• Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
Sabtu, Oktober 17, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
 
Home Danantara

Danantara Gandeng Hisense Group di Kertanegara, Diwarnai Surat Protes 6 Poin Kadin China

by Stella Gracia
18 Mei 2026 - 10:00
106
VIEWS
Restrukturisasi MRA Efektif, Waskita Karya (WSKT) Pangkas Utang Rp17 Triliun
0
SHARES
106
VIEWS

Stabilitas.id — Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) resmi menjalin kemitraan strategis dengan Hisense Group, raksasa elektronik dan peralatan rumah tangga multinasional asal Qingdao, China. Kerja sama ini ditegaskan lewat penandatanganan nota kesepahaman (MoU) yang disaksikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto.

Prosesi penandatanganan MoU tersebut digelar di kediaman Presiden Prabowo di Kertanegara, Jakarta, Jumat (15/5/2026). Kesepakatan strategis ini diteken oleh Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO BPI Danantara Rosan Roeslani, CTO Danantara Sigit Puji Santosa, serta Chairman Hisense Group Jia Shaoqian.

  • Baca juga: Guyur Stimulus Rp31 Triliun: Prabowo Siapkan Bansos Beras, BSU, dan Diskon Pajak

Sejumlah elite Kabinet Merah Putih turut mengawal peresmian kerja sama ini, di antaranya Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, serta Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto.

BERITA TERKAIT

Guyur Stimulus Rp31 Triliun: Prabowo Siapkan Bansos Beras, BSU, dan Diskon Pajak

Tata Kelola Infrastruktur 2026: Proyek Smelter dan Perumahan Subsidi Jadi Juru Selamat Pabrik Semen

Babak Akhir Krisis 1998: Surplus BI Rp55 Triliun Bawa Pemerintah Lunasi Utang BLBI

Fitch Jatuhkan Peringkat Pos Indonesia ke Level ‘C’, Ancaman Gagal Bayar di Depan Mata

Rosan Roeslani mengemukakan bahwa kolaborasi dengan Hisense Group difokuskan untuk memperkuat kemitraan investasi global di sektor teknologi. Langkah ini menjadi representasi komitmen pemerintah dalam menjaring investasi asing berkualitas tinggi, memacu transfer teknologi, menciptakan lapangan kerja baru, serta memperkokoh struktur ekosistem industri manufaktur di dalam negeri.

“MoU tersebut menjadi langkah awal dalam menjajaki kerja sama di bidang teknologi,” tambah Mensesneg Prasetyo Hadi dalam keterangan resminya, Sabtu (16/5/2026).

Enam Protes Keras

Kendati kemitraan Danantara dan Hisense berjalan mulus, iklim investasi dari Negeri Tirai Bambu ke Indonesia sejatinya tengah dibayangi ketegangan fiskal dan regulasi. Sebelum MoU tersebut diumumkan, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) China secara resmi mengirimkan surat protes kepada Presiden Prabowo Subianto terkait enam poin krusial yang dinilai menggerus kepastian usaha di tanah air.

Berikut adalah enam keluhan utama yang dilayangkan oleh investor China:

  • Baca juga: Tata Kelola Infrastruktur 2026: Proyek Smelter dan Perumahan Subsidi Jadi Juru Selamat Pabrik Semen
  1. Intensifikasi Pajak dan Denda: Kebijakan penarikan pajak, pungutan, dan royalti sumber daya mineral dinilai berulang kali dinaikkan secara mendadak. Kadin China menyoroti maraknya pemeriksaan pajak agresif serta penjatuhan sanksi denda yang mencapai puluhan juta dolar AS yang memicu kepanikan korporasi.

  2. Kewajiban DHE SDA 50%: Rencana penahanan Devisa Hasil Ekspor (DHE) yang mewajibkan eksportir menempatkan 50% pendapatan valas mereka di bank pelat merah minimal selama satu tahun dinilai menciptakan ketidakpastian likuiditas yang tinggi.

  3. Pemangkasan Kuota Nikel: Kuota penambangan bijih nikel (RKAB) dipotong tajam hingga lebih dari 70% untuk tambang skala besar, atau setara penurunan produksi 30 juta ton. Hal ini dinilai memukul rantai pasok industri hilir seperti ekosistem baterai kendaraan listrik (new energy) dan baja nirkarat (stainless steel).

  4. Sanksi Sektor Kehutanan: Kadin China memprotes penegakan hukum kehutanan oleh Satgas Khusus yang menjatuhkan denda rekor senilai US$180 juta kepada perusahaan investasi China akibat kendala Persetujuan Penggunaan Kawasan Hutan (PPKH).

  5. Intervensi Operasional Proyek PLTA: Pemerintah menginstruksikan penghentian paksa pengerjaan proyek pembangkit listrik tenaga air (PLTA) berskala besar besutan investor China atas tuduhan perusakan kawasan hutan dan pemicu banjir.

  6. Biaya dan Pengetatan Visa Kerja: Regulasi pengawasan tenaga kerja asing (TKA) kian ketat diiringi kenaikan biaya, pembatasan lokasi kerja yang kaku, serta birokrasi yang rumit bagi mobilitas tenaga teknis dan manajerial.

Selain enam poin di atas, Kadin China secara khusus memprotes revisi Harga Patokan Mineral (HPM) oleh Kementerian ESDM. Untuk pertama kalinya, pemerintah memasukkan unsur mineral ikutan seperti kobalt dan besi ke dalam formulasi harga nikel, yang dinilai mendongkrak total biaya produksi hingga 200%.

  • Baca juga: Babak Akhir Krisis 1998: Surplus BI Rp55 Triliun Bawa Pemerintah Lunasi Utang BLBI

“Kondisi tersebut tidak hanya meningkatkan risiko operasional perusahaan, tetapi juga sangat merusak iklim usaha Indonesia yang adil, transparan, berbasis aturan, serta citra internasional Indonesia,” tulis Kadin China dalam rilisnya, Rabu (13/5/2026). Mereka mendesak Kabinet Merah Putih untuk menjaga stabilitas kebijakan dan standardisasi penegakan hukum guna melindungi hak investasi asing. ***

Tags: BPI Danantaradevisa hasil eksporhilirisasi nikelHisense GroupIklim investasiInvestasi ChinaKadin ChinaPajak MineralPrabowo SubiantoRosan Roeslani
 
 
 
 
 
Previous Post

Masuk Top 5 Dunia, BPI Danantara Plot Target Kelola Aset Rp16.000 Triliun

Next Post

Dihantam Sentimen ‘Freeze’ MSCI, 54 Saham Blue Chip Ini Jadi Benteng Arus Modal Asing

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Himpun 131 CEO Global dan Peraih Nobel, Danantara Gelar Forum Investasi DTIIF 2026

Himpun 131 CEO Global dan Peraih Nobel, Danantara Gelar Forum Investasi DTIIF 2026

by Stella Gracia
15 Oktober 2026 - 08:21

Danantara menggelar DTIIF 2026 di Fairmont Jakarta dengan mempertemukan 131 CEO teknologi dunia dan peraih Nobel guna membiayai enam sektor...

Sinergi BNI dan InJourney, Layanan Asistensi Bandara Joumpa Kini Hadir di Aplikasi wondr

Sinergi BNI dan InJourney, Layanan Asistensi Bandara Joumpa Kini Hadir di Aplikasi wondr

by Stella Gracia
2 Oktober 2026 - 14:09

BNI menggandeng InJourney Aviation Services (IAS) untuk menghadirkan layanan asistensi bandara Joumpa langsung melalui aplikasi digital wondr by BNI. Stabilitas.id...

Bedah Kriteria GRE Fitch: Ketergantungan Mutlak DIM pada Likuiditas Dividen BUMN

Bedah Kriteria GRE Fitch: Ketergantungan Mutlak DIM pada Likuiditas Dividen BUMN

by Stella Gracia
22 September 2026 - 10:47

PT Danantara Investment Management (DIM), Fitch Ratings, peringkat utang BBB, prospek negatif, Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara, tata kelola...

Rasio Modal Negatif, OJK Cabut Izin Usaha PT BPRS Gaido Indonesia

Dorong Konsep Total Building Solution, SIG Buka Prospek Positif Pasar Semen 2H26

by Stella Gracia
3 September 2026 - 22:37

SIG mencatatkan lonjakan laba bersih 471% yoy menjadi Rp228 miliar pada Semester I/2026, ditopang kenaikan pendapatan Rp17,65 triliun dan penurunan...

Kontongi Ijin Efektif dari OJK, ADHI Optimis Kinerja Tumbuh Berkelanjutan Pasca Rights Issue

Konsolidasi 7 BUMN Karya Jadi 3 Entitas Dikebut, Dony Oskaria Jamin Tanpa Pemutusan Hubungan Kerja

by Stella Gracia
1 September 2026 - 11:34

Danantara percepat merger 7 BUMN Karya menjadi 3 entitas, termasuk penggabungan PTPP dan Adhi Karya. COO Danantara Dony Oskaria pastikan...

Perkuat Ekonomi hingga Literasi Warga Surabaya, Patra Logistik Gandeng Unair

Masuk Ekosistem Danantara, Semen Indonesia (SMGR) Pacu Penyediaan Bahan Bangunan Terjangkau

by Stella Gracia
31 Agustus 2026 - 11:14

PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) menghadirkan inovasi Bata Interlock Presisi untuk mendukung percepatan Program 3 Juta Rumah dan efisiensi...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK dan Bappebti Perkuat Sinergi dalam Pengawasan Derivatif Keuangan Berbasis Efek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LinkUMKM Tembus 14 Juta User, BRI Dorong Kerajinan Ramah Lingkungan Go International

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Nakhoda Baru Askrindo: Mahelan Prabantarikso Gantikan M. Fankar Umran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pacu Belanja Turis Asing ke Daerah, Garuda Indonesia Luncurkan Skema Multi-Destinasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Tak Serta-merta Otomatis, LPS Siapkan Syarat Kesehatan bagi Peserta Penjaminan Polis

BNI Sabet Peringkat 4 BUMN Layanan Terbaik di Danantara Indonesia CX100 Award 2026

Laba Tembus Rp1 Triliun: Bank BPD Bali Pacu Kredit UMKM Rp14,43 Triliun hingga Kuartal III/2026

Minta Pasar Tak Panik Sikapi Wacana MSCI, Peluang Bursa RI Turun Kelas Sangat Mustahil

Bongkar Manipulasi Saham dan Penjatahan Semu: OJK Denda DSSA, BREN, dan CUAN Total Rp2,1 Triliun

Filosofi Bahtera di Atas Laut, Pemprov DKI Resmikan Masjid Apung An-Nur di Pantai Ancol

Ancaman Eksodus Dana Asing: Simak Pemicu Usulan Reklasifikasi Standalone Market oleh MSCI

Tekanan Ganda Pasar Finansial: BI Gelontorkan Intervensi Hadapi Sentimen Risk-Off dan Isu MSCI

Tersengat Wacana MSCI dan Inflasi AS: IHSG Kena Trading Halt di Awal Sesi I

STABILITAS CHANNEL

 
 
Next Post

Dihantam Sentimen 'Freeze' MSCI, 54 Saham Blue Chip Ini Jadi Benteng Arus Modal Asing

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance