Jakarta – PT Jasa Marga (Persero) Tbk., menawarkan indikasi kupon di kisaran 8,14% hingga 10,07% untuk empat seri obligasi dalam Penawaran Umum Obligasi Berkelanjutan I Jasa Marga Tahap I Tahun 2013 Seri S. Ada pun nilai obligasi berkelanjutan tahap pertama tahun ini, sebanyak-banyaknya hingga Rp.2,1 triliun, dari total rencana obligasi berkelanjutan yang sebesar Rp5,95 triliun.
Iman Rachman, Direktur PT Mandiri Sekuritas menguraikan, kisaran kupon Seri A dengan tenor 1 tahun ditawarkan antara 8,14% – 9,33%. Kemudian kisaran kupon Seri B dengan tenor 3 tahun ditawarkan antara 8,73% – 9,92%. Selanjutnya, kisaran kupon Seri C dengan tenor 5 tahun, ditawarkan antara 8,88% – 10,07%. Dan dan Seri D dengan tenor 10 tahun, ndikasi kupon yang ditawarkan pada kisaran 9,07% – 10,07%.
Indikasi kupon keempat seri obligasi berkelanjutan tersebut berpatokan pada kupon obligasi negara (variable rate/VR)per 30 Agustus 2013. "Antara lain VR 26 sebagai banckmark seri A dengan spread 75-194 bps (basis point), VR 55 sebagai banckmark seri B dengan spread 80-199 bps, VR 66 sebagai banckmark seri C dengan spread 85-204 bps, dan VR 63 sebagai banckmark seri D dengan spread 65-165 bps," ungkap Iman dalam konferensi pers Due Diligence Meeting & Public Expose terkait penawaran umum Obligasi tersebut di Jakarta, Senin (2/9).
BERITA TERKAIT
Iman menjelaskan, sebagaimana dengan penerbitan obligasi pada umumnya, investor lokal lebih menjadi target utama. Namun, kendati pasar masih bergejolak, tidak menutup kemungkinan untuk ditawarkan kepada investor asing melalui kantor perwakilan Mandiri Sekuritas di luar negeri.
Adapun masa penawaran awal dilakukan mulai hari ini, Senin 2 September – 13 September 2013. Perseroan berharap sudah mendapatkan Pernyataan Efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tanggal 23 September 2013, sehingga masa penawaran umum dapat dimulai pada tanggal 25-26 September 2013. Jika prosesi berjalan lancar, penjatahan obligasi akan dilakukan pada tanggal 27 September 2013, dilanjutkan dengan distribusi obligasi secara elektronik pada tanggal 1 Oktober 2013, puncaknya adalah pencatatan obligasi di papan Bursa Efek Indonesia pada tanggal 2 Oktober 2013.
Di kesempatan yang sama. Ir.Adityawarman, Direktur Utama, PT Jasa Marga (Persero) Tbk, mengatakan, sebesar Rp1,7 triliun atau 84,36% dari nilai obligasi tahap I 2013 yang sebesar Rp2,1 triliun akan digunakan untuk refinancing obligasi terdahulu. "Sementara sisanya nanti untuk penyertaan di anak usaha dan peningkatan kapasital tol yang telah beroperasi," tukas Adityawarman.
Berdasar materi Due Diligence Meeting & Public Expose terkait penawaran umum Obligasi disebutkan, refinancing obligasi Perseroan mencakup tiga seri obligasi yang semuanya akan jatuh tempo pada kuartal IV 2013.
Antara lain, pertama Obligasi Jasa Marga XI Seri P Tahun 2003 senilai Rp1 triliun, yang diterbitkan pada tanggal 10 Oktober 2003 yang akan jatuh tempo pada tanggal 10 Oktober 2013. Kedua, Obligasi Jasa Marga I Seri JM-10 (zero coupon) senilai Rp500 lima ratus miliar yang diterbitkan pada tanggal 12 Oktober 2010 yang akan jatuh tempo pada tanggal 12 Oktober 2013. Ketiga, Obligasi Jasa Marga JORR I senilai Rp271, 6 miliar yang diterbitkan pada tanggal 19 Nopember 2003 yang akan jatuh tempo pada tanggal 19 Nopember 2013 dengan tingkat bunga mengambang (floating).
Selanjutnya, penggunaan dana hasil obligasi sekitar 7,48% untuk kegiatan pengembangan usaha Perseroan melalui Penyertaan Modal untuk tiga anak usaha Perseroan, antara lain; PT Marga Nujyasumo Agung (MNA) 2,36% guna pembebasan lahan dan biaya konstruksi pada Ruas Jalan Tol Surabaya-Mojokerto; PT Marga Lingkar Jakarta (MLJ) 2,26%, untuk pembebasan lahan dan biaya konstruksi pada Ruas Jalan Tol Lingkar Luar Jakarta Seksi W2 Utara; dan PT Margabumi Adhikarya (MBAR) 2,86%, yang akan digunakan untuk pembebasan lahan dan biaya konstruksi pada Ruas Jalan Tol Gempol-Pasuruan.
Adityawarman menyebutkan, saat ini Perseroan telah mengoperasikan jalan tol mencapai 545 km, dengan pangsa pasar sebesar 73%. Data per Desember 2012 mencatat volume lalu lintas harian rata-rata mencapai 3.745.000 mobil per hari dengan pendapatan Rp13 miliar per hari.
"Ada 3 ruas tol yang siap diperasikan akhir tahun ini. Yakni tol Nusa Dua-Ngurah Rai-Benoa 10 km kita harapkan bisa operasi bulan ini. Kemudian tol Semarang-Solo seksi 2, dan sambungan JORR 1 (Kebun Jeruk-Ciledug-Meruya)," kata Adityawarman.
Sementara untuk rencana ruas tol baru, disebutkan Adityawarman, ada potensi sekira 215 km ruas tol pada 2015. "Dari program pemerintah ada Medan-Kuala Namu 60 km, Trans Sumatera 27-30 km, kemudian di Kalimantan dan Jawa," ungkap dia.
Perseroan saat ini masih mempunyai kekuatan equty di kisaran Rp15 – Rp20 triliun untuk sekira 100 – 150 km. "Kita sudah lolos prakualifikasi untuk Medan-Kualanamu dengan 3 perusahaan lain. Semoga kita yang dapat tendernya," harap Adityawarman.





.jpg)










