• Redaksi
  • Iklan
  • Majalah Digital
  • Kontak Kami
Minggu, Februari 22, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Perbankan
  • Keuangan
  • BUMN
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Sektor Riil
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Perbankan
  • Keuangan
  • BUMN
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Sektor Riil
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Penduduk Miskin Indonesia Bertambah

oleh Sandy Romualdus
4 Januari 2014 - 00:00
3
Dilihat
BPS: Jumlah Penduduk Miskin Turun Lagi
0
Bagikan
3
Dilihat

Jakarta – Jumlah penduduk miskin di Indonesia per September 2013 mencapai 28,55 juta jiwa atau 11,47 persen dari populasi. Jumlah tersebut bertambah sejak Maret yang mencapai 28,07 juta jiwa.

Kepala Badan Pusat Statistik Suryamin mengatakan salah satu penyebab meningkatnya jumlah penduduk miskin selama Maret-September 2013 ialah karena penaikan harga BBM pada Juni lalu.

"Penaikan harga beras, beberapa bahan pokok eceran seperti daging ayam ras, telur ayam ras, dan cabai merah, serta meningkatnya tingkat pengangguran terbuka juga jadi faktor penyebab meningkatnya jumlah penduduk miskin," kata Suryamin di Jakarta, Kamis (2/1).

BERITA TERKAIT

HPSN 2026: BNI Perkuat Aksi Lingkungan, 423 Kg Sampah Berhasil Diangkut dari Pantai Mertasari

BNI Rayakan Imlek 2577 Kongzili Bersama Nasabah, Perkuat Komitmen Tumbuh Berkelanjutan

OJK Sikat Influencer Saham BVN, Denda Rp5,35 Miliar Akibat Manipulasi Pasar

Bareskrim Bidik TPPU Emas Ilegal Rp992 Triliun, Toko Emas di Jatim Digeledah

Kebanyakan jumlah penduduk miskin per September 2013 masih terkonsentrasi di pulau Maluku dan Papua, 24,24 persen. Sementara di pulau Jawa hanya 10,98 persen, Sumatera 11,53 persen, Bali dan Nusa Tenggara 14,49 persen, Sulawesi 17,75 persen, dan Kalimantan 6,66 persen.

Dilihat dari daerahnya, penduduk miskin masih banyak di perdesaan. Per September 2013 terdapat 17,92 juta jiwa. Sementara di perkotaan hanya 10,63 juta jiwa.

Peningkatan angka kemiskinan menurut Pengamat Ekonomi UGM Revrisond Baswir secara umum mudah dimengerti. Menurutnya, pemberian BLSM yang dilakukan pemerintah tidak dapat diandalkan mengurangi kemiskinan.

“Karena beberapa waktu terakhir ada pelemahan rupiah dan inflasi naik pasti berdampak pada peningkatan penduduk miskin,” ujarnya ketika dihubungi, Kamis (2/1)). Pemberian BLSM menurutnya sudah sejak lama tidak perlu dipertimbangkan bisa mengurangi kemiskinan karena sifatnya sesaat. “BLSM tidak dapat diandalkan untuk mengurangi miskin. Kenaikan BBM sudah jelas meningkatkan kemiskinan karena BLSM yang diberikan tidak sebanding.”

Menurutnya, bicara kemiskinan berarti bicara mengenai garis kemiskinan yang sifatnya relatif. “Angka tersebut tidak menjamin jumlah penduduk miskin secara keseluruhan. Yang perlu dicermati adalah index kesenjangan kemiskinan dan kaya yang semakin melebar,” jelasnya. Ia mengatakan angka index kesenjangan kaya miskin sebelumnya sebesar 0,35% dan dalam 10 tahun terakhir terus naik. “Per 2012 sudah 0,45%. Sebelumnya kita belum pernah mencapai angka kesenjangan selebar itu.” Menurut Basywir, kesenjangan kaya miskin tersebut perlu diantisipasi.

Sementara itu, Pengamat Ekonomi INDEF Ahmad Erani mengatakan peningkatan angka kemiskinan sudah diprediksi. “Kami sudah memprediksi angka kemiskinan dan pengangguran akan meningkat ketika BBM naik,” ujarnya.

Menurutnya, kenaikan harga minyak akan membuat inflasi tinggi. “Kami bilang inflasi akan di angka 8,5%. Pemerintah over optimis inflasi hanya 7,5%. Sudah predictable semuanya,” jelasnya.

Selain itu, beban hidup juga semakin besar dan peningkatan upah yang dilakukan pemerintah tidak berdampak apa-apa. “Kenaikan upah kalau tidak diimbangi kebijakan pemerintah yang kalkulatif menjadi tidak berdampak pada kesejahteraan,” kata Erani. Ia mengatakan terus mendorong pemerintah untuk melakukan kebijakan dengan kalkulasi yang matang. “Kalkulasi inflasi pemerintah waktu menaikan BBM tidak masuk akal. Dalam situasi ini sulit mencapai pertumbuhan ekonomi hingga 6%.”

Erani melihat pemerintah tidak kalkulatif dalam kebijakan ekonominya. “Kalau pemerintah ingin menaikan bbm, pastikan sektor pangan dapat dikendalikan pemerintah. Tapi nyatanya pemerintah tidak mampu,” kritiknya. Tanpa kenaikan harga BBM pun pemerintah tidak dapat mengendalikan harga pangan.

“Pemerintah lupa ada dampak lain yang kurang diperhatikan akibat kenaikan harga BBM. Pemerintah terlalu menyederhanakan persoalan.

 
 
 
 
Sebelumnya

Bangun Transmisi Jawa – Bali, Pemerintah Utang US$ 25 Juta

Selanjutnya

Inflasi 2013 Melesat ke 8,38%

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Gadai Emas Syariah

Bareskrim Bidik TPPU Emas Ilegal Rp992 Triliun, Toko Emas di Jatim Digeledah

oleh Sandy Romualdus
20 Februari 2026 - 16:03

Stabilitas.id – Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri mulai membongkar jaringan pencucian uang terkait aktivitas penambangan emas tanpa...

Neraca Pembayaran 2025 Defisit US$7,8 Miliar, Tertekan Outflow Investasi Portofolio

Neraca Pembayaran 2025 Defisit US$7,8 Miliar, Tertekan Outflow Investasi Portofolio

oleh Stella Gracia
20 Februari 2026 - 15:43

Stabilitas.id – Bank Indonesia (BI) melaporkan Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) sepanjang 2025 membukukan defisit sebesar US$7,8 miliar. Realisasi ini berbalik...

Purbaya: Kebijakan Pro-Growth Berhasil Balikkan Arah Ekonomi, Fondasi 2026 Lebih Kuat

Siap-siap! THR TNI/Polri dan ASN Mulai Disalurkan Minggu Pertama Ramadan

oleh Stella Gracia
20 Februari 2026 - 15:38

Stabilitas.id – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan penyaluran Tunjangan Hari Raya (THR) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), prajurit TNI,...

Strategi Transisi Ekonomi: Menkeu Purbaya Siapkan Stimulus ‘Habis-habisan’ di Kuartal I/2026

Purbaya Tolak Usulan IMF Naikkan PPh 21, Fokus Jaga Daya Beli Masyarakat

oleh Stella Gracia
20 Februari 2026 - 15:30

Stabilitas.id – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pemerintah belum berencana menaikkan tarif Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 21 atau pajak...

BI: KPR Dominasi 74% Pembelian Rumah, Aset Properti Tumbuh Terbatas di Q3 2025

Strategi Pembiayaan APBN: Serapan Lelang SUN Tembus Rp40 Triliun di Tengah Penurunan Bids

oleh Stella Gracia
20 Februari 2026 - 15:24

Stabilitas.id – Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan memutuskan untuk menarik utang sebesar Rp40 triliun...

Barter Tarif: 1.819 Produk Ekspor RI Jadi 0%, Gandum & Kedelai AS Bebas Bea Masuk

Barter Tarif: 1.819 Produk Ekspor RI Jadi 0%, Gandum & Kedelai AS Bebas Bea Masuk

oleh Stella Gracia
20 Februari 2026 - 15:00

Stabilitas.id – Pemerintah Indonesia dan Amerika Serikat resmi mengesahkan Agreement on Reciprocal Tariff pada Jumat (20/2/2026). Kesepakatan teknis ini menjadi...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Puncak BIK 2025: Ribuan Warga Banyumas Dapat Akses Keuangan Baru dari LJK

    OJK Tunjuk Friderica sebagai ADK Pengganti Ketua dan Wakil Ketua OJK

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kasus Scam di Indonesia Tertinggi di Dunia, Capai 274 Ribu Laporan dalam Setahun

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK Akhiri Riwayat BPR Bank Cirebon, Ini Kronologi Lengkapnya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 1 Sak Mortar Plester Berapa m²? Simak Cara Hitung dan Keunggulan Semen Merah Putih

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Rekam Jejak Panji Irawan, Dirut Bank Mandiri Taspen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Diteror Debt Collector, Nasabah Seret Aplikasi Pinjol AdaKami ke Pengadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kasus Korupsi Pertamina, Riza Chalid Masuk Daftar Buronan Internasional

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

HPSN 2026: BNI Perkuat Aksi Lingkungan, 423 Kg Sampah Berhasil Diangkut dari Pantai Mertasari

BNI Rayakan Imlek 2577 Kongzili Bersama Nasabah, Perkuat Komitmen Tumbuh Berkelanjutan

OJK Sikat Influencer Saham BVN, Denda Rp5,35 Miliar Akibat Manipulasi Pasar

Bareskrim Bidik TPPU Emas Ilegal Rp992 Triliun, Toko Emas di Jatim Digeledah

Mari Elka Pangestu: Reformasi Bursa Jadi Kunci RI Raih Dana Asing Rp1.118 Triliun

Neraca Pembayaran 2025 Defisit US$7,8 Miliar, Tertekan Outflow Investasi Portofolio

Siap-siap! THR TNI/Polri dan ASN Mulai Disalurkan Minggu Pertama Ramadan

Purbaya Tolak Usulan IMF Naikkan PPh 21, Fokus Jaga Daya Beli Masyarakat

Strategi Pembiayaan APBN: Serapan Lelang SUN Tembus Rp40 Triliun di Tengah Penurunan Bids

STABILITAS CHANNEL

Selanjutnya
CIMB Niaga Tawar Promo Menarik di Ajang Color Runâ„¢

CIMB Niaga Tawar Promo Menarik di Ajang Color Runâ„¢

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Perbankan
  • Keuangan
  • BUMN
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Sektor Riil
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance