BSI menggandeng entitas bisnis Muhammadiyah, Mentari Bayt Coin, guna memperluas ekosistem investasi emas safe haven berbekal integrasi tata kelola digital.
Stabilitas.id – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) kembali melakukan manuver strategis untuk mempertebal pangsa pasar instrumen investasi safe haven. Manajemen BSI resmi menggandeng PT Mentari Bayt Coin (MBC), salah satu pilar bisnis strategis di bawah naungan Persyarikatan Muhammadiyah. Kongsi bisnis ini membidik pengembangan ekosistem produk emas secara masif sekaligus mengintegrasikan layanan digital demi mempermudah akses investasi syariah bagi jutaan basis massa Muhammadiyah.
Direktur Finance & Strategy BSI, Ade Cahyo Nugroho, memandang kolaborasi ini sebagai langkah taktis perseroan dalam mengukuhkan dominasi tata kelola ekosistem emas syariah secara nasional. Ekspansi bisnis ini tidak semata mengejar volume transaksi, melainkan berupaya menanamkan literasi investasi berwawasan keberlanjutan bagi masyarakat akar rumput.
“Melalui kolaborasi ini, BSI tidak sekadar menyediakan layanan, tetapi berupaya menghadirkan nilai tambah dan trusted value bagi masyarakat luas, khususnya basis warga Muhammadiyah, sekaligus membuka peluang ekspansi bisnis yang berkelanjutan,” papar Cahyo dalam keterangan tertulisnya pada Senin (21/9/2026).
BERITA TERKAIT
Sinergi kedua entitas ini akan segera melahirkan produk co-branding BSI Gold yang memuat identitas visual Muhammadiyah secara eksklusif. Aspek tata kelola (Good Corporate Governance/GCG) transaksi turut menjadi sorotan utama melalui rencana integrasi sistem teknologi dan aplikasi digital tingkat lanjut. Infrastruktur digital kolaboratif ini akan mengawal seluruh siklus bisnis secara end-to-end, mulai dari proses penerbitan, eksekusi transaksi investasi, hingga layanan purnajual produk. Optimalisasi sistem teknologi ini sekaligus menjadi instrumen mitigasi risiko operasional agar rekam jejak dan keamanan aset investor ritel tetap terproteksi secara presisi.
Strategi pemasaran yang diagendakan juga siap dieksekusi melalui pemanfaatan jaringan kanal digital maupun nondigital untuk menembus ceruk ekosistem warga Muhammadiyah yang sangat terstruktur. Manajemen bank pelat merah ini meyakini model pengembangan ekosistem emas yang memadukan kapasitas perbankan syariah, instrumen lindung nilai, dan teknologi digital akan menjadi standar baku baru di industri keuangan syariah.
“Ini merupakan titik tolak dari kolaborasi yang lebih agresif ke depannya. BSI sangat optimistis sinergi bersama Mentari Bayt Coin akan terus tereskalasi, baik dari dimensi inovasi produk, digitalisasi layanan, penetrasi pemasaran, hingga bermuara pada penguatan ekosistem emas syariah nasional,” pungkas Cahyo menegaskan visi kemitraan jangka panjang perseroan. ***

















