KB Bank mencatatkan pertumbuhan total aset 12,71% yoy menjadi Rp86,11 triliun dan lonjakan pendapatan bunga bersih (NII) sebesar 54,44% pada Semester I 2026.
Stabilitas.id – PT Bank KB Indonesia Tbk (KB Bank) terus memamerkan otot fundamental bisnisnya sepanjang paruh pertama tahun 2026. Lembaga perbankan yang bernaung di bawah ekosistem KB Financial Group (KBFG) ini sukses membukukan rapor keuangan yang sangat solid. Kinerja gemilang tersebut tercermin kuat dari tren positif pertumbuhan aset, peningkatan kualitas pendanaan, hingga perbaikan kemampuan perseroan dalam mencetak margin keuntungan.
Total aset KB Bank terpantau melesat 12,71 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) menembus angka Rp86,11 triliun pada Semester I 2026. Pertumbuhan aset ini berjalan selaras dengan kelincahan perseroan dalam memacu fungsi intermediasi. Penyaluran kredit sukses menorehkan angka Rp44,97 triliun atau tumbuh 4,38 persen yoy. Manajemen memastikan ekspansi kredit ini berjalan secara selektif dengan memegang teguh prinsip kehati-hatian terhadap kualitas aset maupun profil risiko perbankan.
Sisi pendanaan turut memamerkan postur yang semakin kokoh dan efisien. Himpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) merangkak naik 12,44 persen yoy menjadi Rp45,57 triliun. Pencapaian ini mendapat sokongan penuh dari lonjakan porsi dana murah atau Current Account and Savings Account (CASA) yang terbang 15,25 persen yoy menjadi Rp14,71 triliun. Manuver tersebut berhasil mengerek rasio CASA perseroan ke level 32,27 persen, mengamankan posisi ideal di atas ambang batas 30 persen.
BERITA TERKAIT
Optimalisasi struktur pendanaan dan penyaluran kredit pada akhirnya bermuara pada lonjakan profitabilitas yang signifikan. Pendapatan bunga bersih atau Net Interest Income (NII) terbang tinggi 54,44 persen yoy menyentuh Rp695 miliar. Rasio Net Interest Margin (NIM) perseroan juga ikut terkatrol naik menjadi 1,96 persen dari posisi 1,33 persen pada periode yang sama tahun sebelumnya. Perbaikan kualitas portofolio kredit turut terlihat jelas dari penyusutan rasio Loan at Risk (LAR) yang membaik ke level 21,93 persen, turun lumayan tajam dari angka 24,45 persen pada Semester I 2025.
Direktur Utama KB Bank, Kunardy Darma Lie, memandang rapor keuangan ini sebagai manifestasi konsistensi perseroan dalam membangun fondasi pertumbuhan bisnis yang lebih sehat dan berkelanjutan di tengah dinamika industri.
“Kami terus memperkuat fundamental bisnis KB Bank melalui pertumbuhan yang terarah, penguatan struktur pendanaan, peningkatan kualitas aset, serta perbaikan kemampuan Bank dalam menghasilkan pendapatan,” tegas Kunardy menyoroti efisiensi kinerja perusahaannya. Langkah taktis ini sengaja dikalibrasi agar perseroan mampu menjaga ekuilibrium antara pertumbuhan ekspansi dan kualitas aset.
Proses audit laporan keuangan Semester I 2026 ini rupanya memikul misi strategis korporasi yang lebih besar. Manajemen memuluskan tahapan audit ini demi merampungkan pembentukan Perusahaan Induk Konglomerasi Keuangan (PIKK). Aksi akuntabilitas tersebut sekaligus menjadi karpet merah bagi rencana strategis KB Bank untuk menerbitkan obligasi global (global bond) dalam waktu dekat. Rangkaian upaya transparansi ini mempertegas komitmen bank dalam menyajikan informasi keuangan yang kredibel bagi seluruh pemangku kepentingan.***

















