generasi muda mendorong perbankan digital untuk memperkuat strategi pengelolaan...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Puncak BIK 2025: Ribuan Warga Banyumas Dapat Akses Keuangan Baru dari LJK

    OJK Tunjuk Friderica sebagai ADK Pengganti Ketua dan Wakil Ketua OJK

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kasus Scam di Indonesia Tertinggi di Dunia, Capai 274 Ribu Laporan dalam Setahun

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK Akhiri Riwayat BPR Bank Cirebon, Ini Kronologi Lengkapnya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 1 Sak Mortar Plester Berapa m²? Simak Cara Hitung dan Keunggulan Semen Merah Putih

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Rekam Jejak Panji Irawan, Dirut Bank Mandiri Taspen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Diteror Debt Collector, Nasabah Seret Aplikasi Pinjol AdaKami ke Pengadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kasus Korupsi Pertamina, Riza Chalid Masuk Daftar Buronan Internasional

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

HPSN 2026: BNI Perkuat Aksi Lingkungan, 423 Kg Sampah Berhasil Diangkut dari Pantai Mertasari

BNI Rayakan Imlek 2577 Kongzili Bersama Nasabah, Perkuat Komitmen Tumbuh Berkelanjutan

OJK Sikat Influencer Saham BVN, Denda Rp5,35 Miliar Akibat Manipulasi Pasar

Bareskrim Bidik TPPU Emas Ilegal Rp992 Triliun, Toko Emas di Jatim Digeledah

Mari Elka Pangestu: Reformasi Bursa Jadi Kunci RI Raih Dana Asing Rp1.118 Triliun

Neraca Pembayaran 2025 Defisit US$7,8 Miliar, Tertekan Outflow Investasi Portofolio

Siap-siap! THR TNI/Polri dan ASN Mulai Disalurkan Minggu Pertama Ramadan

Purbaya Tolak Usulan IMF Naikkan PPh 21, Fokus Jaga Daya Beli Masyarakat

Strategi Pembiayaan APBN: Serapan Lelang SUN Tembus Rp40 Triliun di Tengah Penurunan Bids

STABILITAS CHANNEL

Selanjutnya
Pemegang Saham Mandiri Setujui Rp 4,96 Triliun Sebagai Dividen

Pemegang Saham Mandiri Setujui Rp 4,96 Triliun Sebagai Dividen

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Perbankan
  • Keuangan
  • BUMN
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Sektor Riil
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance