• Redaksi
  • Iklan
  • Majalah Digital
  • Kontak Kami
Minggu, Februari 22, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Perbankan
  • Keuangan
  • BUMN
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Sektor Riil
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Perbankan
  • Keuangan
  • BUMN
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Sektor Riil
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Membaca Peta Ekonomi Nasional dari Panggung Pertemuan Tahunan BI 2025

oleh Sandy Romualdus
4 Desember 2025 - 08:05
17
Dilihat
Membaca Peta Ekonomi Nasional dari Panggung Pertemuan Tahunan BI 2025
0
Bagikan
17
Dilihat

Stabilitas.id – Indonesia kembali menegaskan pijakan strategisnya dalam perekonomian global melalui Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) 2025. Dari panggung utama Kantor Pusat Bank Indonesia, Jakarta, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pesan yang bukan sekadar arahan, tetapi sebuah mandat: Indonesia harus berdiri di atas kaki sendiri, bergerak cepat, dan tidak tergantung pada kekuatan asing. Momen PTBI tahun ini bukan hanya ritual tahunan, tetapi refleksi kemana arah ekonomi nasional akan dibawa—dan seberapa besar kesiapan bangsa menghadapi dunia yang kian tak menentu.

Ketika Presiden Prabowo Subianto naik ke podium, ruangan yang dipenuhi pemangku kepentingan ekonomi langsung terpaku pada satu alur narasi: ketahanan ekonomi 2025 adalah bukti bahwa Indonesia mampu menghadapi badai global, tetapi tantangan yang lebih besar menunggu di depan.

“Kita harus percaya kepada kekuatan kita sendiri dan tidak boleh tergantung kepada negara lain,” tegas Prabowo. Kalimat itu bukan slogan, melainkan arah kebijakan. Presiden menekankan bahwa sinergi fiskal–moneter sepanjang 2025 menghasilkan stabilitas yang membanggakan, dan stabilitas itu harus digunakan untuk menggerakkan pertumbuhan yang lebih agresif.

BERITA TERKAIT

Neraca Pembayaran 2025 Defisit US$7,8 Miliar, Tertekan Outflow Investasi Portofolio

Siap-siap! THR TNI/Polri dan ASN Mulai Disalurkan Minggu Pertama Ramadan

Purbaya Tolak Usulan IMF Naikkan PPh 21, Fokus Jaga Daya Beli Masyarakat

Outlook Moody’s Negatif, BI Pastikan Likuiditas Perbankan Jumbo Tetap Solid

Prabowo menyoroti bahwa dunia sedang memasuki fase penuh ketidakpastian—perang tarif Amerika Serikat yang tak kunjung mereda, tensi geopolitik yang melebar, hingga lonjakan suku bunga global yang menimbulkan tekanan pada negara berkembang. Di tengah situasi itu, Indonesia justru berhasil tampil sebagai salah satu negara yang ekonominya tumbuh stabil dan inflasinya terkendali.

Arahan Presiden membawa pesan ganda: apresiasi kepada BI atas capaian 2025, sekaligus dorongan agar kebijakan ke depan lebih tegas, lebih mandiri, dan lebih pro-rakyat. Kebijakan, katanya, perlu “dirumuskan dengan ketenangan, dilaksanakan dengan kepercayaan diri, dan dengan tekad untuk berdiri di atas kaki kita sendiri.”

Pada titik ini, PTBI menjadi ruang untuk menyelaraskan seluruh penyelenggara ekonomi—pemerintah, BI, OJK, LPS, perbankan, korporasi, hingga pemerintah daerah—agar visi kemandirian nasional tidak berhenti sebagai jargon.

Optimisme Bank Indonesia

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyambut arahan Presiden dengan kerangka prospek yang penuh optimisme namun tetap beralas kewaspadaan. BI memprakirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia 2025 berada di kisaran 4,7–5,5%, dan meningkat lebih tinggi pada 2026 dan 2027—mendekati rentang 6%.

Pendorongnya tidak berubah: konsumsi domestik yang kuat, investasi yang pulih, dan ekspor yang tetap solid meski ekonomi dunia terus melambat. Inflasi pun diperkirakan tetap berada dalam sasaran 2,5±1% hingga 2027, berkat koordinasi erat antara kebijakan moneter dan kebijakan fiskal, termasuk pengendalian inflasi daerah dan langkah-langkah ketahanan pangan nasional.

Namun, Perry tidak menutup mata terhadap risiko global yang kian dominan. Ia menyebut lima tantangan besar yang harus diwaspadai: Kebijakan tarif tinggi Amerika Serikat yang berkepanjangan; Perlambatan ekonomi dunia; Lonjakan utang dan suku bunga negara maju; Meningkatnya kerentanan sistem keuangan global, dan Maraknya instrumen kripto dan stablecoin yang berpotensi mengganggu stabilitas.

Sinyal ini memberi dua pesan: Indonesia masih punya ruang tumbuh, tetapi tekanan global dapat mengganggu transmisi kebijakan jika tidak diantisipasi.

Di sinilah urgensi sinergi kebijakan menjadi terasa. BI menegaskan bahwa transformasi sektor riil harus bergerak paralel: industrialisasi berbasis hilirisasi, penguatan industri teknologi, pengembangan sektor padat karya, dan reformasi struktural seperti perbaikan iklim investasi, percepatan infrastruktur, hingga strategi perdagangan melalui KEK.

Menyiapkan Mesin Pertumbuhan Baru

Salah satu pokok bahasan terpenting dalam PTBI 2025 adalah arah bauran kebijakan Bank Indonesia pada tahun 2026. Perry Warjiyo menegaskan bahwa kebijakan moneter akan tetap “pro-stability” untuk menjaga nilai rupiah dan mengendalikan inflasi, namun BI mulai membuka ruang kebijakan “pro-growth” agar pertumbuhan ekonomi dapat didorong lebih kuat.

Kebijakan makroprudensial didesain untuk memperlonggar ruang pembiayaan, terutama bagi sektor produktif, UMKM, dan industri prioritas nasional. Sementara itu, kebijakan sistem pembayaran diarahkan untuk memperkuat inklusi digital, memodernisasi layanan pembayaran, dan meningkatkan interkoneksi antar-platform ekonomi digital.

Di sisi lain, BI mempercepat pendalaman pasar uang dan pasar valas melalui kerangka BPPU 2030. Upaya ini tidak hanya bertujuan memperkuat transmisi kebijakan moneter, tetapi juga menciptakan pasar keuangan yang lebih dalam, lebih likuid, dan lebih berstandar internasional—sebuah syarat penting untuk meminimalkan kerentanan terhadap shock global.

Transformasi internal BI juga menjadi sorotan utama. Melalui Integrated Digital Central Bank (IDCB), BI mempercepat digitalisasi proses kebijakan, termasuk integrasi data, penyederhanaan alur kerja, dan peningkatan kapabilitas analitik. Penguatan SDM dilakukan melalui pembentukan kapabilitas baru yang relevan dengan ekonomi digital, manajemen risiko modern, dan kepemimpinan adaptif.

Tahun 2025 menjadi bukti efektivitas transformasi tersebut, ditandai dengan 10 penghargaan internasional yang diraih BI. Penghargaan itu bukan tujuan, tetapi indikator bahwa bank sentral Indonesia sedang menegaskan posisinya sebagai institusi yang mampu beradaptasi cepat, relevan dengan dinamika pasar global, dan semakin diakui di panggung internasional.

PTBI 2025 juga dirangkaikan dengan penganugerahan TPID Award dan TP2DD Championship untuk pemerintah daerah dengan kinerja terbaik dalam pengendalian inflasi dan digitalisasi keuangan daerah. Selain itu, BI Award diberikan kepada 47 mitra strategis dari lembaga keuangan, industri pembayaran, akademisi, perbankan, dan pelaku usaha. Tiga Special Award juga diberikan sebagai bentuk penghargaan kepada pihak yang dinilai memiliki kontribusi besar dalam menjaga nasionalisme dan kedaulatan Republik Indonesia.

Seluruh rangkaian penghargaan ini menggambarkan bahwa stabilitas ekonomi tidak lahir dari satu lembaga, tetapi dari kolaborasi ekosistem yang luas—dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, sektor keuangan, hingga pelaku industri.***

Tags: #Ekonomi DigitalBank Indonesiabauran kebijakan BIBI AwardBPPU 2030ekonomi 2026HilirisasiIDCBinflasi 2025investasikebijakan moneterkebijakan pro-growthkonsumsi nasionalPasar Uangpasar valasPerry WarjiyoPertumbuhan Ekonomi IndonesiaPrabowo Subiantoproyeksi BIPTBI 2025sinergi fiskal moneterStabilitas Sistem KeuanganTP2DD ChampionshipTPID AwardTransformasi BI
 
 
 
 
Sebelumnya

Tanggap Bencana, BRI Salurkan Bantuan Untuk Percepat Pemulihan Warga Terdampak Bencana di Sumut-Sumbar

Selanjutnya

Perry Warjiyo: Optimisme dan Sinergi Jadi Fondasi Ekonomi 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

OJK Sikat Influencer Saham BVN, Denda Rp5,35 Miliar Akibat Manipulasi Pasar

OJK Sikat Influencer Saham BVN, Denda Rp5,35 Miliar Akibat Manipulasi Pasar

oleh Sandy Romualdus
20 Februari 2026 - 19:31

Stabilitas.id — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengambil langkah tegas terhadap praktik manipulasi pasar yang melibatkan pegiat media sosial. Otoritas resmi...

Gadai Emas Syariah

Bareskrim Bidik TPPU Emas Ilegal Rp992 Triliun, Toko Emas di Jatim Digeledah

oleh Sandy Romualdus
20 Februari 2026 - 16:03

Stabilitas.id – Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri mulai membongkar jaringan pencucian uang terkait aktivitas penambangan emas tanpa...

Neraca Pembayaran 2025 Defisit US$7,8 Miliar, Tertekan Outflow Investasi Portofolio

Neraca Pembayaran 2025 Defisit US$7,8 Miliar, Tertekan Outflow Investasi Portofolio

oleh Stella Gracia
20 Februari 2026 - 15:43

Stabilitas.id – Bank Indonesia (BI) melaporkan Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) sepanjang 2025 membukukan defisit sebesar US$7,8 miliar. Realisasi ini berbalik...

Purbaya: Kebijakan Pro-Growth Berhasil Balikkan Arah Ekonomi, Fondasi 2026 Lebih Kuat

Siap-siap! THR TNI/Polri dan ASN Mulai Disalurkan Minggu Pertama Ramadan

oleh Stella Gracia
20 Februari 2026 - 15:38

Stabilitas.id – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan penyaluran Tunjangan Hari Raya (THR) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), prajurit TNI,...

Strategi Transisi Ekonomi: Menkeu Purbaya Siapkan Stimulus ‘Habis-habisan’ di Kuartal I/2026

Purbaya Tolak Usulan IMF Naikkan PPh 21, Fokus Jaga Daya Beli Masyarakat

oleh Stella Gracia
20 Februari 2026 - 15:30

Stabilitas.id – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pemerintah belum berencana menaikkan tarif Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 21 atau pajak...

BI: KPR Dominasi 74% Pembelian Rumah, Aset Properti Tumbuh Terbatas di Q3 2025

Strategi Pembiayaan APBN: Serapan Lelang SUN Tembus Rp40 Triliun di Tengah Penurunan Bids

oleh Stella Gracia
20 Februari 2026 - 15:24

Stabilitas.id – Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan memutuskan untuk menarik utang sebesar Rp40 triliun...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Puncak BIK 2025: Ribuan Warga Banyumas Dapat Akses Keuangan Baru dari LJK

    OJK Tunjuk Friderica sebagai ADK Pengganti Ketua dan Wakil Ketua OJK

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kasus Scam di Indonesia Tertinggi di Dunia, Capai 274 Ribu Laporan dalam Setahun

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK Akhiri Riwayat BPR Bank Cirebon, Ini Kronologi Lengkapnya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 1 Sak Mortar Plester Berapa m²? Simak Cara Hitung dan Keunggulan Semen Merah Putih

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Rekam Jejak Panji Irawan, Dirut Bank Mandiri Taspen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Diteror Debt Collector, Nasabah Seret Aplikasi Pinjol AdaKami ke Pengadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kasus Korupsi Pertamina, Riza Chalid Masuk Daftar Buronan Internasional

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

HPSN 2026: BNI Perkuat Aksi Lingkungan, 423 Kg Sampah Berhasil Diangkut dari Pantai Mertasari

BNI Rayakan Imlek 2577 Kongzili Bersama Nasabah, Perkuat Komitmen Tumbuh Berkelanjutan

OJK Sikat Influencer Saham BVN, Denda Rp5,35 Miliar Akibat Manipulasi Pasar

Bareskrim Bidik TPPU Emas Ilegal Rp992 Triliun, Toko Emas di Jatim Digeledah

Mari Elka Pangestu: Reformasi Bursa Jadi Kunci RI Raih Dana Asing Rp1.118 Triliun

Neraca Pembayaran 2025 Defisit US$7,8 Miliar, Tertekan Outflow Investasi Portofolio

Siap-siap! THR TNI/Polri dan ASN Mulai Disalurkan Minggu Pertama Ramadan

Purbaya Tolak Usulan IMF Naikkan PPh 21, Fokus Jaga Daya Beli Masyarakat

Strategi Pembiayaan APBN: Serapan Lelang SUN Tembus Rp40 Triliun di Tengah Penurunan Bids

STABILITAS CHANNEL

Selanjutnya
Perry Warjiyo: Optimisme dan Sinergi Jadi Fondasi Ekonomi 2026

Perry Warjiyo: Optimisme dan Sinergi Jadi Fondasi Ekonomi 2026

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Perbankan
  • Keuangan
  • BUMN
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Sektor Riil
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance