• Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
Minggu, Oktober 18, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
 
Home Laporan Utama

‘Mengendarai’ Transportasi Berbasis Online

by Sandy Romualdus
30 Juni 2016 - 00:00
15
VIEWS
Gojek dan BCA Finance Berikan Keringanan Angsuran
0
SHARES
15
VIEWS

Sharing Economy adalah contoh terakhir dari nilai tambah Internet bagi konsumen. Tidak cuma di Indonesia, model ekonomi ini juga cukup mengganggu regulator dan juga perusahaan untuk segera sadar akan adanya perkembangan baru yang tak terbendung itu.

Apakah hal yang sama juga dirasakan oleh perbankan? Bisa jadi iya. Seperti juga perkembangan bisnis yang sudah muncul sebelumnya, bank pun awalnya tergagap. Namun sepertinya bank lebih memilih untuk melihat sisi positifnya dan berpikir bagaimana menjadikan perkembangan itu sebagai tanda munculnya potensi besar bagi bisnisnya.

  • Baca juga: Bank BSN Perkuat Ekosistem UMKM Halal, Dorong Pertumbuhan Ekonomi Kerakyatan yang Inklusif

Di Indonesia, model ekonomi berbagi yang naik daun dan melesat perkembangannya dalam dua tahun terakhir adalah transportasi umum berbasis aplikasi daring. Sebut saja Gojek, GrabBike, BlueJek dan kini juga Uber –salah satu nama global–telah menjadi fenomena dalam industri transportasi.
Tidak ada definisi ilmiah baku mengenai sharing economy ini, tetapi The Financial Times, koran ekonomi terkemuka memberi penjelasan: “sharing economy is a disruptive economic form that unleashes new sources of supply”. Sharing economi adalah suatu bentuk ekonomi yang disruptif yang melepaskan sumber-sumber pasokan baru.

BERITA TERKAIT

Tak Serta-merta Otomatis, LPS Siapkan Syarat Kesehatan bagi Peserta Penjaminan Polis

BNI Sabet Peringkat 4 BUMN Layanan Terbaik di Danantara Indonesia CX100 Award 2026

Laba Tembus Rp1 Triliun: Bank BPD Bali Pacu Kredit UMKM Rp14,43 Triliun hingga Kuartal III/2026

Minta Pasar Tak Panik Sikapi Wacana MSCI, Peluang Bursa RI Turun Kelas Sangat Mustahil

Fenomena itu menjadi tantangan bagi perbankan untuk membuktikan bahwa ia adalah lembaga yang paling responsif terhadap perubahan. Tantangan yang menurut Research Director IDC Financial Insights Asia Pacific, Michael Araneta, adalah kenyataan bahwa masa depan dunia akan dipenuhi dengan gebrakan-gebrakan digital. Dan Indonesia pun tak luput dari gebrakan itu. “Para penggebrak digital seperti Uber, Grab, GoJek, Alibaba, Rakuten, akan terus berdatangan dan menantang cara lama industri perbankan dalam memberikan pelayanan kepada pelanggan,” kata dia.

Beberapa perbankan nampaknya sadar akan tantangan tersebut. Mereka kemudian membuat produk atau memanfaatkan layanan produk yang sudah ada untuk bisa dipakai oleh para pelaku di pusaran sharing economy saat ini. PT CIMB Niaga,Tbk (CIMB Niaga) misalnya. Bank yang kini dimiliki raksasa keuangan Malaysia, menyediakan layanan perbankan digital bagi perusahaan ojek online dalam layanan bernama Rekening Ponsel. CIMB Niaga mengklaim bisa mengajak 80 hingga 100 pengemudi ojek online untuk membuka rekening bank setiap hari. “Kalau untuk rekening ponsel mereka sudah semua pakai rekpon, karena mereka harus pakai itu,” kata Hendra Lembong, Chief of Transaction Banking CIMB Niaga beberapa waktu lalu.

Hendra menuturkan, dengan layanan perbankan transaksional tersebut, perusahan ojek online tidak perlu memberikan komisi kepada pengemudi dengan uang tunai. Pengemudi juga bisa menarik komisi melalui layanan rekening ponsel. Mereka pun tidak perlu repot mendistribusikan uang ke rumah dengan uang tunai.
Dia memberi contoh, pengemudi dapat mengakses rekening ponsel, sementara istri atau keluarga di rumah dapat menggunakan kartu ATM untuk keperluan sehari-hari. “Pengemudi bisa transfer pakai rekening ponsel. Istrinya mengambil uang pakai ATM. Pengemudi bisa atur uang yang ditransfer karena pakai rekening ponsel,” terang Hendra.

Layanan cash management seperti ini, kata Hendra, memberikan dampak ganda. Selain perusahaan ojek berbasis aplikasi tak perlu mendistribusikan komisi menggunakan uang tunai, masyarakat yang sebelumnya tak tersentuh bank pun kini dapat memanfaatkan layanan perbankan. “Kami membuat yang tadinya tidak bankable menjadi bankable,” tutur Hendra.

Menurut Hendra perkembangan bisnis terkini seperti sharing economy seperti halnya e-commerce merupakan sasaran penting pihaknya untuk didekati dengan layanan transaksi perbankan. Bahkan CIMB Niaga memiliki tim khusus untuk menggarap perusahaan-perusahaan e-commerce. Dia juga mengklaim hampir semua perusahaan penyedia layanan transportasi online menjadi nasabah CIMB Niaga dan memanfaatkan layanan transaksi perbankan digital.

Rebutan Top Up

Bank papan atas lainnya, PT Bank BCA, Tbk seakan tak mau ketinggalan terlibat di pusaran sharing economy. Belum lama ini, BCA merangkul perusahaan peranti lunak GoJek untuk memberikan kenyamanan transaksi bagi pelanggan dan mitra pengendara GoJek.

  • Baca juga: Suku Bunga Tinggi dan Rupiah Loyo, OJK Evaluasi Revisi Rencana Bisnis 105 Bank

Kerja sama ini memudahkan pengguna GoJek untuk top-up, mengisi saldo GoPay lewat e-banking BCA (ATM BCA, KlikBCA, m-BCA, BCA mobile). GoJek belakangan ini sedang gencar mempromosikan fitur solusi pembayaran non tunainya tersebut. Baru-baru ini perusahaan memberikan diskon tarif 50 persen jika pengguna GoRide atau GoSend membayar dengan GoPay.

CEO GoJek Nabiel Makarim menuturkan, selain BCA, top-up GoPay juga bisa dilakukan bagi pelanggan yang menabung di PT Bank Mandiri, Tbk dan PT Bank Rakyat Indonesia, Tbk (BRI).

Singkatnya Gojek menggandeng bank-bank itu agar pengguna bisa melakukan top up secara instan melalui mesin ATM dan secara otomatis akan masuk ke In-App Wallet aplikasi Gojek. Tak hanya itu, pengguna juga bisa mengisi dompet digital Gojek melalui internet banking dan mobile banking. Untuk pengisian pun maksimal nominal Rp2 juta. Selama ini Gojek memang memberikan dua metode pembayaran, yakni melalui tunai (cash) dan Gojek kredit. Opsi metode pembayaran pun bisa dilihat pada saat pengguna hendak memesan layanan Gojek.

Sementara itu, BCA tak hanya menjalin kerjasama dengan GoJek, namun juga menggaet GrabBike. GrabBike belum lama ini meluncurkan GrabScheme, sebuah skema pembiayaan kendaraan bermotor pertama di dunia oleh penyedia aplikasi transportasi. Dengan kemitraan eksklusif bersama anak perusahaan BCA, PT Central Santosa Finance (CS Finance) yaitu Kredit Sepeda Motor (KSM) BCA.

GrabScheme bertujuan membantu para pengendara GrabBike untuk membeli sepeda motor baru dengan suku bunga terendah. “Kerjasama yang dilakukan BCA melalui CS Finance (KSM BCA) ini semata-mata demi mendukung ketersediaan sarana transportasi bagi masyarakat yang aman, nyaman, dan terjangkau. Di lain pihak, kami mendukung upaya yang dilakukan manajemen GrabBike dalam menciptakan lapangan pekerjaan dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar David Hamdan, Presiden Direktur PT Central Santosa Finance.

Sementara itu, armada transportasi online Uber bekerjasama dengan PT Bank Mandiri, Tbk (Bank Mandiri). Selama ini pelanggan Uber menggunakan kartu kredit untuk membayar pelayanan armada mobil Uber. Namun, tak sedikit penumpang yang mengeluhkan hal tersebut, apalagi bagi calon penumpang yang tak mempunyai kartu kredit. Akhirnya, sejak 27 Januari 2016 Uber membuka fitur baru untuk pembayaran menggunakan kartu debit Mandiri.

Apa yang dilakukan bank-bank itu dengan menyediakan layanan yang bisa memudahkan pembayaran konsumen pada model bisnis baru tersebut tidaklah mengherankan. Dua tahun lalu McKinsey, sebuah konsultan keuangan global, mengatakan 80 persen dari interaksi pelanggan dengan bank-bank mereka adalah melalui membayar untuk barang dan jasa. Bila ini diintegrasikan ke dalam layanan, peran bank seperti tidak terlihat dalam pengeluaran nasabah sehari-hari.

Malahan, bank beraset paling gemuk itu juga sudah melangkah lebih maju dengan merespons perkembangan bisnis keuangan berbasis aplikasi dan jaringan Internet yaitu fintech. Beberapa bulan lalu Bank Mandiri meluncurkan anak perusahaan baru yakni Mandiri Capital Indonesia (MCI). Menurut manajemen bank tersebut pembentukan perusahaan tersebut mendukung pengembangan pengusaha startup.

  • Baca juga: Respons Aturan KUR 5% Presiden Prabowo, OJK Minta Himbara Pertebal Pencadangan

Perseroan mengaku bahwa pembentukan anak usaha itu adalah bagian dari defensive strategy yang progresif. Bank Mandiri ingin merespons perubahan sesegera mungkin, jadi tak heran jika munculnya model fintech ditanggapi dengan membentuk anak usaha yang masuk ke dalam industri fintech untuk melayani pembayaran dan retail.

Direktur Utama Bank Mandiri Kartika Wirjoatmodjo mengatakan pertumbuhan startup di Indonesia, khususnya di bidang inovasi jasa finansial merupakan yang kedua terbesar di ASEAN setelah Singapura. “Melalui Mandiri Capital, kami berharap startup Indonesia dapat tumbuh lebih pesat lagi dan dapat merangsang kreativitas generasi muda menciptakan produk dan jasa yang out of the box, khususnya yang dapat mendukung produk perbankan dan jasa keuangan lainnya,” kata Kartika.

 
 
 
 
 
Previous Post

Makna Revolusi Ke-4 untuk Jasa Keuangan

Next Post

Ulang Tahun, Jamkrindo Bagikan Sembako

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Bank BSN Perkuat Ekosistem UMKM Halal, Dorong Pertumbuhan Ekonomi Kerakyatan yang Inklusif

Bank BSN Perkuat Ekosistem UMKM Halal, Dorong Pertumbuhan Ekonomi Kerakyatan yang Inklusif

by Sandy Romualdus
21 Juli 2026 - 07:47

Bank BSN mendorong penguatan ekonomi kerakyatan, pengembangan kewirausahaan, serta pertumbuhan ekonomi yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan Stabilitas.id - Direktur Network...

Berantas Judi Online, OJK Perintahkan Bank Blokir 33.000 Rekening Penampung

Suku Bunga Tinggi dan Rupiah Loyo, OJK Evaluasi Revisi Rencana Bisnis 105 Bank

by Sandy Romualdus
10 Juli 2026 - 12:52

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tengah mengevaluasi revisi Rencana Bisnis Bank (RBB) 2026 yang diajukan oleh sekitar 105 bank akibat penyesuaian...

Respons Aturan KUR 5% Presiden Prabowo, OJK Minta Himbara Pertebal Pencadangan

by Sandy Romualdus
21 Mei 2026 - 14:50

Stabilitas.id — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyambut positif arahan Presiden RI Prabowo Subianto yang meminta perbankan pelat merah (Himbara) untuk...

Virsem LPPI #107: Bukan Sekadar Religi, Hijrah Finansial Jadi Tren Baru Ekonomi Berkelanjutan

Virsem LPPI #107: Bukan Sekadar Religi, Hijrah Finansial Jadi Tren Baru Ekonomi Berkelanjutan

by Sandy Romualdus
13 April 2026 - 14:54

Stabilitas.id — Industri perbankan syariah nasional terus menunjukkan tren pertumbuhan positif meski masih menghadapi tantangan penetrasi pasar yang belum optimal....

Menaker Terbitkan SE WFH 1 Hari Sepekan, Dorong Ketahanan Energi Nasional

Menaker Terbitkan SE WFH 1 Hari Sepekan, Dorong Ketahanan Energi Nasional

by Stella Gracia
1 April 2026 - 21:53

Stabilitas.id – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli resmi mengimbau perusahaan swasta, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dan Badan Usaha Milik Daerah...

Bank Neo Commerce

OJK Cabut Izin Mitra Pemasaran Efek Bank Neo Commerce (BBYB), Ini Alasannya

by Sandy Romualdus
27 Maret 2026 - 15:53

Stabilitas.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menjatuhkan sanksi administratif berupa pembatalan surat tanda terdaftar kepada PT Bank Neo Commerce Tbk. (BBYB)....

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK dan Bappebti Perkuat Sinergi dalam Pengawasan Derivatif Keuangan Berbasis Efek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LinkUMKM Tembus 14 Juta User, BRI Dorong Kerajinan Ramah Lingkungan Go International

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Nakhoda Baru Askrindo: Mahelan Prabantarikso Gantikan M. Fankar Umran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pacu Belanja Turis Asing ke Daerah, Garuda Indonesia Luncurkan Skema Multi-Destinasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Tak Serta-merta Otomatis, LPS Siapkan Syarat Kesehatan bagi Peserta Penjaminan Polis

BNI Sabet Peringkat 4 BUMN Layanan Terbaik di Danantara Indonesia CX100 Award 2026

Laba Tembus Rp1 Triliun: Bank BPD Bali Pacu Kredit UMKM Rp14,43 Triliun hingga Kuartal III/2026

Minta Pasar Tak Panik Sikapi Wacana MSCI, Peluang Bursa RI Turun Kelas Sangat Mustahil

Bongkar Manipulasi Saham dan Penjatahan Semu: OJK Denda DSSA, BREN, dan CUAN Total Rp2,1 Triliun

Filosofi Bahtera di Atas Laut, Pemprov DKI Resmikan Masjid Apung An-Nur di Pantai Ancol

Ancaman Eksodus Dana Asing: Simak Pemicu Usulan Reklasifikasi Standalone Market oleh MSCI

Tekanan Ganda Pasar Finansial: BI Gelontorkan Intervensi Hadapi Sentimen Risk-Off dan Isu MSCI

Tersengat Wacana MSCI dan Inflasi AS: IHSG Kena Trading Halt di Awal Sesi I

STABILITAS CHANNEL

 
 
Next Post
Jamkrindo Gandeng Bank Mantap

Ulang Tahun, Jamkrindo Bagikan Sembako

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance