• Redaksi
  • Iklan
  • Majalah Digital
  • Kontak Kami
Minggu, September 6, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
 
Home ESG

Laporan LSEG: Saham Sektor Hijau Melesat, Margin Keuntungan Lampaui Pasar Global

oleh Sandy Romualdus
28 Agustus 2026 - 11:23
8
Dilihat
Laporan LSEG: Saham Sektor Hijau Melesat, Margin Keuntungan Lampaui Pasar Global
0
Bagikan
8
Dilihat

Laporan LSEG mencatat nilai pasar ekonomi hijau global menembus US$10 triliun, menjadikannya sektor terbesar ketiga di dunia melampaui sektor kesehatan.

Stabilitas.id — Nilai pasar ekonomi hijau global mencatatkan rekor baru setelah menembus angka US$10 triliun (sekitar Rp176,92 kuadriliun). Akselerasi ini didorong oleh kuatnya permintaan terhadap elektrifikasi, efisiensi energi, serta upaya peningkatan ketahanan energi di tengah gejolak harga bahan bakar fosil.

  • Baca juga: Bawa 30 Perusahaan Tiongkok, Dubes RI Kantongi Komitmen Investasi US$ 2 Miliar

Berdasarkan laporan Investing in the Green Economy 2026: Resilience and Reacceleration edisi ketujuh yang dirilis London Stock Exchange Group (LSEG), pendapatan dari sektor hijau tumbuh 5,3% pada tahun lalu menjadi US$5,5 triliun (sekitar Rp97,31 kuadriliun). Angka ini mencakup omzet dari lebih dari 21.000 perusahaan serta 133 jenis produk dan layanan ramah lingkungan.

Dengan pencapaian tersebut, ekonomi hijau kini mengukuhkan posisinya sebagai sektor industri terbesar ketiga di dunia. Posisinya berada tepat di bawah sektor teknologi dan industri, serta berhasil melampaui kapitalisasi sektor kesehatan.

BERITA TERKAIT

Bawa 30 Perusahaan Tiongkok, Dubes RI Kantongi Komitmen Investasi US$ 2 Miliar

Catut Nama OJK dan ALUDI, Investasi Ekonomi Hijau Econext Ventures Ditutup

BRI Nyalakan Lilin Ekonomi Desa Lewat Infrastruktur PLTS Berbasis BESS

Sinyal Positif dari Beijing: Emisi Panda Bond RI Ditunda Akibat Antusiasme Investor Kakap

Tak hanya itu, pasar obligasi berwawasan lingkungan (green bond) global turut membukukan rekor penerbitan tertinggi sepanjang masa sebesar US$605 miliar (sekitar Rp10,7 kuadriliun) pada 2025, atau tumbuh 5,7% secara tahunan (year-on-year). Sektor swasta mendominasi dengan menyumbang 68% dari total penerbitan green bond global.

“Yang kita lihat saat ini adalah lahirnya ekonomi hijau sebagai penggerak utama pertumbuhan global, yang didukung oleh perluasan pendapatan di berbagai sektor, kinerja jangka panjang yang kuat, serta pasar modal yang kian dalam,” ujar Jaakko Kooroshy, Kepala Riset Investasi Berkelanjutan Global LSEG, dikutip Jumat (28/8/2026).

Kinerja Keuangan dan Imbal Hasil Unggul

  • Baca juga: Catut Nama OJK dan ALUDI, Investasi Ekonomi Hijau Econext Ventures Ditutup

Secara finansial, perusahaan-perusahaan yang berada dalam Indeks FTSE EOAS (perusahaan dengan porsi pendapatan hijau di atas 20%) mencatatkan kinerja 1,4% lebih tinggi dibandingkan pasar saham secara umum selama periode 12 bulan hingga April 2026.

