Stabilitas.id – Emiten pusat data besutan Toto Sugiri, PT DCI Indonesia Tbk. (DCII), mendapatkan kucuran fasilitas kredit investasi jumbo senilai Rp17 triliun dari PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA). Dana segar ini akan dialokasikan sepenuhnya untuk mempercepat pembangunan dan penyelesaian fasilitas pusat data (data center) baru.
Corporate Secretary DCI Indonesia, Indri Koesindrijastoeti H, menjelaskan bahwa fasilitas pembiayaan ini merupakan langkah strategis untuk memenuhi lonjakan permintaan kapasitas pusat data dari pelanggan, seiring dengan akselerasi adopsi kecerdasan buatan (AI) dan komputasi awan.
“Fasilitas kredit ini akan menunjang kebutuhan belanja modal perseroan. Secara substansial, transaksi ini bersifat aditif terhadap kapasitas keuangan dan mendukung strategi ekspansi kapasitas pusat data jangka panjang,” ujar Indri dalam keterbukaan informasi, dikutip Jumat (8/5/2026).
BERITA TERKAIT
Sebagai agunan atas kredit investasi tersebut, DCII menyerahkan sejumlah aset penting, termasuk bidang tanah, bangunan yang sudah ada maupun yang akan dibangun, serta seluruh mesin dan peralatan pusat data. Perseroan juga menyertakan rekening giro di BCA dan klaim asuransi aset sebagai jaminan tambahan.
Langkah penjaminan aset yang mencakup lebih dari 50% kekayaan bersih perseroan ini telah mengantongi restu pemegang saham melalui RUPS Luar Biasa pada 15 April 2026. Manajemen optimistis penambahan utang ini tidak akan mengganggu kondisi keuangan, melainkan justru memperkuat struktur pendanaan untuk memastikan penyelesaian layanan yang telah terkontrak.
Hingga akhir 2025, DCII telah mengoperasikan total kapasitas terpasang sebesar 128 megawatt (MW). Namun, perseroan memiliki visi jangka panjang untuk mengembangkan kapasitas hingga melampaui 2.000 MW. Fokus ekspansi DCII saat ini tersebar di beberapa lokasi kunci:
-
H1 Campus Cibitung: Kapasitas 73 MW (dapat dikembangkan hingga 220 MW).
-
H2 Campus Karawang: Kapasitas 27 MW (potensi hingga 600 MW).
-
H3 DC Park Sky Bintan: Proyek ambisius dengan potensi skala lebih dari 1.000 MW.
-
Edge Data Center: Meliputi E1 Jakarta (19 MW) dan E2 Surabaya (9 MW).
Kinerja Keuangan Kuartal I/2026
Dari sisi kinerja keuangan, DCII membukukan pendapatan sebesar Rp858,10 miliar pada kuartal I/2026, tumbuh dari posisi Rp773,55 miliar secara tahunan (year-on-year/yoy). Mayoritas pendapatan disumbang oleh jasa penyewaan ruang (colocation) senilai Rp808,40 miliar.
Meski pendapatan naik, laba bersih perseroan tercatat terkoreksi 9,8% (yoy) menjadi Rp377,75 miliar dibandingkan periode yang sama tahun 2025 sebesar Rp418,84 miliar. Penurunan tipis pada laba bersih ini terjadi di tengah peningkatan beban seiring dengan masifnya pengembangan infrastruktur digital perseroan. ***
Rincian Fasilitas Kredit & Kinerja DCII (Mei 2026):
| Indikator | Realisasi / Detail | Keterangan |
| Nilai Kredit | Rp17 Triliun | Kredit Investasi dari BCA (BBCA) |
| Pendapatan 1Q26 | Rp858,10 Miliar | Tumbuh yoy (Colocation dominan) |
| Laba Bersih 1Q26 | Rp377,75 Miliar | Koreksi 9,8% yoy |
| Total Kapasitas 2025 | 128 MW | Target jangka panjang > 2.000 MW |
| Aset Jaminan | Tanah, Bangunan, & Mesin | > 50% Kekayaan Bersih Perseroan |

















