Bank Indonesia memperluas jaringan QRIS Antarnegara ke Timor Leste sebagai negara ke-7 usai penandatanganan MoU bersama BCTL di FEKDI 2026.
Stabilitas.id – Bank Indonesia (BI) memperluas penetrasi konektivitas sistem pembayaran lintas batas dengan menggandeng Banco Central de Timor-Leste (BCTL), Jumat (25/9/2026) pekan lalu.
Kesepakatan ini ditandai lewat penandatanganan Nota Kesepahaman oleh Gubernur BI Destry Damayanti dan Gubernur BCTL Hélder Lopes pada ajang FEKDI x IFSE 2026 di Jakarta. Melalui kerja sama ini, Timor Leste resmi menjadi negara ke-7 yang terhubung dalam jaringan QRIS Antarnegara (cross-border).
Masuknya Timor Leste memperluas jangkauan transaksi nontunai Indonesia di kawasan regional. Sebelumnya, QRIS lintas batas telah terhubung aktif dengan enam negara mitra, yakni Thailand, Malaysia, Singapura, Jepang, Korea Selatan, dan China.
BERITA TERKAIT
Kepala Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso menyatakan kesepakatan ini mencakup transaksi masuk (inbound) maupun keluar (outbound).
“BI dan BCTL berkomitmen untuk memperkuat kerja sama di bidang sistem pembayaran dan setelmen serta inovasi keuangan digital, termasuk melalui pertukaran informasi dan penguatan hubungan antarkedua bank sentral,” ujar Denny.
Denny menjelaskan, kolaborasi kedua bank sentral menjadi fondasi penjajakan teknis implementasi QRIS Antarnegara. Langkah ini diharapkan mampu memangkas biaya konversi valuta dan mempercepat transaksi perdagangan di kawasan perbatasan kedua negara.
Inisiatif tersebut dirancang untuk menghadirkan sistem pembayaran lintas batas yang lebih efisien, aman, dan inklusif bagi masyarakat serta pelaku usaha. ***

















