Stabilitas.id — PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) membukukan laba bersih konsolidasian sebesar Rp4 triliun sepanjang 2025, tumbuh 14% secara tahunan (year-on-year/yoy). Pertumbuhan tersebut ditopang ekspansi kredit yang solid, peningkatan dana murah, serta penurunan biaya kredit di tengah kualitas aset yang tetap terjaga.
Berdasarkan laporan kinerja tahun buku 2025, total kredit dan trade finance perseroan mencapai Rp212,7 triliun atau naik 9% yoy. Secara rinci, kredit lini Enterprise Banking and Financial Institution tumbuh 14%, disusul Consumer Banking 10% dan SME Banking 7%. Sementara itu, pembiayaan anak usaha, PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk, meningkat 2% yoy.
Di sisi pendanaan, dana pihak ketiga (DPK) tumbuh 16% yoy menjadi Rp176,9 triliun. Pertumbuhan tersebut terutama berasal dari giro dan tabungan (CASA) yang naik 18% yoy menjadi Rp75,2 triliun. Kenaikan dana murah turut menopang margin bunga bersih (net interest margin/NIM) yang tercatat 7,7% pada 2025.
Dari sisi pendapatan, Danamon mencatatkan pendapatan operasional sebesar Rp21,6 triliun atau tumbuh 5% yoy. Pendapatan nonbunga meningkat 9% yoy menjadi Rp3,7 triliun, dengan kontribusi signifikan dari pendapatan tresuri yang melonjak 64% yoy. Laba operasional sebelum pencadangan (pre-provision operating profit/PPOP) tercatat Rp9,6 triliun atau naik 4% yoy.
Penurunan biaya kredit sebesar 10% yoy menjadi katalis pertumbuhan laba bersih dua digit. Rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) bruto membaik menjadi 1,7%, turun 20 basis poin dibandingkan tahun sebelumnya. Rasio cakupan NPL tercatat 280,7%, sementara loan-at-risk (LAR) berada di level 8,3% dengan LAR coverage ratio meningkat menjadi 54,9%.
Dari sisi permodalan dan likuiditas, rasio kecukupan modal (KPMM) konsolidasian tercatat 25,4%, rasio cakupan likuiditas (LCR) 158,9%, dan net stable funding ratio (NSFR) 117,9%, seluruhnya berada di atas ketentuan regulator.
Direktur Utama Danamon Daisuke Ejima mengatakan perseroan akan melanjutkan strategi pertumbuhan berbasis ekosistem dan transformasi digital pada 2026. Tahun lalu, Danamon juga memperoleh persetujuan sebagai perusahaan induk konglomerasi keuangan (PIKK) dari Otoritas Jasa Keuangan untuk Konglomerasi Keuangan MUFG di Indonesia.
Sebagai bagian dari grup Mitsubishi UFJ Financial Group Inc. (MUFG), Danamon memiliki aset konsolidasian Rp275,7 triliun per akhir 2025. MUFG Bank Ltd. tercatat sebagai pemegang saham pengendali dengan kepemilikan 92,47% saham BDMN.***





.jpg)