Bahkan, bagi korporasi dengan porsi pendapatan hijau melebihi 50%, marjin laba sebelum pajak, bunga, dan penyusutan (EBITDA) tercatat 2% hingga 4% lebih tinggi dibandingkan perusahaan non-hijau di Indeks FTSE All-World. LSEG menguraikan bahwa sejak 2008, saham-saham sektor hijau secara kumulatif telah mengungguli indeks saham dunia hingga 130%, dengan rata-rata pertumbuhan tahunan mencapai 18% dibanding rata-rata pasar 12%.

Studi terpisah dari World Economic Forum (WEF) dan Boston Consulting Group (BCG) memproyeksikan ekonomi hijau bakal menghasilkan pendapatan tahunan lebih dari US$7 triliun (sekitar Rp123,84 kuadriliun) pada 2030.

Peta Kekuatan: Dominasi AS dan Asia

Dari pemetaan wilayah, Amerika Serikat (AS) masih memimpin dari sisi nilai pasar ekonomi hijau yang mencapai US$6 triliun (sekitar Rp106,15 kuadriliun) atau menyumbang 57% dari total global. Lebih dari seperempat pendapatan hijau dunia berasal dari AS, dengan kontribusi utama disokong oleh perusahaan komputasi awan (cloud computing), pengolahan limbah, energi nuklir, dan sistem irigasi modern.

Dari segi investasi fisik, China menempati posisi puncak sebagai investor energi bersih terbesar di dunia dengan nilai alokasi US$625 miliar pada 2025 (30% dari total investasi dunia), disusul AS sebesar US$400 miliar per tahun.

  • Baca juga: BRI Nyalakan Lilin Ekonomi Desa Lewat Infrastruktur PLTS Berbasis BESS

Secara kawasan, Asia menyumbang hampir separuh dari total pendapatan hijau global berkat aktivitas bisnis di China, Jepang, Hong Kong, dan Korea Selatan. Sektor kendaraan listrik (electric vehicle/EV) menjadi motor penggerak utama dengan kenaikan pendapatan mencapai US$62 miliar, di mana satu dari empat mobil yang terjual secara global pada tahun lalu merupakan mobil listrik.

“Transisi hijau kini memasuki babak baru yang tidak hanya ditentukan oleh pengurangan emisi karbon, tetapi juga oleh ketahanan energi dan daya saing ekonomi,” pungkas Kooroshy. ***

Tags: Ekonomi HijauEnergi Terbarukangreen bondGreen EconomyInvestasi Berkelanjutankendaraan listrikLSEGobligasi hijaupasar modal global
 
 
 
 
 
Sebelumnya

Kredit SME CIMB Niaga Tembus Rp27,01 Triliun, Sektor Perdagangan dan Manufaktur Jadi Penopang

Selanjutnya

Laba Bank Sampoerna Melonjak 41,29% di Semester I/2026, Kredit UMKM Tembus Rp6,2 Triliun

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Inflasi di Atas Target, The Fed Didesak Tunda Akselerasi Pemangkasan Suku Bunga

Sinyal Hawkish The Fed Membingungkan Pasar, Keputusan Suku Bunga September Bergantung Data Inflasi

oleh Stella Gracia
5 September 2026 - 14:09

Deputi Gubernur The Fed Christopher Waller menyatakan arah suku bunga September sangat bergantung pada data inflasi Agustus. Pasar pangkas probabilitas...

Tanggapi Hasil Review MSCI, OJK Sebut Daya Tahan Investor Lokal Mampu Redam Outflow

MARKET INSIGHT : IHSG Melesat ke 6.667 & Emas Antam Tembus Rp 2,71 Juta

oleh Sandy Romualdus
5 September 2026 - 10:05

Simak analisis mendalam pasar keuangan 5 September 2026. Ulasan teknikal IHSG, penguatan Rupiah ke Rp 17.608/USD, lonjakan harga emas Antam...

Tanggapi Hasil Review MSCI, OJK Sebut Daya Tahan Investor Lokal Mampu Redam Outflow

JPMorgan Patok Target IHSG 7.000 di Akhir 2026, Soroti Resiliensi Emiten dan Disiplin Fiskal

oleh Stella Gracia
4 September 2026 - 22:07

JPMorgan memproyeksikan IHSG mencapai level 7.000 pada akhir 2026. Resiliensi kinerja emiten dan disiplin batas defisit APBN 3% dinilai menjadi...

Tanggapi Hasil Review MSCI, OJK Sebut Daya Tahan Investor Lokal Mampu Redam Outflow

Arah IHSG, Nasib Rupiah, dan Prospek Saham Blue Chip Jelang Akhir Pekan

oleh Sandy Romualdus
4 September 2026 - 10:52

Dapatkan analisis pasar mendalam hari ini. Pantau arah pergerakan IHSG, nilai tukar Rupiah, harga emas Antam, harga minyak dunia, dan...

Tanggapi Hasil Review MSCI, OJK Sebut Daya Tahan Investor Lokal Mampu Redam Outflow

Lonjakan Inflasi dan Redupnya Manufaktur: Uji Ketahanan Sektor Konsumer vs Risk-Reward Perbankan

oleh Sandy Romualdus
4 September 2026 - 10:29

Ada risiko pasar dan strategi portofolio pasca-lonjakan inflasi Agustus 2026, kontraksi PMI manufaktur, serta prospek resiliensi sektor perbankan vs sektor...

Tanggapi Hasil Review MSCI, OJK Sebut Daya Tahan Investor Lokal Mampu Redam Outflow

Saham Blue Chip dan Komoditas Jadi Pemain Utama, Ini Top 10 Saham Pilihan Mandiri Sekuritas

oleh Sandy Romualdus
3 September 2026 - 18:47

Mandiri Sekuritas memproyeksikan IHSG mencapai level 6.810 pada akhir tahun 2026. Pemulihan pasar saham didorong oleh rotasi ke sektor komoditas,...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK dan Bappebti Perkuat Sinergi dalam Pengawasan Derivatif Keuangan Berbasis Efek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LinkUMKM Tembus 14 Juta User, BRI Dorong Kerajinan Ramah Lingkungan Go International

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cetak Duta Literasi Keuangan, OJK Integrasikan Kecakapan Finansial ke Dasa Dharma Pramuka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cetak Sejarah, Bale Syariah BSN Jadi Mobile Banking Pertama Bisa Top Up KMT Commuter Line

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Sinyal Hawkish The Fed Membingungkan Pasar, Keputusan Suku Bunga September Bergantung Data Inflasi

MARKET INSIGHT : IHSG Melesat ke 6.667 & Emas Antam Tembus Rp 2,71 Juta

JPMorgan Patok Target IHSG 7.000 di Akhir 2026, Soroti Resiliensi Emiten dan Disiplin Fiskal

BI Guyur Insentif Likuiditas Rp446,5 Triliun, KSSK Minta Perbankan Genjot Kredit UMKM

RUPSLB BTN Rombak Lima Kursi Direksi, Nixon Napitupulu Tetap Menjabat Dirut

AAUI Soroti Target OJK dan Tantangan Reasuransi di Tengah Tergerusnya Laba Industri

Penarikan Dana SAL Ditunda, Dirut BTN Sebut Tekanan Perebutan DPK Mulai Mereda

Perkuat Customer Experience, CIMB Niaga Tebar Promo dan Gelar Engagement di Harpelnas 2026

Arah IHSG, Nasib Rupiah, dan Prospek Saham Blue Chip Jelang Akhir Pekan

STABILITAS CHANNEL

 
 
Selanjutnya
Laba Bank Sampoerna Melonjak 41,29% di Semester I/2026, Kredit UMKM Tembus Rp6,2 Triliun

Laba Bank Sampoerna Melonjak 41,29% di Semester I/2026, Kredit UMKM Tembus Rp6,2 Triliun

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance