• Redaksi
  • Iklan
  • Majalah Digital
  • Kontak Kami
Kamis, September 17, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
 
Home Ekonomi

Imun Terhadap Gejolak, IMF Ramal Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Tembus 5,1% di 2027

oleh Stella Gracia
9 Juli 2026 - 19:21
38
Dilihat
Ekonomi RI Kuartal I/2026 Melesat 5,61%, Konsumsi Pemerintah dan Investasi Jadi Motor
0
Bagikan
38
Dilihat

Dana Moneter Internasional (IMF) mempertahankan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia di level 5,0% untuk 2026 di tengah tren perlambatan ekonomi global.

Stabilitas.id – Dana Moneter Internasional (IMF) resmi mempertahankan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia di level 5,0% untuk tahun 2026 dan 5,1% pada tahun 2027. Keputusan ini diambil di tengah awan mendung perlambatan ekonomi yang tengah membayangi sejumlah negara di kawasan Asia serta barisan negara dengan skala ekonomi besar dunia.

  • Baca juga: Banjir Modal Asing dan Benteng Fiskal di Tengah Gejolak Global

Dalam laporan pembaruan World Economic Outlook (WEO) edisi Juli 2026, IMF memilih untuk tidak mengubah angka estimasi bagi Indonesia jika dibandingkan dengan rilis perkiraan sebelumnya pada April 2026. Kondisi ini menempatkan Indonesia sebagai satu dari sedikit negara yang berhasil menjaga fundamental proyeksi tetap stabil di tengah volatilitas global.

Ketangguhan ekonomi domestik tampak semakin kontras apabila disandingkan dengan performa negara-negara sejawat di kawasan Asia Tenggara yang mayoritas justru mengalami koreksi pertumbuhan cukup dalam:

BERITA TERKAIT

Banjir Modal Asing dan Benteng Fiskal di Tengah Gejolak Global

Satu Tahun Kemudi Fiskal Purbaya: Taruhan Ratusan Triliun Mendobrak Stagnasi

Perkuat Resiliensi Makro, Kemenkeu Dorong Sinergi Kebijakan KSSK dan Konsolidasi BUMN Danantara

S&P Afirmasi Rating Indonesia BBB, Menkeu Purbaya: Arah Kebijakan Kita Kredibel

  • Baca juga: Satu Tahun Kemudi Fiskal Purbaya: Taruhan Ratusan Triliun Mendobrak Stagnasi
  • Malaysia: Diproyeksikan hanya mampu tumbuh di level 4,7% pada 2026, mencatat perlambatan dibanding realisasi tahun 2025 yang sempat menyentuh 5,2%.
  • Filipina: Diperkirakan mengalami tekanan tajam dengan proyeksi pertumbuhan merosot ke angka 3,9%, turun signifikan dari capaian 4,4% pada tahun 2025.
  • Thailand: Laju ekspansi ekonominya diprediksi ikut mengerem ke level 1,9%, turun dari realisasi tahun sebelumnya yang berada di angka 2,4%.

Tidak hanya di level regional, radar IMF juga menangkap sinyal kehilangan momentum pertumbuhan pada negara-negara motor penggerak ekonomi di Asia dan global.

China diproyeksikan mengalami perlambatan dengan pertumbuhan di level 4,6% pada 2026, menyusut dari pencapaian 5,0% pada tahun 2025. Sementara itu, India yang memegang predikat sebagai salah satu ekonomi dengan pertumbuhan tercepat, lajunya diperkirakan ikut tertahan dari semula 7,7% menjadi 6,4%.

Di klaster negara maju, Amerika Serikat diperkirakan mencatatkan pertumbuhan di level 2,3%. Meski angka ini sedikit membaik dari capaian tahun 2025 yang sebesar 2,1%, performa sang raksasa barat tersebut dinilai masih berada jauh di bawah kecepatan akselerasi pertumbuhan ekonomi Indonesia.

  • Baca juga: Perkuat Resiliensi Makro, Kemenkeu Dorong Sinergi Kebijakan KSSK dan Konsolidasi BUMN Danantara

Melalui laporan WEO Juli 2026, IMF membagi posisi negara-negara ke dalam dua kategori respons kebijakan dan kondisi makro.

  • Kelompok Proyeksi Tetap (Stabil): Indonesia, Malaysia, Kazakhstan, Nigeria, Pakistan, Rusia, dan Italia.
  • Kelompok Pemangkasan Proyeksi (Dua Nilai Turun): Filipina, India, Australia, Kanada, Prancis, Jerman, Jepang, Meksiko, Belanda, Turki, dan Arab Saudi. ***
Tags: #Pertumbuhan EkonomiEkonomi ASEANimfKrisis GlobalPerlambatan Ekonomi GlobalProyeksi Ekonomi IndonesiaWEO Juli 2026World Economic Outlook
 
 
 
 
 
Sebelumnya

Aktivitas IPO Masih Bergairah, Menko Airlangga: Cermin Optimisme terhadap Ekonomi Nasional

Selanjutnya

LP PFII Dibentuk, Perbanas Petakan Peluang Bisnis dan Risiko Sistem Keuangan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Bantah Isu Gaji Manajer Kopdes Rp16 Juta, Menkeu Purbaya: Ketinggian, Kisarannya Selevel UMP

Bom Waktu Rp240 Triliun: LPEM UI Peringatkan Ancaman Kopdes Merah Putih bagi APBN

oleh Sandy Romualdus
16 September 2026 - 15:00

LPEM UI menyoroti risiko fiskal dari megaproyek Kopdes Merah Putih yang menyedot pembiayaan hingga Rp240 triliun. Meski Danantara menjamin bebas...

Survei BI: Kenaikan Harga Bahan Baku Bakal Dongkrak Inflasi Ritel Per Juni 2026

Anomali Utang Luar Negeri: Saat Korporasi Menahan Diri, Asing Justru Guyur SBN Internasional

oleh Stella Gracia
16 September 2026 - 14:44

Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada Juli 2026 menembus US$454,8 miliar atau sekitar Rp8.004,5 triliun. Peningkatan ini didorong aliran masuk...

Tanjung Emas Menuju Gerbang Utama: Berlomba Melawan Arus Investasi

Tanjung Emas Menuju Gerbang Utama: Berlomba Melawan Arus Investasi

oleh Stella Gracia
15 September 2026 - 12:37

Pelaku usaha mendesak Pelabuhan Tanjung Emas segera naik kelas menjadi pelabuhan utama logistik Jawa Tengah. Diwarnai ancaman perpindahan ke Priok,...

Estafet Mendadak di Lapangan Banteng: Suahasil Nazara Naik Kelas Pegang Kendali Fiskal

Estafet Mendadak di Lapangan Banteng: Suahasil Nazara Naik Kelas Pegang Kendali Fiskal

oleh Sandy Romualdus
14 September 2026 - 15:52

Presiden Prabowo Subianto merombak susunan kabinet dengan melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan, menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa per 14 September...

Uang Beredar Tumbuh 4,9% di Mei 2025, Stabilitas Rupiah Tetap Terjaga di Tengah Dinamika Global

Banjir Modal Asing dan Benteng Fiskal di Tengah Gejolak Global

oleh Sandy Romualdus
14 September 2026 - 14:55

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengeklaim tingginya kepercayaan global terhadap ekonomi Indonesia, didorong oleh masuknya modal asing Rp141,6 triliun, defisit...

Menkeu Purbaya: Analisis JP Morgan Sebut Ketahanan Ekonomi RI Terkuat Kedua di Dunia

Ironi Dana Daerah Rp195,2 Triliun: Tertidur di Bank Saat Ekonomi Butuh Stimulus

oleh Sandy Romualdus
14 September 2026 - 14:51

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegur pemerintah daerah yang mengendapkan dana Rp195,2 triliun di perbankan. Pemerintah mendesak optimalisasi anggaran untuk...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK dan Bappebti Perkuat Sinergi dalam Pengawasan Derivatif Keuangan Berbasis Efek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LinkUMKM Tembus 14 Juta User, BRI Dorong Kerajinan Ramah Lingkungan Go International

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cetak Duta Literasi Keuangan, OJK Integrasikan Kecakapan Finansial ke Dasa Dharma Pramuka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK Desak Bank KBMI 1 Konsolidasi, Buka Opsi Merger Demi Penuhi Free Float 15%

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Bidik Rantai Ekonomi Umrah, Bank BSN Eksplorasi Ekosistem Digital Bersama JARDY Travel

Nakhoda Baru Askrindo: Mahelan Prabantarikso Gantikan M. Fankar Umran

Agresivitas BNI Amankan Likuiditas: Deposito Meledak 63%, Laba Bersih Tembus Rp14,3 Triliun

Laju Terukur BCA: Tembus Laba Rp40 Triliun di Tengah Limpahan Dana Murah

Langkah Taktis di Ujung Tenggat: BRI Eksekusi Buyback Rp90,7 Triliun demi Bantalan Internal

Bom Waktu Rp240 Triliun: LPEM UI Peringatkan Ancaman Kopdes Merah Putih bagi APBN

Ujian Likuiditas Akhir Tahun, BRI Tuntaskan Seri C Sebelum Hadapi Obligasi Jumbo Rp2,35 Triliun

Anomali Utang Luar Negeri: Saat Korporasi Menahan Diri, Asing Justru Guyur SBN Internasional

Geliat Gen Z Menabung Haji: Tambang Dana Murah Triliunan Rupiah bagi BSI

STABILITAS CHANNEL

 
 
Selanjutnya
Tigor M. Siahaan Dinominasikan sebagai Presiden Direktur baru CIMB Niaga

LP PFII Dibentuk, Perbanas Petakan Peluang Bisnis dan Risiko Sistem Keuangan

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance