• Redaksi
  • Iklan
  • Majalah Digital
  • Kontak Kami
Minggu, Februari 22, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Perbankan
  • Keuangan
  • BUMN
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Sektor Riil
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Perbankan
  • Keuangan
  • BUMN
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Sektor Riil
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
Home Perbankan

Membedah Strategi ‘Build, Battle, Beat’: Cetak Biru BTN Menguasai Ekosistem Gaya Hidup 2026

oleh Sandy Romualdus
14 Februari 2026 - 15:56
7
Dilihat
BTN Expo 2026, Etalase Transformasi BTN Menuju Bank Modern
0
Bagikan
7
Dilihat

Oleh: Romualdus San Udika

Di lantai bursa dan ruang-ruang rapat korporasi, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BTN) selama puluhan tahun identik dengan satu kata: KPR. Namun, memasuki awal 2026, bank pelat merah ini sedang mempertontonkan sebuah simfoni transformasi yang jauh lebih kompleks dari sekadar urusan cicilan rumah.

Sebut saja melalui gelaran BTN Expo 2026 yang mengusung tema provokatif “Build, Battle, and Beat”, bank yang baru saja merayakan hari jadi ke-76 ini secara de facto mendeklarasikan diri sebagai pemain utama dalam ekosistem gaya hidup terintegrasi. Bukan lagi sekadar penyalur kredit, melainkan dirigen bagi orkestra ekonomi yang menghubungkan hunian, UMKM, teknologi, hingga talenta masa depan.

BERITA TERKAIT

Tutup BTN Expo 2026, BTN Housingpreneur 2025 Lahirkan Inovator Muda Ekosistem Perumahan

BTN Expo 2026, Etalase Transformasi BTN Menuju Bank Modern

BTN Buru Inovator Muda Perumahan Lewat Housingpreneur 2025

Bank Mandiri Perkuat Komitmen ESG Melalui KPR Hijau

Melampaui Tembok Bata dan Semen

Transformasi ini dipicu oleh kesadaran bahwa rumah bukanlah komoditas tunggal yang berdiri sendiri. Dalam visi Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu, sektor perumahan memerlukan “pengungkit” baru untuk terus bertumbuh di tengah dinamika ekonomi global yang volatil. BTN Expo 2026 menjadi panggung pembuktian di mana akses perumahan, peluang usaha, hingga pengembangan karier dilebur dalam satu platform. Strategi ini merefleksikan pergeseran paradigma dari product-centric menuju ecosystem-centric, sebuah langkah berani yang menempatkan BTN selangkah di depan dalam kompetisi bank modern di Indonesia.

Nixon menegaskan bahwa BTN Expo bukan sekadar pameran properti musiman yang mengejar angka penjualan sesaat. Lebih dari itu, ajang ini merupakan kristalisasi dari strategi jangka panjang perseroan untuk merangkul seluruh mata rantai ekonomi perumahan. Dari pengembang besar hingga UMKM kuliner, dari pencari kerja hingga inovator startup, semua ditarik masuk ke dalam orbit bisnis BTN. Hasilnya mulai terlihat pada fundamental perusahaan; di tengah transformasi masif ini, BTN tetap mampu mencatatkan laba bersih sebesar Rp3,5 triliun, sebuah validasi bahwa strategi ekosistem tidak mengabaikan profitabilitas.

Pendekatan berbasis ekosistem ini juga menjadi benteng pertahanan BTN dalam menghadapi fluktuasi industri keuangan. Direktur Risk Management BTN, Setiyo Wibowo, menekankan bahwa pertumbuhan yang sehat bukan hanya soal mengejar volume angka, melainkan kualitas aset dan ketahanan model bisnis. Dengan membangun fondasi yang kuat pada tata kelola dan inovasi, BTN berupaya menciptakan ketergantungan positif antara nasabah dan bank. Ketika seorang nasabah mencicil rumah di BTN, mereka juga menggunakan aplikasi BTN untuk belanja kebutuhan UMKM, mencari talenta kerja, hingga mengelola limbah rumah tangga.

Integrasi ini menciptakan apa yang disebut sebagai sticky behavior di kalangan nasabah lintas segmen. Kehadiran merek kuliner legendaris seperti Sate Mak Syukur, Gudeg Yu Djum, hingga Bebek Sinjay dalam expo tersebut bukanlah tanpa alasan. Ini adalah upaya taktis untuk memperluas titik sentuh (touchpoints) bank dengan masyarakat, sekaligus mendukung ekonomi kreatif. Dengan menggabungkan literasi keuangan, hiburan, dan peluang kerja, BTN secara perlahan namun pasti sedang meredefinisi identitasnya dari bank spesialis menjadi pendamping gaya hidup masa kini.

Housingpreneur: Inkubator di Jantung Properti

Salah satu inovasi pertumbuhan paling vital dalam transformasi ini adalah program BTN Housingpreneur. Sejak diluncurkan, program ini telah menjelma menjadi pusat gravitasi bagi para inovator muda yang ingin mendobrak inefisiensi di sektor perumahan. Pada edisi 2025, program ini mencatat angka partisipasi yang fantastis dengan 1.170 submission. Ini membuktikan bahwa ada gairah besar dari akar rumput untuk memberikan solusi kreatif atas masalah mendasar seperti ketimpangan antara suplai dan permintaan (backlog) hunian yang layak dan terjangkau di tanah air.

Inovasi yang lahir dari ajang ini sangat beragam, mulai dari pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) hingga teknologi material bangunan. Kelompok GeoFloodAI, misalnya, menawarkan solusi mitigasi bencana dengan memetakan risiko banjir secara presisi pada lokasi pengembangan hunian. Sementara itu, PRANA TECH melalui inovasi TRAIN-O menghadirkan otomatisasi konstruksi yang mampu menekan biaya dan waktu pembangunan. Inovasi-inovasi seperti inilah yang dibutuhkan BTN untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang disalurkan melalui KPR memiliki nilai jangka panjang dan risiko yang terkendali.

Pemerintah melalui Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Fahri Hamzah, memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif ini. Menurutnya, negara membutuhkan energi anak muda untuk memecahkan masalah hunian nasional yang makin kompleks. Kehadiran BTN sebagai enabler yang menghubungkan startup dengan pengembang properti adalah langkah strategis yang belum pernah dilakukan secara masif oleh lembaga keuangan lain. Dengan total hadiah sebesar Rp1,5 miliar, BTN bukan hanya memberikan modal, tetapi juga akses pasar yang nyata bagi para finalis untuk mengimplementasikan ide mereka di lapangan.

Eksistensi Housingpreneur juga memberikan dampak langsung pada kualitas ekosistem perumahan BTN. Dengan menyaring 57 inovator baru yang visioner dan solutif, BTN secara tidak langsung memiliki “katalog solusi” yang bisa ditawarkan kepada mitra pengembang mereka. Ini menciptakan simbiosis mutualisme: pengembang mendapatkan teknologi baru untuk meningkatkan efisiensi, sementara startup mendapatkan akses pembiayaan dan jaringan proyek. Inilah cara BTN mengorkestrasi industri perumahan agar tidak lagi berjalan secara tradisional dan konvensional.

Keberhasilan program ini juga terlihat dari profil pesertanya yang didominasi oleh Generasi Z dan Milenial. Hal ini selaras dengan target reposisi BTN yang ingin lebih dekat dengan generasi muda, sang calon pemilik rumah pertama. Melalui ajang seperti BTN Champions Arena yang berkolaborasi dengan Ruangguru, BTN sedang menanamkan benih literasi keuangan sejak dini. Bank memahami bahwa investasi terbaik bukan hanya pada aset fisik, tetapi pada pengembangan talenta dan sumber daya manusia yang akan menjadi penggerak ekonomi di masa depan.

Lebih jauh lagi, Housingpreneur telah melahirkan pahlawan baru di bidang material bangunan hijau. Nama-nama seperti Plustik dan Green Brick adalah bukti nyata bahwa limbah plastik yang dulunya tidak bernilai kini bisa menjadi komponen dinding dan lantai berkualitas tinggi. Melalui bimbingan BTN, startup-startup ini kini telah bermitra dengan developer besar untuk membangun rumah-rumah contoh yang ramah lingkungan. Transformasi ini membuktikan bahwa BTN mampu menjembatani idealisme keberlanjutan dengan realitas bisnis properti yang kompetitif.

Ambisi Hijau

Satu hal penting di tengah isu krisis iklim global, BTN mengambil posisi tegas dengan mempertebal portofolio Green Banking. Perseroan menargetkan pembiayaan hingga 20.000 unit rumah rendah emisi pada tahun 2026 sebagai bagian dari peta jalan besar menuju Net Zero Emission. Strategi ini bukan sekadar tren, melainkan langkah mitigasi risiko jangka panjang. Rumah yang dibangun dengan prinsip rendah emisi cenderung memiliki daya tahan lebih tinggi dan biaya operasional yang lebih rendah bagi penghuninya, yang secara otomatis menurunkan risiko gagal bayar bagi bank.

Setiyo Wibowo mengungkapkan bahwa perjalanan menuju hunian hijau ini telah menunjukkan tren positif yang signifikan. Hingga pengujung 2025, BTN sukses mendanai 11.000 unit rumah rendah emisi yang tersebar di wilayah strategis seperti Banten, Jawa Barat, hingga Jawa Tengah. Angka ini diproyeksikan akan terus melesat hingga mencapai 150.000 unit pada 2029 dan menyentuh angka 200.000 unit pada 2030. Target ini merupakan pernyataan ambisius yang menempatkan BTN sebagai pemimpin pasar dalam pembiayaan keberlanjutan di sektor perumahan nasional.

Keunikan dari program rumah rendah emisi BTN terletak pada integrasi material eco-friendly dari startup lokal. Dengan memanfaatkan sampah plastik seperti bungkus mi instan dan sachet sabun yang diolah oleh startup seperti Rebrick, BTN menciptakan ekonomi sirkular di situs konstruksi. Setiap rumah rendah emisi yang dibangun menjadi bukti kontribusi nyata dalam mengurangi beban sampah plastik rumah tangga. Setiyo menegaskan bahwa BTN terus mencari pengusaha baru di setiap pulau untuk memastikan bisnis inklusif ini dapat menjangkau seluruh pelosok negeri.

Untuk memastikan partisipasi pengembang, BTN memberikan insentif konkret yang sangat menarik bagi dunia usaha. Penurunan suku bunga hingga 25 basis poin bagi developer yang berkomitmen membangun hunian hijau adalah salah satu “peluru” utama. Selain itu, standarisasi insentif lainnya sedang dipersiapkan untuk memudahkan pengembang beralih dari metode konstruksi konvensional ke metode yang lebih berkelanjutan. Respons positif datang dari pemain besar seperti ISPI Group, yang telah mulai mengimplementasikan konsep ini di proyek-proyek skala besar mereka.

Komitmen ESG (Environmental, Social, and Governance) BTN ini pun telah mendapatkan pengakuan global yang bergengsi. Pencapaian ESG Rating AA dari MSCI ESG Ratings pada 2025 menjadi bukti autentik bahwa BTN adalah bank yang paling terdepan dalam penerapan prinsip keberlanjutan. Tak tanggung-tanggung, BTN berambisi meningkatkan porsi portofolio pembiayaan berkelanjutan hingga mencapai 60% pada tahun 2026. Angka ini mencakup pembiayaan rumah bersubsidi bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), yang secara inheren membawa misi sosial dalam kerangka ESG.

Puncaknya, BTN juga melibatkan nasabah secara langsung melalui program revolusioner “Bayar Angsuran-Mu Pakai Sampah-Mu”. Bekerja sama dengan startup Rekosistem, nasabah KPR kini bisa menyetorkan sampah rumah tangga mereka yang kemudian dikonversi menjadi saldo tabungan untuk memotong cicilan bulanan hingga 10-15%. Inovasi ini bahkan mendapat pujian langsung dari Ratu Belanda Queen Maxima dalam kapasitasnya di PBB. Program ini membuktikan bahwa keberlanjutan lingkungan bisa berjalan selaras dengan kesehatan finansial keluarga, sebuah strategi cerdas yang menguntungkan semua pihak.

Tabel: Proyeksi Portofolio Berkelanjutan BTN

Indikator Capaian 2025 Target 2026 Target 2030
Unit Rumah Rendah Emisi 11.000 Unit 20.000 Unit 200.000 Unit
Porsi Portofolio ESG 52% 60% –
ESG Rating (MSCI) AA Pertahankan AA Target Peningkatan

Raksasa Ekosistem Finansial Terintegrasi

Melihat rangkaian manuver yang dilakukan, jelas bahwa BTN sedang bertransformasi dari sekadar “pemberi pinjaman” menjadi “penyedia solusi hidup”. Keberhasilan mengumpulkan hampir 6.000 pengunjung dalam beberapa hari gelaran expo menunjukkan tingginya kepercayaan publik terhadap wajah baru BTN. Integrasi antara perumahan, gaya hidup, dan teknologi bukan lagi sekadar wacana, melainkan realitas bisnis yang sudah dijalankan. BTN kini hadir lebih dekat dengan denyut nadi masyarakat, dari urusan perut lewat festival kuliner hingga urusan masa depan melalui bursa kerja dan kompetisi startup.

Strategi Build, Battle, and Beat memberikan gambaran tentang ketajaman visi manajemen BTN dalam menghadapi dekade mendatang. Membangun fondasi (Build) melalui penguatan permodalan dan laba yang stabil menjadi modal awal. Bertarung (Battle) dengan inovasi teknologi dan keberlanjutan lingkungan menjadi cara mereka memenangkan persaingan di industri keuangan yang makin terdisrupsi. Dan pada akhirnya, mengalahkan (Beat) tantangan ekonomi dengan menciptakan ekosistem yang mandiri dan berkelanjutan adalah tujuan akhir yang ingin dicapai.

Ke depannya, tantangan bagi BTN adalah menjaga konsistensi dan skalabilitas dari berbagai inisiatif hijau ini. Dengan target 200.000 rumah rendah emisi, BTN membutuhkan dukungan dari ribuan startup dan developer di seluruh Indonesia. Namun, dengan pondasi yang telah diletakkan melalui program Housingpreneur dan apresiasi internasional yang telah diraih, optimisme pasar terhadap BTN berada di level tertinggi. Bank ini telah membuktikan bahwa keberhasilan finansial tidak harus mengorbankan tanggung jawab sosial dan lingkungan; keduanya justru bisa menjadi mesin pertumbuhan yang saling menguatkan.

Reposisi sebagai bank modern juga menuntut BTN untuk terus berinovasi di sisi layanan digital. Rencana pembukaan hingga 100 digital store pada tahun 2027 menjadi langkah taktis untuk memastikan bahwa ekosistem ini dapat diakses dengan mudah oleh nasabah di mana saja. Dengan integrasi teknologi digital, proses KPR yang dulunya rumit kini menjadi lebih efisien dan transparan. Ini adalah bagian dari upaya BTN untuk memenangkan hati generasi muda yang menginginkan segala sesuatunya cepat, mudah, dan berdampak positif bagi lingkungan.

Pada akhirnya, apa yang dilakukan BTN adalah sebuah cetak biru bagi perbankan nasional. Mereka membuktikan bahwa perbankan bisa menjadi agen perubahan yang kuat dengan menjembatani kesenjangan antara kebutuhan ekonomi dan kelestarian alam. Melalui setiap unit rumah rendah emisi yang dibiayai dan setiap kilogram sampah yang dikonversi menjadi cicilan, BTN sedang merajut masa depan Indonesia yang lebih hijau dan sejahtera. Di bawah kepemimpinan yang progresif, raksasa spesialis KPR ini telah benar-benar bangun dan siap mendominasi ekosistem finansial masa depan.

Bagi para investor dan pelaku industri, transformasi BTN adalah studi kasus menarik tentang bagaimana sebuah institusi tradisional dapat melakukan pivot yang sukses tanpa kehilangan jati dirinya. Fokus pada sektor perumahan sebagai core business tetap terjaga, namun kini diperkuat dengan lapisan-lapisan bisnis baru yang membuat fundamental perusahaan semakin tebal. BTN telah menunjukkan bahwa dengan keberanian untuk berinovasi dan komitmen pada prinsip keberlanjutan, sebuah bank bisa menjadi motor penggerak ekonomi yang tak terbendung, sekaligus menjadi kebanggaan bangsa di kancah internasional. ***

Tags: BTN Expo 2026BTN Housingpreneur 2025Green MortgageKPR HijauRumah Rendah Emisi BTNTransformasi Ekosistem BTN
 
 
 
 
Sebelumnya

Penukaran Uang Lebaran 2026 Dibuka: Cek Jadwal Aplikasi PINTAR dan Lokasi Terpadu di GBK

Selanjutnya

Gandeng UNEJ dan AAJI, OJK Luncurkan Beasiswa Riset Asuransi Jiwa di Jember

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

HPSN 2026: BNI Perkuat Aksi Lingkungan, 423 Kg Sampah Berhasil Diangkut dari Pantai Mertasari

HPSN 2026: BNI Perkuat Aksi Lingkungan, 423 Kg Sampah Berhasil Diangkut dari Pantai Mertasari

oleh Stella Gracia
21 Februari 2026 - 22:39

Stabilitas.id - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI memperkuat komitmennya terhadap pelestarian lingkungan dengan menggelar rangkaian aksi bersih...

BNI Rayakan Imlek 2577 Kongzili Bersama Nasabah, Perkuat Komitmen Tumbuh Berkelanjutan

BNI Rayakan Imlek 2577 Kongzili Bersama Nasabah, Perkuat Komitmen Tumbuh Berkelanjutan

oleh Sandy Romualdus
21 Februari 2026 - 19:52

Stabilitas.id - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI menggelar Customer Gathering Imlek 2026 sebagai ajang silaturahmi sekaligus apresiasi...

Bank Indonesia Tetapkan Jadwal Rapat Dewan Gubernur Bulanan 2026, Fokus Transparansi Kebijakan

Outlook Moody’s Negatif, BI Pastikan Likuiditas Perbankan Jumbo Tetap Solid

oleh Stella Gracia
20 Februari 2026 - 15:11

Stabilitas.id – Bank Indonesia (BI) menegaskan ketahanan sektor perbankan nasional tetap kokoh di tengah langkah Moody’s Ratings yang merevisi outlook...

Dirut BRI: Fundamental Industri Perbankan Solid, Akselerasi Kredit Butuh Penguatan dari Sisi Demand

Dirut BRI: Fundamental Industri Perbankan Solid, Akselerasi Kredit Butuh Penguatan dari Sisi Demand

oleh Sandy Romualdus
20 Februari 2026 - 10:32

Stabilitas.id – Industri perbankan nasional masih memiliki ruang yang solid untuk menopang pertumbuhan kredit ke depan dengan kondisi likuiditas dan...

Laba Danamon Tumbuh 14% Jadi Rp4 Triliun pada 2025, Kredit Naik 9%

Laba Danamon Tumbuh 14% Jadi Rp4 Triliun pada 2025, Kredit Naik 9%

oleh Sandy Romualdus
19 Februari 2026 - 19:20

Stabilitas.id — PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) membukukan laba bersih konsolidasian sebesar Rp4 triliun sepanjang 2025, tumbuh 14% secara...

Transaksi SeaBank Tembus 10 Juta per Hari, Deposito Digital Jadi Tren Penahan Konsumsi Gen Z

Transaksi SeaBank Tembus 10 Juta per Hari, Deposito Digital Jadi Tren Penahan Konsumsi Gen Z

oleh Stella Gracia
19 Februari 2026 - 12:11

Stabilitas.id – Tren digitalisasi perbankan yang semakin lekat dengan gaya hidup generasi muda mendorong perbankan digital untuk memperkuat strategi pengelolaan...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Puncak BIK 2025: Ribuan Warga Banyumas Dapat Akses Keuangan Baru dari LJK

    OJK Tunjuk Friderica sebagai ADK Pengganti Ketua dan Wakil Ketua OJK

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kasus Scam di Indonesia Tertinggi di Dunia, Capai 274 Ribu Laporan dalam Setahun

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK Akhiri Riwayat BPR Bank Cirebon, Ini Kronologi Lengkapnya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 1 Sak Mortar Plester Berapa m²? Simak Cara Hitung dan Keunggulan Semen Merah Putih

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Rekam Jejak Panji Irawan, Dirut Bank Mandiri Taspen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Diteror Debt Collector, Nasabah Seret Aplikasi Pinjol AdaKami ke Pengadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kasus Korupsi Pertamina, Riza Chalid Masuk Daftar Buronan Internasional

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

HPSN 2026: BNI Perkuat Aksi Lingkungan, 423 Kg Sampah Berhasil Diangkut dari Pantai Mertasari

BNI Rayakan Imlek 2577 Kongzili Bersama Nasabah, Perkuat Komitmen Tumbuh Berkelanjutan

OJK Sikat Influencer Saham BVN, Denda Rp5,35 Miliar Akibat Manipulasi Pasar

Bareskrim Bidik TPPU Emas Ilegal Rp992 Triliun, Toko Emas di Jatim Digeledah

Mari Elka Pangestu: Reformasi Bursa Jadi Kunci RI Raih Dana Asing Rp1.118 Triliun

Neraca Pembayaran 2025 Defisit US$7,8 Miliar, Tertekan Outflow Investasi Portofolio

Siap-siap! THR TNI/Polri dan ASN Mulai Disalurkan Minggu Pertama Ramadan

Purbaya Tolak Usulan IMF Naikkan PPh 21, Fokus Jaga Daya Beli Masyarakat

Strategi Pembiayaan APBN: Serapan Lelang SUN Tembus Rp40 Triliun di Tengah Penurunan Bids

STABILITAS CHANNEL

Selanjutnya
Gandeng UNEJ dan AAJI, OJK Luncurkan Beasiswa Riset Asuransi Jiwa di Jember

Gandeng UNEJ dan AAJI, OJK Luncurkan Beasiswa Riset Asuransi Jiwa di Jember

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Perbankan
  • Keuangan
  • BUMN
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Sektor Riil
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance