JAKARTA, Stabilitas.id – Holding Ultra Mikro (UMi) yang dibentuk oleh BRI Group, bersama Pegadaian dan PNM, telah menjadi solusi efisien dalam menjangkau layanan keuangan bagi pelaku usaha mikro di Indonesia.
“Spirit dibentuknya Holding UMi adalah agar seluruh institusi BUMN men-serve masyarakat ultra mikro lebih efisien dengan daya jangkau lebih luas. Bisa melayani masyarakat sebanyak mungkin dengan biaya seefisien mungkin,” ungkap Sunarso, Direktur Utama BRI, dalam acara Diskusi Taman BRI pada Jum’at (12/01/24).
Holding UMi, yang diluncurkan pada September 2021, telah menunjukkan perannya dalam mendorong inklusi keuangan di Indonesia. Pada tahun 2022, indeks literasi keuangan mencapai 49,6% dan inklusi keuangan 85,1%, meningkat dari 38,03% dan 76,1% di tahun 2019.
BERITA TERKAIT
Holding UMi memanfaatkan digitalisasi untuk mengefisienkan proses bisnis. “Literasi digital menjadi penting,” kata Sunarso. “Tiga entitas menggunakan outlet bersama, produk yang dijual secara cross selling, dan sistem yang digunakan bersama.”
Hingga saat ini, terdapat 1.013 outlet co-location yang melayani segmen ultra mikro dan mikro dari total 15.500 outlet.
Holding UMi fokus pada penguatan ekosistem melalui penerapan customer journey yang terintegrasi, optimalisasi outlet co-location, AgenBRILink, dan tenaga pemasar. Sinergi antar entitas juga ditingkatkan untuk mengurangi operational cost dan operational risk.
Penguatan core business dilakukan melalui product alignment untuk menyediakan layanan keuangan yang komprehensif, termasuk penguatan Brigade Madani melalui implementasi culture activation program yang terintegrasi.
Holding UMi menjadi solusi inovatif dalam meningkatkan akses layanan keuangan bagi pelaku usaha mikro di Indonesia, mendorong pertumbuhan ekonomi, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Penulis : Tsavirha Almara





.jpg)










