• Redaksi
  • Iklan
  • Majalah Digital
  • Kontak Kami
Jumat, Maret 20, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Perbankan
  • Keuangan
  • BUMN
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Sektor Riil
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Perbankan
  • Keuangan
  • BUMN
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Sektor Riil
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
Home Teknologi

Ekonomi Digital Buka Peluang Penumbuhan Wirausaha Industri Baru

oleh Stella Gracia
5 April 2019 - 00:00
14
Dilihat
Menko Airlangga Pastikan RUU Cipta Kerja Selaras Dengan Koridor Konstitusi
0
Bagikan
14
Dilihat

JAKARTA, Stabilitas—Untuk mengimplementasikan road map Making Indonesia 4.0, Kementerian Perindustrian mendorong tumbuhnya wirausaha indusri baru dalam menyambut peluang era ekonomi digital. Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan, langkah tersebut dilakukan melalui pengembangan Industri Kecil dan Menengah (IKM) maupun mendorong tumbuhnya Sumber Daya Manusia (SDM) terampil.

“Era ekonomi digital ini memberikan peluang tak terbatas bagi para entrepreneur. Kalau berdasarkan pengalaman di era revolusi industri ketiga, yang menjadi entrepreneur itu hanya mereka yang usianya sudah 39 tahun ke atas. Tetapi dengan ekonomi digital, yang sudah menjadi entrepreneur, usianya bisa lebih muda lagi sekitar 20 tahun,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto di Jakarta, Jumat (5/4/2019).

Airlangga mencontohkan, saat ini Indonesia sudah mempunyai empat Unicorn atau perusahaan rintisan (startup) yang nilai valuasinya lebih dari 1 miliar dolar Amerika Serikat. Tiga di antaranya diciptakan oleh anak muda Indonesia.

BERITA TERKAIT

Akselerasi Industri 4.0, Kemenperin Resmikan Ekosistem Solusi Teknologi SFI

Kemenperin Dorong Industri Obat Bahan Alam, Ekspor Hingga USD 639 Juta

Kemenperin Dorong Percepatan Tim P3DN

Balai Kemenperin Fasilitasi 129 Sertifikat TKDN Industri Kecil di Purworejo

“Kalau kita lihat Bukalapak, diciptakan oleh dua sampai tiga orang anak muda dari Institut Teknologi Bandung (ITB). Pendiri Tokopedia juga masih muda. Bahkan, salah satu startup yang berpotensi menjadi unicorn baru ternyata diciptakan oleh mahasiswa,” paparnya.

Untuk menumbuhkan startup baru serta memacu pembangunan industri digital di Tanah Air, pemerintah mendukung program Apple Developer Academy yang telah meluluskan 166 wisudawan. Mereka merupakan mahasiswa yang mengikuti program pengembangan aplikasi berbasis sistem operasi iOS selama satu tahun, dan telah menghasilkan program yang sudah bisa dilihat di App Store.

“Menariknya, lulusan Apple Developer Academy ini sudah world class, setara dengan lulusan di Silicon Valley, Amerika Serikat. Setelah lulus dari program ini, mereka bisa memilih untuk bekerja di Apple atau menjadi entrepreneur, karena program yang mereka buat langsung bisa dijual di App Store. Sekarang Apple Developer Academy membuka gelombang kedua dengan peserta lebih dari 200 orang, dengan background macam-macam, tidak hanya dari teknologi informasi,” ungkapnya.

Airlangga mengemukakan, fasilitas Apple Developer Academy tersebut sudah dibuka di BSD City, Tangerang, Banten. Ini menjadi yang pertama di Asia dan ketiga di dunia setelah Brasil dan Italia. Selanjutnya, Apple Developer Academy akan dibangun di Surabaya dan Batam.

Selama mengikuti pelatihan, 166 siswa tersebut telah menghasilkan 33 aplikasi yang sudah tersedia di App Store. Beberapa di antaranya aplikasi soal donor darah, aplikasi mencari masjid terdekat, aplikasi AI untuk mencari pekerjaan, hingga aplikasi tentang travelling.

“Saya sudah menjumpai kelompok yang membuat lima software unggulan. Salah satu dari mereka mendapat inspirasi dari kerja bersama. Misalnya, mereka membuat aplikasi untuk bantu menemukan donor darah yang tepat saat keadaan darurat. Aplikasi ini sangat luar biasa, dihasilkan oleh anak-anak Indonesia. Ini adalah contoh dari perkembangan ekonomi digital,” imbuhnya.

Airlangga menegaskan, aspirasi besar dari pengembangan ekonomi digital dan revolusi industri 4.0 adalah untuk pertumbuhan ekonomi Indonesia. Diproyeksikan, di tahun 2030, Indonesia menjadi negara 10 besar dengan perekonomian terkuat di dunia.

“Sekarang kita nomor 16 di dunia, dan pada 2030 Indonesia akan lolos dari middle income trap. Nanti Indonesia bisa disebut upper middle income country, sekarang masih masuk lower middle income country, tetapi tahun depan sudah masuk middle income country,” ungkapnya.

Dengan implementasi industri 4.0, menurut Airlangga, pertumbuhan ekonomi akan naik satu hingga dua persen, kemudian bisa membuka 17 juta tambahan lapangan pekerjaan. “Itu berdasarkan studi dari McKinsey, dan dari 17 juta itu, sebanyak 4 juta akan berada di sektor industri, sisanya ada di sektor jasa penunjang industri, sehingga itu peluang sangat terbuka untuk kita,” tegasnya.

Upaya yang dilakukan Kemenperin untuk mendorong wirausaha atau IKM dalam era ekonomi digital, antara lain dengan memfasilitasi produk-produknya bisa masuk ke pasar e-commerce melalui program e-Smart IKM yang telah dicanangkan sejak 2017 lalu.

Selain itu, Kemenperin memacu tumbuhnya wirausaha industri baru dari kalangan pondok pesantren melalui pelaksanaan program Santripreneur. Menurut Airlangga, kalangan pesantren atau santri memiliki komunitas tersendiri.

Pondok pesantren juga memiliki potensi pemberdayaan ekonomi, mengingat sudah banyak pondok pesantren yang mendirikan koperasi, mengembangkan berbagai unit bisnis atau industri berskala kecil dan menengah, serta memiliki inkubator bisnis.

“Seluruh potensi ini merupakan modal yang cukup kuat dalam menghadapi revolusi industri 4.0 dan langkang konkretnya, Kemenperin mendorong misalnya di Pesantren Muhammadiyah Sragen, kami bantu untuk memproduksi roti. Dengan demikian, ekosistem ekonomi berjalan dan terjadi pengembangan entrepreneurship di pesantren,” tegasnya.

Airlangga menambahkan, selain di Sragen, Jawa Tengah, program Santripreneur juga sudah berjalan di beberapa daerah lain seperti di Bogor, Jawa Barat. “Santripreneur diharapkan menghidupkan ekosistem ekonomi di lingkungan pesantren, sehingga bisa memenuhi kebutuhan para santri sekaligus menjadi unit usaha yang terus berkembang,” pungkasnya. (Is)

Tags: #Kemenperin
 
 
 
 
Sebelumnya

BNI Syariah Luncurkan Program Tunjuk Rumah di Balikpapan

Selanjutnya

Gold for Work Pegadaian Pecahkan Rekor MURI

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Bahaya! Bug PayPal Bocorkan Data SSN hingga Alamat Bisnis Ratusan Pelanggan

Bahaya! Bug PayPal Bocorkan Data SSN hingga Alamat Bisnis Ratusan Pelanggan

oleh Stella Gracia
26 Februari 2026 - 10:09

Stabilitas.id — Raksasa teknologi finansial global, PayPal, mengakui adanya kerentanan data pada aplikasi pinjaman PayPal Working Capital (PPWC) akibat kesalahan...

Metrodata Gandeng Workday dan Mercer Indonesia, Garap Transformasi SDM Berbasis AI

Metrodata Gandeng Workday dan Mercer Indonesia, Garap Transformasi SDM Berbasis AI

oleh Stella Gracia
25 Februari 2026 - 12:50

Stabilitas.id — Emiten teknologi PT Metrodata Electronics Tbk. (MTDL) resmi menjalin kolaborasi strategis dengan Workday dan Mercer Indonesia untuk menghadirkan...

Inovamap Bidik Penetrasi Teknologi Geospasial di Sektor Perbankan

Inovamap Bidik Penetrasi Teknologi Geospasial di Sektor Perbankan

oleh Sandy Romualdus
20 Februari 2026 - 10:26

Stabilitas.id – PT Inovasi Mandiri Pratama (Inovamap), penyedia solusi geospasial end-to-end, memperkuat penetrasi layanannya di sektor perbankan guna mendorong efisiensi...

AILO Research Forum 2026 Satukan Akademisi- Industri, Dorong Kemandirian AI Nasional

AILO Research Forum 2026 Satukan Akademisi- Industri, Dorong Kemandirian AI Nasional

oleh Sandy Romualdus
12 Februari 2026 - 11:54

Stabilitas.id — Telkom University melalui Center of Excellence Artificial Intelligence for Learning and Optimization (CoE AILO) menggelar AILO Research Forum...

Komdigi Targetkan Internet Murah Jangkau 10,8 Juta Rumah Tangga hingga 2030

Komdigi Targetkan Internet Murah Jangkau 10,8 Juta Rumah Tangga hingga 2030

oleh Stella Gracia
27 Januari 2026 - 14:17

Stabilitas.id — Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menargetkan layanan internet murah berbasis pita frekuensi 1,4 GHz dapat menjangkau 10,8 juta...

DBS Foundation & Dicoding Targetkan 70.000 Talenta Digital Muda lewat Coding Camp 2026

DBS Foundation & Dicoding Targetkan 70.000 Talenta Digital Muda lewat Coding Camp 2026

oleh Stella Gracia
31 Oktober 2025 - 12:28

Stabilitas.id – Bank DBS Indonesia melalui DBS Foundation bekerja sama dengan Dicoding Indonesia kembali meluncurkan Coding Camp 2026 powered by...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Tekan Risiko dan Overutilitas, OJK Terbitkan POJK 33 dan POJK 36

    Catut Nama Perusahaan Asing, Satgas PASTI Blokir AMG Pantheon dan Mbastack

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • RUPST Bank Jateng Angkat Bambang Widiyatmoko Jadi Dirut, Adnas Jabat Komut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Skandal BEBS Terkuak: OJK Geledah Kantor PT MASI Terkait Goreng Saham hingga 7.000 Persen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Harga BBM Oktober 2025: Pertamina Naikkan Dexlite dan Pertamina Dex, Subsidi Tetap

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Skandal BPR Panca Dana Depok: Modus Kredit Fiktif Rp32 Miliar dan Bobol Deposito

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kompak Naik! Ini Daftar Harga Terbaru BBM Pertamina, Shell, BP, dan Vivo per 2 Maret 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • RUPST BNI Setujui Dividen Rp13 Triliun dan Buyback Saham Rp905 Miliar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Milenial vs Gen Z: Siapa yang Paling Boros Belanja Baju Sarimbit Lebaran Tahun Ini?

APBN Jadi Perisai, Menkeu Purbaya Sebut Harga BBM Bisa Bertahan Hingga Akhir 2026

Berbagi Kebaikan, Bank Mandiri Berangkatkan Lebih dari 10.000 Pemudik melalui Program Mudik Bersama Gratis

Sambangi Beringharjo, Menkeu Purbaya Bantah Pasar Tradisional Mati Suri: Omzet Tembus Rp2 Triliun

Melayani Sepenuh Hati, Bank Mandiri Salurkan Program Sosial bagi Lebih dari 114.000 Penerima Manfaat

Mudik Gratis Bersama BNI Disambut Antusias, Ribuan Peserta Rasakan Manfaat

Pacu Kredit Properti Syariah, BSN Rangkul APSI

BNI Berangkatkan 7.000 Pemudik dalam Program Mudik Gratis BUMN 2026

Redam Volatilitas Global, Bank Indonesia Tahan BI-Rate di Level 4,75%

STABILITAS CHANNEL

Selanjutnya
Menanti Musim Bunga Turun

BI: Optimisme Konsumen Tetap Terjaga

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Perbankan
  • Keuangan
  • BUMN
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Sektor Riil
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance