Stabilitas.id– Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan komitmen pemerintah untuk menjaga stabilitas harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi guna membentengi daya beli masyarakat dari lonjakan harga minyak mentah global.
Sebagai konsekuensi fiskal, Kemenkeu berencana memangkas anggaran belanja kementerian dan lembaga (K/L) sekitar 10%. Ruang fiskal hasil efisiensi tersebut akan dialokasikan untuk menambah bantalan subsidi energi di tengah ketidakpastian geopolitik yang mengerek biaya logistik dan asuransi perang global.
“Pada dasarnya kami akan memotong anggaran. Saya akan batasi, anggaran-anggaran yang baru jangan diajukan lagi. Nah, menterinya kan malah mengajukan terus,” ujar Purbaya dengan nada seloroh usai melaksanakan salat Id di Masjid Salahuddin, kantor Direktorat Jenderal Pajak, Sabtu (21/3/2026).
BERITA TERKAIT
Penyisiran Belanja Non-Prioritas
Strategi penghematan ini akan dilakukan melalui penyisiran pos belanja non-prioritas serta penangguhan pengajuan tambahan anggaran baru dari berbagai instansi. Langkah radikal ini diambil agar APBN dapat berfungsi sebagai shock absorber (peredam kejut) bagi perekonomian domestik.
Menurut Purbaya, sejauh ini dampak volatilitas global terhadap ekonomi nasional belum terasa signifikan karena beban kenaikan harga masih diserap oleh pemerintah. “Kami menjaga betul supaya masyarakat bisa beraktivitas dengan normal. Semaksimal mungkin ke depan akan dijaga seperti itu,” imbuhnya.
Optimisme Pertumbuhan Ekonomi
Di sisi lain, momentum Ramadan dan Lebaran 2026 dinilai menjadi katalis positif bagi mesin pertumbuhan ekonomi. Purbaya memproyeksikan pertumbuhan ekonomi nasional mampu menyentuh kisaran 5,6% hingga 5,7% pada periode ini.
Angka tersebut dinilai cukup kuat mengingat konsumsi rumah tangga tetap menjadi motor utama penggerak PDB. Untuk mendukung target tersebut, pemerintah juga akan mendorong percepatan realisasi belanja negara agar tepat waktu guna menjaga sirkulasi uang di tingkat masyarakat.
“Fokus kami adalah menjaga konsumsi dalam negeri tetap kuat. Realisasi belanja akan didorong agar tepat waktu sehingga perputaran ekonomi terus terjaga di tengah kondisi global yang penuh ketidakpastian,” pungkasnya.***















