• Redaksi
  • Iklan
  • Majalah Digital
  • Kontak Kami
Sabtu, Februari 21, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Perbankan
  • Keuangan
  • BUMN
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Sektor Riil
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Perbankan
  • Keuangan
  • BUMN
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Sektor Riil
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
Home Sektor Riil

Indonesia Siap Jadi Pemasok Tenaga Kerja Dunia

oleh Sandy Romualdus
24 Oktober 2011 - 00:00
4
Dilihat
Buyer Negara Non Tradisional Rajai TEI 2011
0
Bagikan
4
Dilihat

Jakarta – Menteri Perdagangan Gita Wirjawan menilai Indonesia mampu menjadi pemasok tenaga kerja dunia untuk mengisi permintaan di sejumlah sektor formal. Hal tersebut terlihat dari tingginya angka permintaan tenaga kerja profesional dari sejumlah negara dalam pameran Trade Expo Indonesia (TEI) ke-26.

“Jenis tenaga kerja Indonesia meningkat. Penempatan tenaga kerja Indonesia sudah mulai bergeser ke sektor formal. Ini berarti Indonesia mampu menjadi pemasok tenaga kerja dunia,” ujar Gita dalam acara penutupan TEI ke-26, Sabtu (22/10).

Gita melanjutkan peran tersebut dapat mengangkat citra Indonesia di mata dunia.  Dia menjelaskan sampai hari ketiga pelaksanaan TEI, nilai transaksi TEI telah menembus US$251 juta atau 92,37 persen dari total target selama empat hari pelaksanaan sebesar US$380 juta. Transaksi TEI tersebut didominasi oleh kontribusi sektor service sebesar US$201,8 juta yaitu permintaan tenaga kerja formal untuk mengisi sejumlah sektor tenaga kerja profesional.  

BERITA TERKAIT

BNI Rayakan Imlek 2577 Kongzili Bersama Nasabah, Perkuat Komitmen Tumbuh Berkelanjutan

OJK Sikat Influencer Saham BVN, Denda Rp5,35 Miliar Akibat Manipulasi Pasar

Bareskrim Bidik TPPU Emas Ilegal Rp992 Triliun, Toko Emas di Jatim Digeledah

Mari Elka Pangestu: Reformasi Bursa Jadi Kunci RI Raih Dana Asing Rp1.118 Triliun

Adapun transaksi barang dan produk tercatat sebesar US$149,2 juta yang terdiri dari produk furnitur, perhiasan, kerajinan tangan, kosmetik dan herbal, kopi serta produk kayu.

Gita menilai secara umum pelaksanaan TEI ke-26 cukup berhasil. Kendati dilakukan di tengah perlambatan ekonomi di sejumlah negara akibat dampak krisis Amerika dan Eropa, nyatanya transaksi TEI masih membukukan kinerja yang cukup signifikan.

Dia mengatakan besarnya transaksi langsung yang terjadi selama TEI tersebut kemungkinan jauh lebih kecil dibandingkan transaksi tidak langsung yang tercapai antara pihak pembeli dan penjual pasca pelaksanaan TEI.

Oleh karena itu, peran berbagai pihak dan sinergitas antara pelaku usaha dan perwakilan luar negeri baik atase dagang maupun ITPC dibutuhkan untuk menindaklanjuti kesepakatan yang terjadi selama pameran. “Beberapa peserta TEI tidak langsung kontrak, di sinilah kita harus berperan lebih aktif,” kata Gita.

Gita mengungkapkan jumlah buyer yang datang pada TEI kali ini tercatat sebesar 6.391 pembeli yang berasal dari 89 negara. Secara umum, lanjutnya, transaksi masih didominasi buyers dari negara non tradisional termasuk negara emerging market sebesar 84,4 persen yaitu dari India, Malaysia, Mesir, Bangladesh, dan Iran. Sementara 25,6 persen berasal dari negara-negara tradisional.

Target ekspor

Lebih lanjut Gita mengungkapkan Kementerian Perdagangan tetap akan menjaga dan bahkan meningkatkan pangsa pasar Indonesia di negara-negara tradisional. Namun, untuk menyiasati pasar negara-negara tradisional yang melemah, Kementerian Perdagangan juga akan menyasar negara-negara baru yang berpotensi menyumbang angka ekspor bagi Indonesia.

Beberapa negara yang potensial untuk pengembangan pasar baru tersebut adalah Eropa Timur, Timur Tengah, Afrika, Amerika Latin, dan Amerika Tengah. “Kunci utama tingkatkan kinerja ekspor melalui diversifikasi pasar. Selain itu diversifikasi produk yang bernilai tambah dan berkualitas tinggi.”

Peran ITPC dan atase dagang yang tersebar di sejumlah negara, kata Gita, sangat penting dalam mendukung pencapain target ekspor tersebut.

Ke depan, menurut Gita, perlu upaya untuk mencari solusi guna peningkatan ekspor Indonesia di antaranya melalui komunikasi antar berbagai pihak, perbaikan daya saing, dan pembentukan forum ekspor.

Gita menambahkan TEI tetap akan terus dilakukan ke depannya. Pameran tersebut, lanjut dia, memegang peranan yang cukup penting dalam mendukung pencapaian target ekspor.  “Untuk itu, tahun depan TEI akan kita lakukan lagi tentunya dengan perbaikan-perbaikan yang berarti sejalan dengan revitalisasi tahap II.”

 
 
 
 
Sebelumnya

CIMB Niaga Berikan X-TRA Hadiah Festival Kilau X-TRA 2011

Selanjutnya

Transaksi TEI Capai 251 Juta Dollar AS

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Dukung Swasembada Pangan, PIS Dorong Produktivitas Lahan Petani di Sleman

Dukung Swasembada Pangan, PIS Dorong Produktivitas Lahan Petani di Sleman

oleh Sandy Romualdus
4 Desember 2024 - 19:17

SLEMAN, Stabilitas - PT Pertamina International Shipping (PIS) berkomitmen mendukung program pemerintah dalam mengejar cita-cita swasembada pangan. Komitmen itu tercermin...

SIG Meluncurkan Program Akselerasi Dekarbonisasi dan Transisi Energi Hijau di Pabrik Tuban

SIG Meluncurkan Program Akselerasi Dekarbonisasi dan Transisi Energi Hijau di Pabrik Tuban

oleh Stella Gracia
17 Februari 2024 - 09:50

JAKARTA, Stabilitas.id – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) mengumumkan langkah baru dalam upaya mereka untuk menurunkan emisi Gas Rumah...

Sinar Mas Bersama Trina Solar Bangun Pabrik Sel Surya di Kendal

Sinar Mas Bersama Trina Solar Bangun Pabrik Sel Surya di Kendal

oleh Stella Gracia
30 Agustus 2023 - 06:12

JAKARTA, Stabilitas.id – Sinar Mas melalui PT Daya Sukses Makmur Selaras, entitas anak tidak langsung dari PT Dian Swastatika Sentosa...

MIND ID Wujudkan Tata Kelola Tambang Berkelanjutan dalam Dukung AMEM ke-41

MIND ID Wujudkan Tata Kelola Tambang Berkelanjutan dalam Dukung AMEM ke-41

oleh Stella Gracia
26 Agustus 2023 - 19:07

JAKARTA, Stabilitas.id – MIND ID, perusahaan BUMN yang bergerak di industri pertambangan, berupaya mewujudkan tata kelola pertambangan yang berkelanjutan sebagai...

CIMB Niaga dan Cathay Pacific Permudah Wujudkan Wisata ke Destinasi Impian Dunia

CIMB Niaga dan Cathay Pacific Permudah Wujudkan Wisata ke Destinasi Impian Dunia

oleh Sandy Romualdus
3 Februari 2023 - 12:38

JAKARTA, Stabilitas.id - Seiring mulai menggeliatnya industri pariwisata tahun 2023, PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga) kembali menghadirkan program-program...

Perkembangan Harga Produsen Gabah Nasional Periode April 2022

Perkembangan Harga Produsen Gabah Nasional Periode April 2022

oleh Stella Gracia
10 Mei 2022 - 08:11

JAKARTA, Stabilitas.id – Pada April 2022, rata-rata harga gabah kering panen (GKP) di tingkat petani mengalami penurunan 4,40 persen menjadi...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Puncak BIK 2025: Ribuan Warga Banyumas Dapat Akses Keuangan Baru dari LJK

    OJK Tunjuk Friderica sebagai ADK Pengganti Ketua dan Wakil Ketua OJK

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kasus Scam di Indonesia Tertinggi di Dunia, Capai 274 Ribu Laporan dalam Setahun

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK Akhiri Riwayat BPR Bank Cirebon, Ini Kronologi Lengkapnya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 1 Sak Mortar Plester Berapa m²? Simak Cara Hitung dan Keunggulan Semen Merah Putih

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Diteror Debt Collector, Nasabah Seret Aplikasi Pinjol AdaKami ke Pengadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Rekam Jejak Panji Irawan, Dirut Bank Mandiri Taspen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kasus Korupsi Pertamina, Riza Chalid Masuk Daftar Buronan Internasional

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

BNI Rayakan Imlek 2577 Kongzili Bersama Nasabah, Perkuat Komitmen Tumbuh Berkelanjutan

OJK Sikat Influencer Saham BVN, Denda Rp5,35 Miliar Akibat Manipulasi Pasar

Bareskrim Bidik TPPU Emas Ilegal Rp992 Triliun, Toko Emas di Jatim Digeledah

Mari Elka Pangestu: Reformasi Bursa Jadi Kunci RI Raih Dana Asing Rp1.118 Triliun

Neraca Pembayaran 2025 Defisit US$7,8 Miliar, Tertekan Outflow Investasi Portofolio

Siap-siap! THR TNI/Polri dan ASN Mulai Disalurkan Minggu Pertama Ramadan

Purbaya Tolak Usulan IMF Naikkan PPh 21, Fokus Jaga Daya Beli Masyarakat

Strategi Pembiayaan APBN: Serapan Lelang SUN Tembus Rp40 Triliun di Tengah Penurunan Bids

Outlook Moody’s Negatif, BI Pastikan Likuiditas Perbankan Jumbo Tetap Solid

STABILITAS CHANNEL

Selanjutnya
Bank Mandiri Tunda Buka Cabang di Malaysia

Mandiri Kucurkan Kredit Modal Kerja ke MPP

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Perbankan
  • Keuangan
  • BUMN
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Sektor Riil
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance