• Redaksi
  • Iklan
  • Majalah Digital
  • Kontak Kami
Sabtu, Februari 21, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Perbankan
  • Keuangan
  • BUMN
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Sektor Riil
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Perbankan
  • Keuangan
  • BUMN
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Sektor Riil
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
Home Manajemen Risiko

Penerapan Manajemen Resiko di Sektor Publik Dianggap Terlambat

oleh Stella Gracia
3 Oktober 2016 - 00:00
15
Dilihat
0
Bagikan
15
Dilihat

JAKARTA, Stabilitas — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Center for Risk Management Studies (CRMS) mengadakan diskusi membahas penerapan manajemen resiko pada sektor publik. Diskusi ini dilakukan mengingat pentingnya manajemen resiko dalam organisasi yang dalam hal ini adalah sektor publik atau pun lembaga pemerintahan.

Penerapan manajemen resiko sendiri dianggap terlambat dan menjadi hal yang baru dalam organisasi di sektor publik, sehingga sektor publik jauh tertinggal oleh sektor komersial walaupun sektor public sendiri tidak berorientasi pada profit seperti halnya sektor komersial.

“Seperti infrastruktur, manajemen resiko sektor publik di Indonesia termasuk hal yang baru, untuk itu bisa dikatakan terlambat,” kata Ketua Dewan Audit dan Komisioner OJK, Ihya Avianti di Jakarta, Senin (03/10/2016).

BERITA TERKAIT

Tidak hanya sektor komersial, penerapan manajemen resiko di sektor publik khususnya OJK menjadi hal yang penting, karena resiko senantiasa mengancam dan memerlukan rencana yang matang untuk menguranginya.

“Kalau kita sudah bisa melihat resiko yang menganccam kita, tentunya kita bisa aware melakukan mitigasi seandainya resiko itu terjadi. Dan mitigasi resiko ini hanya bisa dilakukan apabila kita mempunyai rencana yang matang. Jadi meskipun manajemen resiko ini berawal dari sektor komersil yang tadinya memang untuk mengamankan pencapaian profit dan mengamankan aset, itu ternyata public sector juga memerlukan untuk menghindari ketidakcukupan pengendalian,”jelas Ihya.

Sejak lima tahun lalu, organisasi sektor publik yang menerapkan manajemen resiko masih berjumlah 56 persen dan belum berjalan secara sistematis atau terstruktur. Hingga kini posisi sektor publik dalam penanganan resiko turun yang tadinya berada di posisi 37, kini berada di posisi 41 dari 181 negara.

Tags: manajemen risiko,OJK
 
 
 
 
Sebelumnya

CIMB Niaga Tawarkan Obligasi Berkelanjutan II 2016

Selanjutnya

BEI Anugerahi ANTM Predikat IDX Best Blue 2016

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Gadai Emas Syariah

Bareskrim Bidik TPPU Emas Ilegal Rp992 Triliun, Toko Emas di Jatim Digeledah

oleh Sandy Romualdus
20 Februari 2026 - 16:03

Stabilitas.id – Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri mulai membongkar jaringan pencucian uang terkait aktivitas penambangan emas tanpa...

Kasus Korupsi Pertamina, Riza Chalid Masuk Daftar Buronan Internasional

Kasus Korupsi Pertamina, Riza Chalid Masuk Daftar Buronan Internasional

oleh Stella Gracia
2 Februari 2026 - 10:09

Stabilitas.id — Divisi Hubungan Internasional Polri mengumumkan Mohammad Riza Chalid (MRC) resmi berstatus buronan internasional setelah Interpol menerbitkan red notice...

Kasus Penipuan Mengatasnamakan TASPEN Berujung Vonis, Perseroan Tegaskan Keamanan Data Peserta

Kasus Penipuan Mengatasnamakan TASPEN Berujung Vonis, Perseroan Tegaskan Keamanan Data Peserta

oleh Stella Gracia
28 Januari 2026 - 09:32

Stabilitas.id — PT TASPEN (Persero) menegaskan komitmennya dalam melindungi hak dan keamanan peserta setelah pelaku penipuan yang mengatasnamakan TASPEN dijatuhi...

