JAKARTA, Stabilitas — Bank Muamalat Indonesia memperkuat sinergi bisnisnya dengan menggandeng Sahid Group dalam pembiayaan bidang usaha pendidikan, pembiayaan Usaha Kecil dan Menengah (UKM), pengelolaan keuangan serta korporasi milik Sahid Group. Hal ini ditunjukkan dengan peresmian kerjasama yang dengan Sahid Group yang dikenal sebagai salah satu pionir pebisnis perhotelan.
“Dengan ditandatangani Nota Kesepahaman (MoU) antara Bank Muamalat dengan Sahid Group, maka di masa mendatang Bank Muamalat terlibat secara penuh dalam kerjasama ini. Bank Muamalat akan terlibat dalam cakupan pembiayaan bidang usaha pendidikan, pembiayaan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) pengelolaan keuangan serta korporasi milik Sahid Group”tutur Direktur Utama Bank Muamalat, Endy Abdurrahman.
Pada kesempatan yang sama Bank Muamalat juga memperkenalkan produk Muamalat Prioritas. Muamalat Prioritas merupakan layanan prioritas yang dirancang khusus bagi para nasabah setia Bank Muamalat, demi memberikan kenyamanan dalam bertransaksi finansial maupun non-finansial. Muamalat prioritas menawarkan beragam keuntungan bagi para nasabah, seperti Prioritas Lounge, Business Lounge, Muamalat Prioritas Officer, Safe Deposit Box, Kartu Shar-E Debit Prioritas dan Call Center Prioritas.
BERITA TERKAIT
Selain memiliki nilai ekonomi, kerja sama ini dikatakan sebagai penguat sejarah antara Bank Muamalat dengan Sahid Gropup, sebab Pendiri Sahid Group,Prof. Dr. H. Sukamdani Sahid Gitosardjono adalah salah satu tokoh di balik berdirinya Bank Muamalat. Bahkan, ide serius bank syariah di Indonesia hingga terwujud menjadi Bank Muamalat pun terjadi di Hotel Sahid Jaya, Jakarta (Sekarang dikenal sebagai Grand Sahid Jaya Hotel Jakarta) seperempat abad lalu.
“Prof. Dr. H. Sukamdani Sahid Gitosardjono, tutur Endy, selain menyediakan tempat bagi pembahasan awal pembentukan bank tanpa bunga yang disokong penuh Presiden Soeharto, bersama ratusan pengusaha Muslim dalam negeri juga turut andil dalam penggalangan dana pendirian Bank Muamalat,”ucap Endy.
Prof. Dr. H. Sukamdani Sahid Gitosardjono berharap nota kesepahaman yang telah ditanda tangani dapat segera diwujudkan sehingga dapat menjadi praktik sosialisasi yang baik dan jelas mengenai kelebihan menggunakan jasa layanan perbankan syariah.
“Selama ini pebisnis dan masyarakat umum belum cukup paham dengan bank syariah. Melalui kerjasama ini, kami yakin akan menjadi pertimbangan bagi pebisnis yang selama ini cenderung condong menggunakan pembiayaan bank konvensional, untuk beralih ke sistem pembiayaan syariah,” kata Prof. Dr. H. Sukamdani Sahid Gitosardjono.




.jpg)










