• Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
Rabu, Oktober 7, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
 
Home Ekonomi

Ekspor Lesu & Minyak Naik, Neraca Dagang RI Agustus Diproyeksi Defisit US$ 0,9 Miliar

by Sandy Romualdus
29 September 2026 - 15:34
18
VIEWS
Neraca Perdagangan Surplus 497 Juta Dolar AS Pada Maret 2016
0
SHARES
18
VIEWS

Neraca dagang Agustus 2026 diramal defisit US$ 0,9 miliar akibat lonjakan impor minyak ICP US$ 89,43 dan penurunan ekspor batubara. Simak dampaknya ke Rupiah.

Statbilitas.id – Setelah bertahun-tahun dimanjakan oleh surplus perdagangan yang melimpah, Indonesia kembali menghadapi kenyataan pahit defisit ekspor-impor. Ketika tagihan minyak membengkak dan permintaan batubara meredup, ketahanan Rupiah kini diuji.

  • Baca juga: Surplus Neraca Dagang RI Menyusut Jadi US$90 Juta Akibat Lonjakan Impor

Bagi perekonomian Indonesia, surplus perdagangan selama lebih dari lima puluh bulan berturut-turut pascapandemi berfungsi layaknya bantalan busa tebal: ia menyerap benturan suku bunga global, menyediakan pasokan valuta asing secara cuma-cuma, dan menutupi kerapuhan struktural neraca jasa. Namun pada pengujung kuartal ketiga 2026, bantalan empuk tersebut kian kempes.

Kalkulasi terbaru dari sektor perbankan mengonfirmasi pergeseran suram tersebut. Lead Economist Bank Danamon Indonesia Irman Faiz memperkirakan neraca perdagangan Agustus 2026 akan berbalik mencatatkan defisit sekitar US$ 0,9 miliar, menyusul surplus tipis US$ 0,12 miliar pada Juli dan defisit US$ 0,45 miliar pada Juni lalu.

BERITA TERKAIT

Surplus Neraca Dagang RI Menyusut Jadi US$90 Juta Akibat Lonjakan Impor

Melejit! Surplus Neraca Perdagangan RI Tembus US$3,32 Miliar pada Maret 2026

OJK Dorong Ekspor Sumsel, Lepas Produk Kelapa dan Salurkan Pembiayaan Rp869 Miliar

Surplus Neraca Dagang Februari 2026 Naik ke US$1,27 Miliar, Ekspor Manufaktur Jadi Penopang

Irman Faiz membeberkan akar pergeseran tersebut. “Secara struktural kami melihat surplus perdagangan kumulatif Indonesia semakin tipis dibandingkan tahun lalu. Impor tumbuh jauh lebih cepat daripada ekspor, sejalan dengan kebutuhan investasi dan energi domestik, sementara ekspor menghadapi moderasi permintaan global dan volume beberapa komoditas utama. Kinerja ekspor Agustus 2026 diperkirakan sekitar US$ 25,6 miliar, turun sekitar 2,4% mtm, sementara impor masih tinggi di sekitar US$ 26,5 miliar,” kata Irman dalam analisisnya.

Bagi para investor dan otoritas moneter di MH Thamrin, pertanyaannya bukanlah sekadar angka statistik bulanan, melainkan: so what? Apa konsekuensi riil kembalinya defisit perdagangan ini bagi stabilitas makroekonomi Indonesia?

  • Baca juga: Melejit! Surplus Neraca Perdagangan RI Tembus US$3,32 Miliar pada Maret 2026

Konsekuensi pertama adalah terbukanya kerentanan ganda pada neraca komoditas. Selama ini, batubara dan minyak sawit (CPO) adalah mesin pencetak dolar utama republik ini. Namun kini, mesin tersebut melambat. Volume pengapalan batubara pada Agustus 2026 terpangkas 6,5% secara bulanan di tengah moderasi permintaan dari kawasan industri Asia Timur, sementara harga CPO kehilangan tenaga untuk reli lebih tinggi. Meskipun produk hilirisasi logam seperti besi-baja dan nikel berupaya menopang ekspor, nilainya tak kuasa membendung gelombang impor energi.

Penyebabnya jelas: harga minyak mentah Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP) melompat dari US$ 81,68 menjadi US$ 89,43 per barel pada Agustus 2026, dipicu oleh ketegangan geopolitik Timur Tengah yang sempat mendorong minyak dunia menyentuh USD 132 per barel. Sebagaimana ditegaskan Irman Faiz dalam analisisnya, “Tekanan dari sisi impor meningkat karena harga minyak naik cukup tajam… sementara impor nonmigas, khususnya mesin, elektronik, bahan baku dan barang modal, masih relatif tinggi.”

Konsekuensi kedua adalah ancaman langsung terhadap defisit transaksi berjalan (Current Account Deficit/CAD) dan stabilitas nilai tukar Rupiah. Ketika neraca perdagangan barang—yang selama ini menjadi penyeimbang defisit neraca jasa dan pendapatan primer—tergelincir ke zona merah, pasokan valas alamiah di pasar domestik otomatis mengering.

Ekonom Makroekonomi LPEM FEB UI Teuku Riefky, memperingatkan bahaya struktural ini. “Kembalinya neraca perdagangan ke teritori defisit sebesar US$ 0,9 miliar adalah konfirmasi berakhirnya era rezeki nomplok komoditas. Ini langsung memperlebar defisit transaksi berjalan kuartal ketiga 2026 dan menjadi sumber tekanan depresiasi tambahan bagi Rupiah yang kini bertengger di kisaran Rp17.855 per dolar AS,” jelasnya.

Beban ini kian berat karena Bank Indonesia baru saja mempertahankan suku bunga acuan BI-Rate di level 5,75% sembari mengguyur perbankan dengan likuiditas makroprudensial (KLM) senilai Rp461 triliun demi memacu kredit domestik. Wakil Direktur INDEF Eko Listiyanto melalui kajian moneter INDEF mengingatkan dilema fiskal-moneter yang muncul:

  • Baca juga: OJK Dorong Ekspor Sumsel, Lepas Produk Kelapa dan Salurkan Pembiayaan Rp869 Miliar
“Kenaikan ICP mendekati US$ 90 per barel menciptakan double squeeze: menyedot devisa keluar lewat lonjakan impor migas dan sekaligus membebani belanja subsidi energi di APBN. Jika devisa hasil ekspor nonmigas gagal menutup lubang neraca energi, cadangan devisa Bank Indonesia akan terkuras lebih cepat hanya untuk mempertahankan stabilitas kurs,” ungkap Eko.

Defisit neraca perdagangan Agustus 2026 adalah lonceng peringatan keras: Indonesia tidak bisa lagi bersandar pada tuah harga tambang untuk menopang ketahanan eksternalnya. Di tengah akselerasi impor bahan baku dan barang modal untuk proyek domestik, ketidakmampuan menekan impor minyak di saat ekspor batubara melandai akan menempatkan nilai tukar Rupiah di bawah tekanan hebat. Tanpa reformasi struktural energi dan diversifikasi ekspor bernilai tambah tinggi, republik ini berisiko terjebak kembali dalam perangkap defisit kembar yang menguras daya tahan ekonomi. ***

Editor : Sandy Romualdus
Tags: defisit neraca perdaganganeksporEkspor LesuImporMinyak NaikNeraca Dagang RIneraca perdagangan
 
 
 
 
 
Previous Post

Kerek Belanja Tanpa Tambah Utang: Banggar DPR Patok Target Pertumbuhan Ekonomi 6 Persen

Next Post

Gravitasi Baru Finansial: Menakar Taji Wholesale Banking KB Bank Pacu Rantai Nilai Nasional

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Inflasi September 2026 Terjaga 3,28 Persen: Bank Indonesia Kunci Target Sasaran 2,5 Persen

Inflasi September 2026 Terjaga 3,28 Persen: Bank Indonesia Kunci Target Sasaran 2,5 Persen

by Stella Gracia
5 Oktober 2026 - 14:17

Inflasi IHK September 2026 terjaga di level 3,28 persen yoy berkat konsistensi kebijakan moneter BI dan pengendalian harga pangan nasional....

Tawarkan 76 Proyek Strategis: Pemerintah Buka Peluang Investasi KPBU Senilai US$63 Miliar

Tawarkan 76 Proyek Strategis: Pemerintah Buka Peluang Investasi KPBU Senilai US$63 Miliar

by Stella Gracia
5 Oktober 2026 - 14:10

Pemerintah menawarkan 76 proyek KPBU senilai US$63,45 miliar dalam PPP Book 2026 mencakup jalan tol, kereta perkotaan, hingga tanggul laut...

Kekayaan RI US$343 Miliar Lari ke LN, Presiden Prabowo Tabuh Genderang Perang Lawan Fraud Ekspor

Guyur Stimulus Rp31 Triliun: Prabowo Siapkan Bansos Beras, BSU, dan Diskon Pajak

by Sandy Romualdus
5 Oktober 2026 - 14:08

Pemerintah menyiapkan stimulus ekonomi Rp31 triliun mencakup bansos beras 10 kg, BSU Rp300 ribu, dan insentif PPh 21 hingga 2027....

Garuda – Citilink Indonesia Kuasai Pangsa Pasar Domestik

Pacu Belanja Turis Asing ke Daerah, Garuda Indonesia Luncurkan Skema Multi-Destinasi

by Stella Gracia
5 Oktober 2026 - 13:56

Garuda Indonesia, Kemenpar, dan Mastercard merilis program stopover bebas biaya terbang domestik guna memperluas distribusi turis asing ke daerah prioritas....

Tembus 75 Ribu Unit, Polytron Pamerkan Fox-Series dan Guyur Subsidi Rp6 Juta di GIIAS Semarang

Tembus 75 Ribu Unit, Polytron Pamerkan Fox-Series dan Guyur Subsidi Rp6 Juta di GIIAS Semarang

by Sandy Romualdus
2 Oktober 2026 - 10:37

Penjualan motor listrik Polytron sukses menembus 75 ribu unit secara nasional. Perusahaan agresif menebar subsidi Rp6 juta pada ajang GIIAS...

Pacu Strategi ‘Beyond Mortgage’: BTN Rangkul Inovasi Rumah Masa Depan Ala Gen Z

Pacu Strategi ‘Beyond Mortgage’: BTN Rangkul Inovasi Rumah Masa Depan Ala Gen Z

by Sandy Romualdus
30 September 2026 - 13:08

Bank BTN membuka pendaftaran BTN Housingpreneur Batch 3 di UI dengan target 1.500 ide bisnis untuk mendukung ekosistem perumahan nasional....

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK dan Bappebti Perkuat Sinergi dalam Pengawasan Derivatif Keuangan Berbasis Efek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LinkUMKM Tembus 14 Juta User, BRI Dorong Kerajinan Ramah Lingkungan Go International

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Nakhoda Baru Askrindo: Mahelan Prabantarikso Gantikan M. Fankar Umran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pacu Belanja Turis Asing ke Daerah, Garuda Indonesia Luncurkan Skema Multi-Destinasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Kredit UMKM 2026 Sentuh Rp1.949 Triliun, Sektor Perbankan Kuasai Pangsa Pasar 82 Persen

Apresiasi Inovasi Digital dan Kepatuhan PSAK 117: Media Asuransi Ganjar 82 Korporasi dan 31 CFO Terbaik

Tawarkan 5.000 Aset Properti: BRI Gelar Gebyar Lelang Serentak Nusantara dan Siapkan KPR 25 Tahun

Kredit Paylater Tembus Rp31 Triliun: Kredivo Boyong Program ‘Generasi Djempolan’ ke Indonesia Timur

Tawarkan Bunga hingga 6,85 Persen: BNI Pasarkan SBR015 Berhadiah Cashback Rp15 Juta via Wondr

Uji Level Psikologis Rp18.000 per Dolar AS: Analis Beberkan Lima Indikator Kunci Arah Rupiah

Transaksi Melesat 96 Persen: ALTO Network Gandeng BNI hingga BCA Digital Kembangkan QRIS Tap Lintas Batas

Ekonomi Batang Tumbuh 8,38 Persen: OJK Dorong Ratusan ASN Jadi Investor Pasar Modal

Kawal Disrupsi AI di Asuransi Jiwa: AAJI Gelar Program Eksekutif ‘Future by Design’ bagi Para CEO

STABILITAS CHANNEL

 
 
Next Post
Kinerja Semester I 2026 Mengkilap, KB Bank Catat Pertumbuhan Aset Menjadi Rp86,11 Triliun

Gravitasi Baru Finansial: Menakar Taji Wholesale Banking KB Bank Pacu Rantai Nilai Nasional

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance