Stabilitas.id – PT Freeport Indonesia (PTFI) resmi menyetorkan bagian keuntungan bersih tahun buku 2025 senilai Rp4,8 triliun kepada pemerintah pusat dan daerah di Papua. Penyetoran ini merupakan wujud komitmen transparansi perusahaan terhadap negara dan masyarakat di wilayah operasional.
Presiden Direktur PTFI, Tony Wenas, merinci bahwa dari total tersebut, pemerintah pusat menerima bagian sebesar Rp1,92 triliun. Sementara itu, porsi untuk pemerintah daerah dialokasikan kepada Provinsi Papua Tengah dan kabupaten di sekitarnya.
“Perusahaan senantiasa mengedepankan transparansi dan akuntabilitas dengan harapan agar dana ini dapat dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kepentingan rakyat di daerah,” ujar Tony dalam siaran pers, dikutip Rabu (13/5/2026).
BERITA TERKAIT
Setoran bagian daerah mengalir ke beberapa titik strategis di Papua Tengah, dengan perincian sebagai berikut:
-
Kabupaten Mimika: Menerima Rp1,2 triliun.
-
Provinsi Papua Tengah: Menerima Rp720,5 miliar.
-
Tujuh Kabupaten Lain: (Nabire, Paniai, Puncak, Puncak Jaya, Dogiyai, Deiyai, dan Intan Jaya) masing-masing menerima Rp137,2 miliar.
Secara akumulatif, total kontribusi PTFI ke negara sepanjang tahun 2025 mencapai Rp75 triliun. Angka ini mencakup dividen kepada MIND ID sebesar Rp16,9 triliun dan dividen bagian pemerintah daerah senilai Rp13,48 triliun, di samping pajak, royalti, dan pungutan lainnya.
Pemulihan Produksi Pasca-Longsor
Meskipun mencatatkan kontribusi besar, Tony mengakui bahwa operasional PTFI saat ini belum berada pada kapasitas maksimal. Hal ini merupakan dampak dari insiden longsor di tambang bawah tanah Grasberg Block Cave pada September 2025 yang sempat melumpuhkan sebagian kegiatan produksi.
“Tingkat produksi saat ini baru mencapai sekitar 40-50%. Kami menargetkan operasional dapat kembali mencapai kapasitas penuh pada awal 2028,” jelas Tony.
Ia menambahkan, jumlah setoran ke negara berpotensi meningkat di masa depan seiring dengan pemulihan produksi dan fluktuasi harga komoditas global yang menguat.
Di sisi lain, PTFI juga mengalokasikan investasi sosial sebesar Rp2 triliun sepanjang 2025 untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal. Perusahaan berkomitmen melanjutkan program ini dengan nilai sekitar US$100 juta atau setara Rp1,7 triliun per tahun hingga masa operasi berakhir di 2041.
“Kami percaya tidak ada perusahaan yang berhasil di tengah masyarakat yang gagal. Kami akan terus tumbuh bersama masyarakat hingga selesainya operasi penambangan,” pungkasnya. ***
Rekapitulasi Kontribusi PT Freeport Indonesia (Tahun Buku 2025):
| Komponen Setoran | Nilai Nominal |
| Total Kontribusi Negara | Rp75 Triliun |
| Dividen Pemerintah Pusat (MIND ID) | Rp16,9 Triliun |
| Dividen Pemerintah Daerah | Rp13,48 Triliun |
| Setoran Keuntungan Bersih (Pusat & Daerah) | Rp4,8 Triliun |
| Investasi Sosial Masyarakat | Rp2 Triliun |






.jpg)