Coachee360 Diluncurkan, Perkuat Pengembangan Kepemimpinan Berbasis AI

Coachee360 Diluncurkan, Perkuat Pengembangan Kepemimpinan Berbasis AI

oleh Sandy Romualdus
22 Januari 2026 - 19:36

Stabilitas.id — Perkembangan teknologi artificial intelligence (AI) kian mendorong transformasi fungsi human resources (HR) dari peran administratif menjadi mitra strategis...

Eks Director Sertifikasi Asia Pacific Dirikan KRQA, Siap Beroperasi 2026

Eks Director Sertifikasi Asia Pacific Dirikan KRQA, Siap Beroperasi 2026

oleh Stella Gracia
6 Januari 2026 - 12:32

Stabilitas.id — Praktisi sertifikasi internasional Dr. Ir. Karolus Karni Lando, MBA resmi mendirikan Karl Register Quality Assurance (KRQA), sebuah badan...

Askrindo Tingkatkan Literasi Asuransi bagi Pengelola SPBU dan SPBE

Askrindo Tingkatkan Literasi Asuransi bagi Pengelola SPBU dan SPBE

oleh Stella Gracia
24 Desember 2025 - 16:05

Stabilitas.id – PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) menggandeng Koperasi Pengusaha Nasional Minyak dan Gas Bumi (Kopana Migas) untuk mendiseminasikan pentingnya...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Puncak BIK 2025: Ribuan Warga Banyumas Dapat Akses Keuangan Baru dari LJK

    OJK Tunjuk Friderica sebagai ADK Pengganti Ketua dan Wakil Ketua OJK

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kasus Scam di Indonesia Tertinggi di Dunia, Capai 274 Ribu Laporan dalam Setahun

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK Akhiri Riwayat BPR Bank Cirebon, Ini Kronologi Lengkapnya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 1 Sak Mortar Plester Berapa m²? Simak Cara Hitung dan Keunggulan Semen Merah Putih

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Rekam Jejak Panji Irawan, Dirut Bank Mandiri Taspen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Diteror Debt Collector, Nasabah Seret Aplikasi Pinjol AdaKami ke Pengadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kasus Korupsi Pertamina, Riza Chalid Masuk Daftar Buronan Internasional

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

OJK Sikat Influencer Saham BVN, Denda Rp5,35 Miliar Akibat Manipulasi Pasar

Bareskrim Bidik TPPU Emas Ilegal Rp992 Triliun, Toko Emas di Jatim Digeledah

Mari Elka Pangestu: Reformasi Bursa Jadi Kunci RI Raih Dana Asing Rp1.118 Triliun

Neraca Pembayaran 2025 Defisit US$7,8 Miliar, Tertekan Outflow Investasi Portofolio

Siap-siap! THR TNI/Polri dan ASN Mulai Disalurkan Minggu Pertama Ramadan

Purbaya Tolak Usulan IMF Naikkan PPh 21, Fokus Jaga Daya Beli Masyarakat

Strategi Pembiayaan APBN: Serapan Lelang SUN Tembus Rp40 Triliun di Tengah Penurunan Bids

Outlook Moody’s Negatif, BI Pastikan Likuiditas Perbankan Jumbo Tetap Solid

Barter Tarif: 1.819 Produk Ekspor RI Jadi 0%, Gandum & Kedelai AS Bebas Bea Masuk

STABILITAS CHANNEL

Selanjutnya
Pasarkan Produk di Indonesia, Aberdeen Gandeng Mandiri Sekuritas

Pasarkan Produk di Indonesia, Aberdeen Gandeng Mandiri Sekuritas

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Perbankan
  • Keuangan
  • BUMN
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Sektor Riil
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance