BNI memacu transaksi digital wondr by BNI lewat diskon tiket MotoGP 2026. Strategi ini menyasar nasabah premium guna menjaga kualitas tata kelola risiko kredit.
Stabilitas.id – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) terus memacu volume transaksi digital lewat pemanfaatan ekosistem olahraga kelas dunia. Manajemen merilis program diskon tiket MotoGP Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 melalui aplikasi wondr by BNI. Langkah taktis ini menjadi strategi perseroan untuk memperkuat retensi nasabah segmen ritel sekaligus mengerek porsi pendapatan berbasis komisi (fee-based income).
Penawaran potongan harga hingga Rp300 ribu tersebut berlaku efektif mulai 16 September hingga 11 Oktober 2026. Perseroan secara selektif membatasi promo ini khusus bagi pemegang Kartu Kredit kelas menengah atas dan Kartu Debit berlogo Mastercard. Strategi mitigasi risiko kredit (credit risk management) tampak presisi lewat pengecualian fasilitas promosi untuk kartu berjenis Silver, Gold, serta Corporate Card.
Corporate Secretary BNI, Okki Rushartomo, menyebut inovasi ini sebagai bentuk integrasi mulus antara layanan perbankan dan gaya hidup (lifestyle) nasabah. “Melalui wondr by BNI, kami ingin memberikan kemudahan bagi nasabah untuk mengakses berbagai kebutuhan, termasuk menikmati ajang olahraga kelas dunia seperti MotoGP Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026,” papar Okki memberikan keterangannya.
BERITA TERKAIT
Okki meyakini bahwa fleksibilitas transaksi akan memanjakan nasabah dalam mengelola arus kas (cash flow) pribadi mereka tanpa mengorbankan likuiditas harian. “Penawaran ini kami hadirkan agar nasabah memiliki lebih banyak pilihan dalam merencanakan pembelian tiket sesuai kebutuhannya,” tegas eksekutif BNI tersebut.
Nasabah berhak memborong maksimal lima tiket per akun setiap harinya selama kuota program masih tersedia. Pengguna Kartu Kredit BNI juga mendapat keistimewaan berupa fasilitas cicilan nol persen dengan pilihan tenor hingga 12 bulan. Syarat utamanya hanya mewajibkan batas minimum transaksi sebesar Rp1 juta demi menjaga kualitas portofolio kredit konsumer.
Manuver bisnis ini turut mempertegas posisi BNI sebagai entitas Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bernaung kokoh di bawah payung ekosistem Danantara Indonesia. Perseroan terbukti sangat agresif melakukan transformasi tata kelola digital guna merawat loyalitas nasabah. Aplikasi wondr by BNI kini tidak lagi sekadar alat transfer, melainkan telah berevolusi menjadi instrumen penyedot Dana Pihak Ketiga (DPK) yang berdaya saing tinggi.***

















