Jakarta- PT Pos Indonesia (Pos Indonesia) awal Mei ini akan melakukan kerjasama jasa remittance (pengiriman uang) dengan Pos Malaysia. Kerjasama tersebut dilakukan mengingat ada sekitar 3 juta tenaga kerja Indonesia (TKI) yang bekerja di Negeri Jiran tersebut.
“Untuk jasa keuangan tahun ini kami akan gandeng Pos Malaysia untuk sasar pasar remittance disana” ungkap Direktur Utama PT Pos Indonesia Budi Setiawan disela-sela acara peresmian pembangunan gudang PT Pos Logistik di Jakarta (2/4).
Dia mengharapkan dengan adanya kerjasama dalam hal remittance tersebut, Pos Indonesia dapat meningkatkan transaksi remittance 2 kali lipat. “Saat ini remittance dari Malaysia ke Indonesia via kita baru 75 ribu transaksi, kalau kita gandeng Malaysia maka transaksinya bisa double” tambah Budi.
BERITA TERKAIT
Program kerjasama remittance tersebut rencananya akan diakukan grand launching-nya di Kuala Lumpur, Malaysia pada awal Mei mendatang.
Adapun revenue yang disumbangkan dari jasa remittance sendiri ke pendapatan Pos Indonesia adalah sebesar 15% atau sekitar Rp 30 miliar. Selain Malaysia, tahun ini Pos Indonesia juga tengah menjajaki kerjasama remittance lainnya ke sejumlah negara lainnya di kawasan Asia. Negara-negara tersebut adalah Thailand, Korea Selatan, Jepang, Uni Emirat Arab, dan Arab Saudi.
“Pos Indonesia akan jalin kerjasama jasa remittance dengan negara-negara tersebut, dan sejumlah bank karena selama ini warga kita disana kirim uang via money transfer operator” ujarnya.
Selain memfokuskan pada pengembangan jasa remittance, mulai akhir April mendatang Pos Indonesia juga akan menjalin kerjasama dengan Kementerian Agama perihal kargo haji. Disamping itu pada pertengahan tahun ini Pos Indonesia juga akan mejajal bisnis city courier dimana akan memfokuskan pelayanan pada jasa pengiriman dalam kota.
Di tahun ini Pos Indonesia juga melanjutkan pembangunan properti berupa dua hotel di Bandung, yang ditargetkan mulai beroperasi awal tahun depan. Selain itu juga, akan ada suntikan modal ke PT Pos Logistik dan rencana program jasa keungan untuk mobile payment melalui Pos Pay.
Untuk mendukung semua program tersebut, Pos Indonesia menganggarkan belanja modal 2014 sebesar Rp 800 miliar. Dimana alokasinya paling banyak untuk perbaikan infrastruktur.
"Hampir 60% anggaran kita gunakan untuk infrastruktur, terutama renovasi kantor-kantor pos yang sudah tua. Ada juga untuk teknologi dengan beberapa pengaturan sistem baru, juga material manajemen" ujar Budi.
Pos Indonesia sendiri sepanjang 2013 meraup pendapatan sebesar Rp 4 triliun dengan laba Rp 317 miliar. Sedangkan di 2014, Pos Indonesia menargetkan pendapatannya naik menjadi Rp 4,6 triliun dengan laba Rp 330 miliar. "Tahun lalu ada sumbangan pendapatan dari penyaluran BLSM (bantuan langsung sementara masyarakat) Rp 30 miliar. Kalau tahun ini ada tambahan dari distribusi logistik pemilu Rp 15 miliar, karena selain distribusikan ke dalam negeri, kita juga distribusikan ke 180 negara" tutup Budi.





.jpg)










