Stabilitas.id – Bank Indonesia (BI) melaporkan Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) sepanjang 2025 membukukan defisit sebesar US$7,8 miliar. Realisasi ini berbalik arah dibandingkan dengan capaian sepanjang 2024 yang mencatatkan surplus sebesar US$7,2 miliar.
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, menjelaskan bahwa meskipun NPI secara keseluruhan defisit, kinerja transaksi berjalan menunjukkan perbaikan yang signifikan.
“Perkembangan ini dipengaruhi oleh peningkatan surplus neraca perdagangan barang seiring dengan kinerja ekspor yang meningkat, khususnya produk manufaktur,” ujar Denny dalam keterangan resmi, Jumat (20/2/2026).
BERITA TERKAIT
Defisit transaksi berjalan sepanjang 2025 tercatat hanya sebesar US$1,5 miliar atau setara 0,1% dari Produk Domestik Bruto (PDB). Angka ini menyusut tajam jika dibandingkan dengan defisit tahun 2024 yang mencapai US$8,6 miliar (0,6% PDB).
Perbaikan ini ditopang oleh surplus neraca perdagangan barang yang menembus US$49,8 miliar, naik dari posisi US$39,8 miliar pada tahun sebelumnya. Namun, penguatan ini tertahan oleh:
Neraca Jasa: Defisit melebar menjadi US$19,8 miliar, dipicu oleh kenaikan kebutuhan jasa telekomunikasi di sektor informasi dan komunikasi.
Pendapatan Primer: Defisit naik menjadi US$38,2 miliar akibat peningkatan pembayaran imbal hasil investasi asing.
Tekanan pada Transaksi Finansial
Penyebab utama defisit NPI terletak pada transaksi modal dan finansial yang mencatatkan defisit US$4,2 miliar pada 2025. Padahal, pada 2024, pos ini masih membukukan surplus jumbo sebesar US$18 miliar.
Denny menyebutkan bahwa kondisi tersebut dipicu oleh keluarnya aliran modal asing (outflow) pada investasi portofolio. “Ketidakpastian pasar keuangan global yang tinggi sepanjang 2025 mendorong keluarnya modal asing pada investasi portofolio dan investasi lainnya,” jelasnya.
Di sisi lain, neraca pendapatan sekunder memberikan bantalan positif dengan surplus US$6,7 miliar, meningkat dari tahun sebelumnya berkat kenaikan penerimaan remitansi dari Pekerja Migran Indonesia (PMI). ***





.jpg)










