• Redaksi
  • Iklan
  • Majalah Digital
  • Kontak Kami
Minggu, Februari 22, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Perbankan
  • Keuangan
  • BUMN
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Sektor Riil
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Perbankan
  • Keuangan
  • BUMN
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Sektor Riil
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
Home Perbankan

Otoritas Harus Bergegas Revisi Aturan

oleh Sandy Romualdus
14 Juni 2014 - 00:00
4
Dilihat
Otoritas Harus Bergegas Revisi Aturan
0
Bagikan
4
Dilihat

Sentul – Meski penerapan kesepakatan dalam Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) di sektor masih enam tahun lagi, otoritas perbankan diminta untuk secepatnya membereskan regulasi baik makro ataupun mikro di sektor tersebut. Pasalnya industri perbankan nasional sudah tertinggal beberapa langkah dari Negara-negara jiran dalam hal persiapan.

Demikian diungkapkan oleh Kepala Ekonom BNI Ryan Kiryanto kepada wartawan dalam sebuah seminar keuangan di Sentul, Bogor Jawa Barat. Menurut dia, bank-bank di ASEAN sudah membangun lembaga sejak pintu liberalisasi keuangan di buka di Indonesia. “ Saat Letter of Intent (LoI) ditandatangani Pak Harto (Presiden RI) dan disaksikan Michell Camdessus dari IMF, saat itulah bank-bank seperti milik Singapura dan Malaysia sudah menyiapkan diri,” kata dia.

Oleh karena itu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sudah harus segera mengkaji ulang semua regulasi baik makro maupun mikro perbankan agar bisa sesuai dengan peraturan yang berlaku secara internasional. Hal itu dimaksudkan untuk mendorong daya saing dan kekuatan bank nasional menghadapi persaingan. “Juga agar suatu saat aturan itu harus dijudicial review kembali karena tidak sesuai dengan kesepakatan internasiona,” tambah Ryan.

BERITA TERKAIT

HPSN 2026: BNI Perkuat Aksi Lingkungan, 423 Kg Sampah Berhasil Diangkut dari Pantai Mertasari

BNI Rayakan Imlek 2577 Kongzili Bersama Nasabah, Perkuat Komitmen Tumbuh Berkelanjutan

OJK Sikat Influencer Saham BVN, Denda Rp5,35 Miliar Akibat Manipulasi Pasar

Bareskrim Bidik TPPU Emas Ilegal Rp992 Triliun, Toko Emas di Jatim Digeledah

Selain itu mereview aturan, otoritas juga diminta untuk membuat skala prioritas terhadapa penyelesaian masalah yang ada dalam industri untuk menyiapkan perbankan dalam MEA yang akan berlaku pada 2020.

Ryan juga mengungkapkan bahwa perbankan nasional tetap menunjukan performa yang sangat bagus meski di tengah keketatan likuiditas dan risiko kredit yang meningkat. Hingga Maret tahun ini kredit perbankan terus mencatatkan kenaikan hingga 19 persen dibanding capaian pada periode yang sama tahun lalu.

Sementara itu, dalam hal peningkatan modal, perbankan juga berhasil mendongkrak modal sebesar 22,49 persen dan modal inti modal inti 24,53 persen dalam rentang waktu Maret tahun lalu hingga Maret 2014.

Industri Bersiap

Sementara itu di sisi lain, pelaku industri juga tidak boleh berdiam diri. Agar bisa bersaing dengan bank-bank di Negara ASEAN yang akan menyerbu pasar Indonesia, bank harus mulai menyiapkan sumber daya manusia yang mumpuni dari sisi kualitas dan jumlah. “Saat ini beberapa posisi dalam back office dan front liner layanan perbankan mengalami kekurangan SDM yang berkualitas,” kata Ryan.

Menurut survey yang dilakukan lembaga riset PriceWaterhouse Cooper, pelayanan kredit adalah area yang membutuhkan banyak pegawai terutama yang berkualitas. Survey yang dilakukan terhadap banker-bankir nasional terbaru menyatakan bahwa bankir menganggap bank sangat membutuhkan karyawan di area kredit. Sebanyak 35 persen percaya bahwa di sektor tersebut turn over-nya paling tinggi. Setelah itu menyusul di sektor pendanaan sebesar 21 persen dan operational 16 persen.

Selain menyiapkan SDM yang berbakat, bank juga harus meningkatkan modal sebagai peredam risiko apapun (shock breaker) buat bank maupun industri. Tak lupa pula bank harus meningkatkan invetasi dalam bidang teknologi informasi dan memperluas jaringan di dalam negeri agar lebih banyak masyarakat bisa dilayani perbankan.

 
 
 
 
Sebelumnya

BNI dan OJK Gelar Pameran Produk Jasa Keuangan di Gorontalo

Selanjutnya

Phapros Giat Pasarkan Bioneuron Tanpa Resep

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

HPSN 2026: BNI Perkuat Aksi Lingkungan, 423 Kg Sampah Berhasil Diangkut dari Pantai Mertasari

HPSN 2026: BNI Perkuat Aksi Lingkungan, 423 Kg Sampah Berhasil Diangkut dari Pantai Mertasari

oleh Stella Gracia
21 Februari 2026 - 22:39

Stabilitas.id - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI memperkuat komitmennya terhadap pelestarian lingkungan dengan menggelar rangkaian aksi bersih...

BNI Rayakan Imlek 2577 Kongzili Bersama Nasabah, Perkuat Komitmen Tumbuh Berkelanjutan

BNI Rayakan Imlek 2577 Kongzili Bersama Nasabah, Perkuat Komitmen Tumbuh Berkelanjutan

oleh Sandy Romualdus
21 Februari 2026 - 19:52

Stabilitas.id - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI menggelar Customer Gathering Imlek 2026 sebagai ajang silaturahmi sekaligus apresiasi...

Bank Indonesia Tetapkan Jadwal Rapat Dewan Gubernur Bulanan 2026, Fokus Transparansi Kebijakan

Outlook Moody’s Negatif, BI Pastikan Likuiditas Perbankan Jumbo Tetap Solid

oleh Stella Gracia
20 Februari 2026 - 15:11

Stabilitas.id – Bank Indonesia (BI) menegaskan ketahanan sektor perbankan nasional tetap kokoh di tengah langkah Moody’s Ratings yang merevisi outlook...

Dirut BRI: Fundamental Industri Perbankan Solid, Akselerasi Kredit Butuh Penguatan dari Sisi Demand

Dirut BRI: Fundamental Industri Perbankan Solid, Akselerasi Kredit Butuh Penguatan dari Sisi Demand

oleh Sandy Romualdus
20 Februari 2026 - 10:32

Stabilitas.id – Industri perbankan nasional masih memiliki ruang yang solid untuk menopang pertumbuhan kredit ke depan dengan kondisi likuiditas dan...

Laba Danamon Tumbuh 14% Jadi Rp4 Triliun pada 2025, Kredit Naik 9%

Laba Danamon Tumbuh 14% Jadi Rp4 Triliun pada 2025, Kredit Naik 9%

oleh Sandy Romualdus
19 Februari 2026 - 19:20

Stabilitas.id — PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) membukukan laba bersih konsolidasian sebesar Rp4 triliun sepanjang 2025, tumbuh 14% secara...

Transaksi SeaBank Tembus 10 Juta per Hari, Deposito Digital Jadi Tren Penahan Konsumsi Gen Z

Transaksi SeaBank Tembus 10 Juta per Hari, Deposito Digital Jadi Tren Penahan Konsumsi Gen Z

oleh Stella Gracia
19 Februari 2026 - 12:11

Stabilitas.id – Tren digitalisasi perbankan yang semakin lekat dengan gaya hidup generasi muda mendorong perbankan digital untuk memperkuat strategi pengelolaan...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Puncak BIK 2025: Ribuan Warga Banyumas Dapat Akses Keuangan Baru dari LJK

    OJK Tunjuk Friderica sebagai ADK Pengganti Ketua dan Wakil Ketua OJK

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kasus Scam di Indonesia Tertinggi di Dunia, Capai 274 Ribu Laporan dalam Setahun

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK Akhiri Riwayat BPR Bank Cirebon, Ini Kronologi Lengkapnya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 1 Sak Mortar Plester Berapa m²? Simak Cara Hitung dan Keunggulan Semen Merah Putih

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Rekam Jejak Panji Irawan, Dirut Bank Mandiri Taspen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Diteror Debt Collector, Nasabah Seret Aplikasi Pinjol AdaKami ke Pengadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kasus Korupsi Pertamina, Riza Chalid Masuk Daftar Buronan Internasional

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

HPSN 2026: BNI Perkuat Aksi Lingkungan, 423 Kg Sampah Berhasil Diangkut dari Pantai Mertasari

BNI Rayakan Imlek 2577 Kongzili Bersama Nasabah, Perkuat Komitmen Tumbuh Berkelanjutan

OJK Sikat Influencer Saham BVN, Denda Rp5,35 Miliar Akibat Manipulasi Pasar

Bareskrim Bidik TPPU Emas Ilegal Rp992 Triliun, Toko Emas di Jatim Digeledah

Mari Elka Pangestu: Reformasi Bursa Jadi Kunci RI Raih Dana Asing Rp1.118 Triliun

Neraca Pembayaran 2025 Defisit US$7,8 Miliar, Tertekan Outflow Investasi Portofolio

Siap-siap! THR TNI/Polri dan ASN Mulai Disalurkan Minggu Pertama Ramadan

Purbaya Tolak Usulan IMF Naikkan PPh 21, Fokus Jaga Daya Beli Masyarakat

Strategi Pembiayaan APBN: Serapan Lelang SUN Tembus Rp40 Triliun di Tengah Penurunan Bids

STABILITAS CHANNEL

Selanjutnya
Phapros Giat Pasarkan Bioneuron Tanpa Resep

Phapros Giat Pasarkan Bioneuron Tanpa Resep

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Perbankan
  • Keuangan
  • BUMN
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Sektor Riil
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance