Stabilitas.id — Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) bersama CIMB Niaga Finance memperkuat komitmen terhadap literasi keuangan dan pemerataan akses pendidikan melalui kegiatan Jurnalis Trip – CSR & Literasi Keuangan yang digelar di SD Inpres (SDI) Rata, Kelurahan Dhawe, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (27/12/2025).
Kegiatan tersebut mencakup penyerahan bantuan penunjang pendidikan berupa tas sekolah, buku tulis, alat tulis, serta tumbler kepada 61 siswa SDI Rata. Selain itu, sekolah juga menerima bantuan peralatan olahraga berupa bola sepak, bola voli, dan net guna mendukung aktivitas fisik serta penguatan karakter siswa.
Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Nagekeo, Oscar Yosep Amekae Sina, S.STP., yang hadir sebagai pemateri capacity building, menegaskan bahwa literasi menjadi fondasi utama dalam membangun masa depan generasi muda, terutama di wilayah pelosok.
“Literasi tidak hanya soal membaca dan menulis, tetapi juga membangun ketekunan, disiplin, serta karakter siswa. Ini menjadi modal penting agar anak-anak di pelosok mampu meraih masa depan yang lebih baik,” ujar Oscar.
Dalam kapasitasnya sebagai perwakilan pemerintah daerah, Oscar juga menyampaikan apresiasi atas kontribusi LPS dan CIMB Niaga Finance.
“Pemerintah daerah mengucapkan terima kasih kepada LPS dan CIMB Niaga Finance atas dukungan nyata bagi dunia pendidikan di SD Inpres Rata. Bantuan ini sangat berarti bagi anak-anak di wilayah terpencil,” tegasnya.
Materi literasi keuangan disampaikan oleh Sandy Romualdus, perwakilan Jurnalis Trip sekaligus Redaktur Majalah Stabilitas. Dalam paparannya, Sandy menekankan pentingnya budaya menabung sejak dini serta memperkenalkan peran lembaga keuangan formal.
“Menabung harus menjadi kebiasaan sejak usia sekolah. Bukan soal besar kecilnya nominal, tetapi konsistensi dan kesadaran mengelola uang secara bijak,” kata Sandy.
Ia menjelaskan bahwa LPS memiliki tugas menjamin simpanan nasabah perbankan hingga Rp2 miliar per nasabah per bank, sepanjang memenuhi ketentuan yang berlaku.
“Masyarakat tidak perlu menyimpan uang di bawah bantal. Jangan takut menabung di bank, karena simpanan Anda dijamin oleh negara melalui LPS hingga Rp2 miliar,” jelasnya.
Selain itu, Sandy juga memperkenalkan CIMB Niaga Finance sebagai perusahaan pembiayaan yang tidak hanya mendukung kegiatan ekonomi masyarakat, tetapi juga menjalankan tanggung jawab sosial dan lingkungan.
“CIMB Niaga Finance hadir memberikan pembiayaan bagi kegiatan ekonomi produktif, sekaligus menjalankan program CSR sebagai bentuk tanggung jawab sosial dan lingkungan, termasuk di bidang pendidikan dan literasi keuangan,” ujarnya.
Dari perspektif Environmental, Social, and Governance (ESG), kegiatan ini mencerminkan komitmen LPS dan CIMB Niaga Finance dalam aspek sosial, khususnya penguatan literasi dan inklusi keuangan di daerah tertinggal. Edukasi menabung serta pengenalan lembaga keuangan formal sejak dini diharapkan dapat mendorong inklusi keuangan berkelanjutan dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap sistem keuangan nasional.
Kepala SD Inpres Rata, Beatriks Pia, S.Ag., menyampaikan rasa terima kasih atas bantuan yang diterima sekolahnya.
“Kami sangat berterima kasih kepada LPS dan CIMB Niaga Finance atas perhatian yang diberikan kepada sekolah kami. Bantuan ini menjadi penyemangat besar bagi anak-anak,” ujarnya.
Beatriks menjelaskan, dari total 61 siswa penerima bantuan, satu siswa kelas II meninggal dunia akibat kecelakaan pada Agustus lalu. Namun, bantuan tersebut tetap diserahkan kepada pihak keluarga karena adik korban saat ini masih menempuh pendidikan di TK.
Pada hari pelaksanaan kegiatan, sebanyak 38 siswa hadir secara langsung. Sementara itu, 23 siswa tidak dapat hadir, dengan rincian 15 siswa terkendala tidak dapat menyeberangi Kali Aesesa akibat banjir, tujuh siswa sakit, serta satu siswa meninggal dunia.
“Bagi siswa yang tidak hadir karena kendala banjir dan sakit, bantuan dititipkan kepada guru untuk kemudian diserahkan setelah siswa masuk sekolah kembali usai libur Natal,” jelas Beatriks.
SD Inpres Rata berada di wilayah terpencil dengan jarak tempuh rata-rata sekitar satu kilometer dari rumah siswa. Sejumlah siswa harus menyeberangi Kali Aesesa setiap hari untuk bersekolah karena belum tersedianya jembatan penghubung.
“Saat debit air meningkat, anak-anak kesulitan menyeberang bahkan ada yang harus belajar dengan pakaian basah. Ini tantangan besar bagi kami di pelosok. Karena itu, kehadiran LPS dan CIMB Niaga Finance menjadi kado terindah menjelang Tahun Baru,” tambahnya.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan aksi penanaman tanaman produktif di lingkungan sekolah yang melibatkan siswa secara langsung. Pada kegiatan tersebut, siswa menanam 15 titik untuk bibit cabai keriting dan tiga titik bibit mangga arumanis di halaman dan kebun sekolah.
“Kegiatan menanam ini kami jadikan bagian dari pembelajaran karakter dan kewirausahaan. Sebelumnya, tanaman pepaya yang ditanam siswa sudah berbuah dan hasil penjualannya kami gunakan untuk membeli bibit baru. Selain itu, tanaman sawo yang ditanam beberapa waktu lalu kini tumbuh setinggi anak-anak,” pungkas Beatriks. ***





.jpg)










