• Redaksi
  • Iklan
  • Majalah Digital
  • Kontak Kami
Minggu, Februari 22, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Perbankan
  • Keuangan
  • BUMN
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Sektor Riil
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Perbankan
  • Keuangan
  • BUMN
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Sektor Riil
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
Home Laporan Utama

Menyiapkan Talent Jadi Leader

oleh Sandy Romualdus
18 Januari 2022 - 14:35
217
Dilihat
Digital Environment, Tantangan Terbesar Bank Digital
0
Bagikan
217
Dilihat

Di era digital yang terus berkembag, ada tantangan berat bagi para pemimpin digital dalam pengelolaan sumber daya manusia di perusahaannya. Utamanya adalah meningkatkan value dari karyawan yang banyak tergolong milenial ini agar bisa menjadi pemimpin dengan mindset digital di masa datang.

Oleh Romualdus San Udika

Salah satu tantangan organisasi ketika zaman berganti dari analog kepada digital adalah munculnya generasi-generasi tanggap teknologi yang bahkan tidak bisa hidup tanpanya. Kelompok orang-orang yang kerap disebut generasi Y dan juga muncul pula generasi setelahnya yang disebut milenial, memiliki bakat-bakat yang mengagumkan terkait penggunaan teknologi.

Di sisi lain, pengelolaan generasi-generasi ini menjadi tantangan tersendiri bagi perusahaan. Hal itu terkait citra yang melekat pada mereka yang disebut-sebut cenderung menjadi ‘kutu loncat’, dan memiliki loyalitas yang minim kepada perusahaan.

BERITA TERKAIT

Coachee360 Diluncurkan, Perkuat Pengembangan Kepemimpinan Berbasis AI

CEO Digimaster, Dr. Elisa Indriasari Terbitkan Buku Bertajuk “Technobanker”

Millennials Gathering SIG Group 2022, Ajang Silaturahmi Generasi Muda SIG

Krusialnya Kepemimpinan Digital

Kondisi itu tentu memaksa pemimpin perusahaan untuk berpikir keras mencari solusi menyelamatkan keberlangsungan usahanya dengan strategi human resources yang jitu. Dan ditambah lagi dengan mempersiapkan mereka menjadi penerus pemimpin di perusahaannya nantinya.

Tantangan sekaligus tugas tersebut dipahami betul oleh perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang perbankan. Salah satunya Bank BNI. Bank yang tengah gencar bertransformasi ini, karena didorong oleh pemegang saham dan juga oleh pandemi ini, memang sudah sedari awal menginginkan perusahaannya menjadi tempat kebanggaan karyawan untuk berkarya dan berprestasi. Bersama dengan visi BNI menjadi Menjadi lembaga yang unggul dalam layanan dan kinerja, hal tersebut diturunan menjadi sebuah strategi employee value proposition (EVP). Strategi itu semacam penghargaan kepada pegawai yang bisa memberikan nilai tambah kepada perusahaan dengan kompetensi, skillset dan performa yang mereka miliki.

Untuk mendukung strategi itu, BNI menyiapkan kebijakan terkait highly engagement employee dan highly productive employee. “Untuk mencapai highly engagement employee, yang harus disediakan atau dibangun di dalam organisasi adalah leadership yang jelas, pelatihan leadership, karier yang pasti, reward and punishment seperti apa, kualifikasi, performa manajemen, dan seterusnya,” kata  Afien Yuni Yahya, Chief Learning Officer BNI.

Kemudian di sisi highly product employee, sambung dia membutukan  bisnis proses yang didukung oleh teknologi, organisasi yang support dan culture (execution) yang kuat. “Nah dari situ bisa dilihat posisi kita, lantas kita ukur gapnya seperti apa? Kalau gap itu diisi, maka jadilah yang namanya human capital arsitektur. Jadi EVP tadi itu ditopang oleh organisasi dan people. Organisasinya yang punya goals, jelas sinerginya, ada culture, people yang mendukung organisasi dengan behavior sudah ditetapkan, kompetensidan performa terukur dengan jelas, seperti itu,” jelas Afien.

Jika setiap sisi tadi berjalan seimbang, maka menurut Afien, yang terlihat pada lapisan terluar oleh orang luar adalah leadership-nya, yakni sosok-sosok yang menjadi top management di BNI. Kendati demikian tetap dibutuhkan human capital intervension dalam pengelolahan human capital untuk mencapai arsitektur tersebut. “Nah kami mengenal adanya talent management system. Dari situ diklasifiksi kemudian dikembangkan ada kompetensinya, digerakan di organisasi supaya menambah ekposurnya, pengetahuanya, pengalamanny, dan seterusnya. Ini suatu siklus yang terus menerus terjadi di dalam organisasi,” pungkas Afien.

Terkait human capital untuk mendukung banking bisnis perbankan, dia menambahkan, setidaknya ada tiga hal yang harus disiapkan. Yang pertama adaah meningkatkan kapabilitas pegawai dalam hal pemahaman kredit yang komprehensif, pemahaman market di seluruh segmen, dan kompetensi digital. “Itu namanya corporate capability, nantu selanjutnya adalah menetapkan behaviour culture yang kuat.”

Kemudian yang kedua adalah mengoptimalkan talent management untuk mendukung pertumbuhan bisnis. Perusahaan harus memiliki work for planning dalam mengelola human capital. Di sana ada rencana kapan harus merekrut, kapan mengurangi, kapan mengalihkan, dan seterusnya. Kemudian ada talent development dan performance culture.

Selanjutnya, lanjut Afien, harus ada rencana peningkatkan digital mindset agar perusahaan tidak memiliki pola pikir yang tertinggal dari perkembangan zaman. Perusahaan yang tertinggal mindset-nya akan dipercaya akan senasib dengan Kodak, Nokia, dan Blackberry, yang pada akhirnya akan tersisih dari persaingan.

Maka dari itu, perusahaan harus memastikan bahwa digital mindset mereka ditingkatkan untuk mendukung optmalisasi proses bisnis digital. Perusahaan, kata Afien lagi, harus terus melakukan transformasi digital, juga meningkatkan kapabilitas digital, mengoptimalkan data sains dan AI. Yang pada ujungnya akan membantu perusahaan membangun ekosistem dan menciptakan value change.

Creating Leader

Lantas skil seperti apa yang dibutuhkan untuk mengelola human kapital? Menurut Afien, yang pertama adalah bahwa pemimpin harus memilki curious dan critical thinking. “Nah pemimpin itu harus being curious enough. Harus cukup punya keingintahuan untuk menggali. Sering-sering pakai istilah why, bukan who. Mengapa ini diperlukan? Dengan cara seperti itu kita menggali kreatifitas atau memancing kreatifitas, apalagi di kantor kita makin banyak generasi yang lebih baru dari kita. Jadi harus punya pemikiran yang kritis.”

Kendati demikian sisi curious itu juga harus disertakan critical thinking dalam diri seorang leader untuk kemajuan prusaaan. “Clear headed dan confident. Apalagi mengelolah perusahaan di era digital, tidak boleh lagi merasa terlalu jumawa, atau pride terlalu besar bahwa kita adalah yang terbaik di bidangnya,” ujar Afien.

Selain itu, karena teknologi berkembang dengan cepat maka seorang leader harus be open untuk untuk exceptanting, mengakui bahwa mungkin tidak selamanya kita akan selalu terbaik. Banyak perusahaan start up berhasil karena leadernya tidak gengsi jika memang salah atau keliru. “Si leader-nya itu kalau dia lihat ternyata dia salah dia mengakuinya oh sorry salah saya, kita perbaiki sama-sama. Leader tidak minder dan rendah diri, tetapi punya empati untuk menjaga rasa ownership yang kuat dari tim kita.”

Hal lain, leader harus berani namun tetap menjaga engagement dari anggota. Dan juga harus creativity dan punya daya motivasi. “Nah leader juga harus kreatif, sering mengintip keseharian anggota tim, jangan-jangan di media sosial dia posting sesuatu ide yang seharusnya diambil. Dan ada drive yang kuat untuk maju bersama. Create space supaya orang bisa mengelurkan idenya, dan jaga speed sebagai kuncinya karena ini era digital,”tutup Afien.

Apa yang dilakukan BNI sejatinya tidak jauh berbeda dengan yang sedang digarap Bank Mandiri. Bank yang pernah menjadi bank beraset tergemuk di Indonesia ini juga menerapkan apa yang dinamakan employee value proposition.

Menurut Agus Dwi Handaya, Direktur SDM Bank Mandiri, fondasi pengembangan human capital di perusahaannya didasarkan atas purpose untuk membangun budaya Mandirian. Serta mewujudkan Bank Mandiri sebagai tempat bekerja yang memberikan kesempatan untuk belajar, bertumbuh, bersinergi sehingga dapat berkontribusi bagi Mandiri dan Indonesia.

“ËVP di Bank Mandiri diwujudkan dengan mengelola seluruh tahapan siklus dalam employee experience life cycle sejalan dengan corporate plan bank, sejak struktur dan kapasitas organisasi didesain, pegawai direkrut, onboard, diapresiasi, dikembangkan hingga retire and exit,”jelas pria yang akrab disapa ADH ini.

Selain itu, Mandiri juga menerapkan apa yang disebut human capital life cycle. Hal itu dilakukan melalui strategi yang mendukung operating model yang dilengkapi teknologi dan analytics serta leader yang turut bertanggung jawab dalam pengelolaan human capital.

“Jadi para Mandirian dituntut untuk memahami dan berprilaku sebagaimana budaya yang dikembangkan perusahaan, yakni satu hati satu Mandiri, yang berarti seorang karyawan haruslah lebih mengutamakan kepentingan urusan perusahaan dibanding pribadi. Juga harus lebih empati dan menghargai urusan perusahaan,”terang ADH.***

Tags: Digital LeadershipTalentTalent Jadi LeaderTalent Management
 
 
 
 
Sebelumnya

Krusialnya Kepemimpinan Digital

Selanjutnya

Pemerintah Lanjutkan PpnBM DTP, Menperin: Akan Pacu Penjualan Mobil

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

HPSN 2026: BNI Perkuat Aksi Lingkungan, 423 Kg Sampah Berhasil Diangkut dari Pantai Mertasari

HPSN 2026: BNI Perkuat Aksi Lingkungan, 423 Kg Sampah Berhasil Diangkut dari Pantai Mertasari

oleh Stella Gracia
21 Februari 2026 - 22:39

Stabilitas.id - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI memperkuat komitmennya terhadap pelestarian lingkungan dengan menggelar rangkaian aksi bersih...

BNI Rayakan Imlek 2577 Kongzili Bersama Nasabah, Perkuat Komitmen Tumbuh Berkelanjutan

BNI Rayakan Imlek 2577 Kongzili Bersama Nasabah, Perkuat Komitmen Tumbuh Berkelanjutan

oleh Sandy Romualdus
21 Februari 2026 - 19:52

Stabilitas.id - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI menggelar Customer Gathering Imlek 2026 sebagai ajang silaturahmi sekaligus apresiasi...

Gadai Emas Syariah

Bareskrim Bidik TPPU Emas Ilegal Rp992 Triliun, Toko Emas di Jatim Digeledah

oleh Sandy Romualdus
20 Februari 2026 - 16:03

Stabilitas.id – Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri mulai membongkar jaringan pencucian uang terkait aktivitas penambangan emas tanpa...

Bank Indonesia Tetapkan Jadwal Rapat Dewan Gubernur Bulanan 2026, Fokus Transparansi Kebijakan

Outlook Moody’s Negatif, BI Pastikan Likuiditas Perbankan Jumbo Tetap Solid

oleh Stella Gracia
20 Februari 2026 - 15:11

Stabilitas.id – Bank Indonesia (BI) menegaskan ketahanan sektor perbankan nasional tetap kokoh di tengah langkah Moody’s Ratings yang merevisi outlook...

Dirut BRI: Fundamental Industri Perbankan Solid, Akselerasi Kredit Butuh Penguatan dari Sisi Demand

Dirut BRI: Fundamental Industri Perbankan Solid, Akselerasi Kredit Butuh Penguatan dari Sisi Demand

oleh Sandy Romualdus
20 Februari 2026 - 10:32

Stabilitas.id – Industri perbankan nasional masih memiliki ruang yang solid untuk menopang pertumbuhan kredit ke depan dengan kondisi likuiditas dan...

Inovamap Bidik Penetrasi Teknologi Geospasial di Sektor Perbankan

Inovamap Bidik Penetrasi Teknologi Geospasial di Sektor Perbankan

oleh Sandy Romualdus
20 Februari 2026 - 10:26

Stabilitas.id – PT Inovasi Mandiri Pratama (Inovamap), penyedia solusi geospasial end-to-end, memperkuat penetrasi layanannya di sektor perbankan guna mendorong efisiensi...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Puncak BIK 2025: Ribuan Warga Banyumas Dapat Akses Keuangan Baru dari LJK

    OJK Tunjuk Friderica sebagai ADK Pengganti Ketua dan Wakil Ketua OJK

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kasus Scam di Indonesia Tertinggi di Dunia, Capai 274 Ribu Laporan dalam Setahun

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK Akhiri Riwayat BPR Bank Cirebon, Ini Kronologi Lengkapnya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 1 Sak Mortar Plester Berapa m²? Simak Cara Hitung dan Keunggulan Semen Merah Putih

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Rekam Jejak Panji Irawan, Dirut Bank Mandiri Taspen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Diteror Debt Collector, Nasabah Seret Aplikasi Pinjol AdaKami ke Pengadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kasus Korupsi Pertamina, Riza Chalid Masuk Daftar Buronan Internasional

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

HPSN 2026: BNI Perkuat Aksi Lingkungan, 423 Kg Sampah Berhasil Diangkut dari Pantai Mertasari

BNI Rayakan Imlek 2577 Kongzili Bersama Nasabah, Perkuat Komitmen Tumbuh Berkelanjutan

OJK Sikat Influencer Saham BVN, Denda Rp5,35 Miliar Akibat Manipulasi Pasar

Bareskrim Bidik TPPU Emas Ilegal Rp992 Triliun, Toko Emas di Jatim Digeledah

Mari Elka Pangestu: Reformasi Bursa Jadi Kunci RI Raih Dana Asing Rp1.118 Triliun

Neraca Pembayaran 2025 Defisit US$7,8 Miliar, Tertekan Outflow Investasi Portofolio

Siap-siap! THR TNI/Polri dan ASN Mulai Disalurkan Minggu Pertama Ramadan

Purbaya Tolak Usulan IMF Naikkan PPh 21, Fokus Jaga Daya Beli Masyarakat

Strategi Pembiayaan APBN: Serapan Lelang SUN Tembus Rp40 Triliun di Tengah Penurunan Bids

STABILITAS CHANNEL

Selanjutnya
Menperin: Sektor Industri Masih Jadi Andalan PDB Nasional

Pemerintah Lanjutkan PpnBM DTP, Menperin: Akan Pacu Penjualan Mobil

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Perbankan
  • Keuangan
  • BUMN
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Sektor Riil
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance