Indonesia peringkat 1 dunia sektor modest fashion SGIE 2025/2026. Deputi Gubernur Senior BI Aida S. Budiman buka IN2MOTIONFEST x JMFW 2026 di ISEF.
Stabilitas.id — Industri modest fashion nasional terus memperluas peluang ekonomi bagi keberlanjutan wastra Nusantara hingga mampu menembus pasar internasional. Berdasarkan laporan State of the Global Islamic Economy (SGIE) 2025/2026, Indonesia berhasil menempati peringkat pertama dunia pada sektor modest fashion.
Keunggulan Indonesia terletak pada keragaman budaya dalam produk, regulasi yang mendukung, fasilitasi pemerintah bagi pelaku usaha, hingga aktifnya promosi serta keikutsertaan desainer lokal di ajang fesyen internasional. Posisi puncak ini mempertegas peran strategis industri fesyen ramah busana santun dalam memperluas pasar bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), menciptakan lapangan kerja, serta meningkatkan nilai ekspor produk kreatif nasional.
Berdasarkan siaran pers resmi Departemen Komunikasi Bank Indonesia (No.28/219/DKom), capaian strategis tersebut disampaikan dalam pembukaan Indonesia International Modest Fashion Festival (IN2MOTIONFEST) 2026 yang digelar sebagai bagian dari gelaran Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) ke-13 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Rabu (14/10/2026).
BERITA TERKAIT
Memasuki penyelenggaraan kelima, IN2MOTIONFEST 2026 mengusung tema “Indonesia’s Integrated Modest Fashion Ecosystem: Transforming Modest Fashion Brands into Global Business”. Untuk pertama kalinya, ajang ini berkolaborasi langsung dengan Jakarta Muslim Fashion Week (JMFW) melalui sinergi antara Bank Indonesia dan Kementerian Perdagangan.
Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Aida S. Budiman, menegaskan bahwa penguatan ekosistem modest fashion yang terpadu dari hulu hingga hilir menjadi kunci utama untuk menangkap peluang di pasar global.
“Melalui IN2MOTIONFEST, kami ingin mempertemukan pelaku usaha dengan pasar dan calon pembeli potensial agar peluang promosi dapat ditindaklanjuti menjadi transaksi dan kemitraan dagang berkelanjutan,” ujar Aida S. Budiman saat membuka gelaran acara tersebut.
Acara pembukaan tersebut turut dihadiri oleh Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar, serta para penggiat industri fesyen tanah air.
Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, menyampaikan bahwa keunikan desain dan kekayaan budaya lokal menjadi modal kuat bagi produk fesyen Indonesia untuk menjangkau pasar internasional, tidak hanya di negara-negara Muslim tetapi juga di Eropa dan wilayah global lainnya. Ia menambahkan pentingnya pelindungan kekayaan intelektual agar karya kreatif anak bangsa memiliki nilai ekonomi yang tinggi.
Sejalan dengan hal itu, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menilai peragaan busana dan pameran seperti IN2MOTIONFEST x JMFW 2026 dapat memperkuat daya tarik Indonesia sebagai destinasi wisata belanja (shopping tourism), sekaligus memberikan pengalaman berwisata yang bernilai tambah bagi wisatawan mancanegara.
Guna mendukung kemandirian industri, Bank Indonesia bersama Indonesian Fashion Chamber (IFC) dan kementerian/lembaga terkait telah konsisten membina para pelaku usaha sejak 2018 melalui program IKRA Brand Leveling System. Program ini mencakup kurasi, pelatihan, pendampingan perajin wastra, hingga peningkatkan mutu produk. Sementara itu, Kementerian Perdagangan bertindak memperluas konektivitas pasar melalui promosi dagang, business matching, serta penyediaan jejaring pembeli (buyers) domestik dan internasional.
Masyarakat dapat menyaksikan secara langsung rangkaian peragaan busana dan pameran modest fashion dalam gelaran ISEF 2026 yang berlangsung pada 14–18 Oktober 2026 di JICC, Jakarta. ***

















