BEIJING, Stabilitas.id – Dunia bersiap menyambut salah satu peristiwa terbesar dalam lanskap digital global. Konferensi Ekonomi Digital Global 2025 (GDEC 2025) akan resmi dibuka pada 2 Juli mendatang di Beijing, mengusung tema “Membangun Kota Ramah Digital.”
Lebih dari sekadar forum, GDEC 2025 dirancang sebagai panggung kolaborasi internasional untuk membentuk masa depan ekonomi digital yang inklusif, inovatif, dan berkelanjutan.
Megutip Antara, Senin (30/6), tahun ini, GDEC 2025 memperluas jangkauan internasionalnya secara signifikan. Untuk pertama kalinya, Program Pembangunan PBB (UNDP) bergabung sebagai penyelenggara bersama, sekaligus meluncurkan Digital Friendliness and Sustainable Innovation Lab—sebuah inisiatif global untuk inovasi digital berkelanjutan.
BERITA TERKAIT
China juga memperkuat jembatan digital dengan Eropa melalui kerja sama strategis bersama Mobile World Congress Barcelona 2025 dan FUTUROMUNDO Multikonferenz & Festival di Jerman, mempertegas posisi Beijing sebagai pusat gravitasi transformasi digital dunia.
Lebih dari 300 tamu internasional dari 50 negara, termasuk perwakilan WTO, BRICS, dan SCO, akan hadir untuk menyaksikan peluncuran teknologi digital generasi baru dalam segmen unggulan bertajuk “Peluncuran Perdana, Pameran Perdana.”
Untuk pertama kalinya, seluruh produksi video musik pembuka—dari lirik, komposisi, hingga vokal—akan diciptakan 100% oleh AIGC (Artificial Intelligence Generated Content). Teknologi real-time translation berbasis AI, pengenalan suara, dan teleprompter dengan tampilan mid-air imaging juga akan diperkenalkan.
46 Forum
Dengan 46 forum tematik, GDEC 2025 fokus pada integrasi lintas industri—mulai dari AI, keamanan siber, hingga layanan kesehatan digital. Kompetisi Inovasi Ekonomi Digital pun akan menampilkan “AIGC Creator Track”, ajang yang menghubungkan seni tradisional dengan kecerdasan buatan.
“Zona Pengalaman Industri Ekonomi Digital” akan menjadi titik temu inovator dan investor global, mempercepat realisasi proyek-proyek kolaboratif lintas negara.
Konferensi ini juga mengedepankan interaksi publik melalui Digital Economy Experience Center seluas 6.000 meter persegi. Menggabungkan AIGC dan metaverse, pengunjung akan menikmati pengalaman digital yang mendalam, termasuk Digital Trend Market—pasar pop-up yang menampilkan wearable tech, smart home devices, dan produk budaya digital.
GDEC 2025 bukan hanya konferensi—ini adalah gambaran masa depan ekonomi digital global, di mana teknologi bukan hanya alat, tapi bagian dari gaya hidup dan arsitektur kota modern. ***





.jpg)










