Stabilitas.id — PT Industri Karet Deli (IKD), produsen ban nasional pemegang merek Swallow, Delium, dan Deli Tire, resmi mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap berkapasitas 10 Megawatt peak (MWp) di fasilitas produksinya, Medan, Sumatra Utara.
Capaian ini menempatkan IKD sebagai perusahaan dengan instalasi PLTS Atap sektor industri terbesar di Provinsi Sumatra Utara hingga saat ini. Proyek yang dikembangkan oleh PT Greenroof Energy Indonesia tersebut diproyeksikan mampu menghasilkan energi bersih sebesar 12—13 GWh per tahun untuk mendukung operasional pabrik secara mandiri.
Direktur PT Industri Karet Deli, Darkiat Tjangnaka, menegaskan bahwa pengoperasian PLTS Atap ini merupakan tonggak penting dalam transformasi energi perusahaan untuk meningkatkan efisiensi sekaligus memperkuat ketahanan pasokan listrik.
BERITA TERKAIT
“Energi yang dihasilkan dimanfaatkan secara langsung untuk mendukung operasional pabrik dan memperkuat kinerja operasional industri. Kami meyakini industri masa depan adalah yang unggul secara ekonomi sekaligus bertanggung jawab terhadap lingkungan,” ujar Darkiat dalam seremoni peresmian, Jumat (6/2/2026).
Dukungan Internasional dan Implementasi ESG
Proyek strategis ini menarik perhatian internasional dengan kehadiran Wakil Duta Besar Kerajaan Norwegia, perwakilan Kedutaan Besar Belanda, hingga perwakilan Uni Eropa. Hal ini tidak terlepas dari keterlibatan Norfund (lembaga investasi Norwegia) dan Climate Fund Managers (didukung Uni Eropa) sebagai pemodal di balik pengembang proyek.
Secara lingkungan, instalasi panel surya massal ini diproyeksikan mampu menekan emisi karbon hingga 10.000 ton CO2 per tahun. Angka tersebut setara dengan dampak positif penanaman sekitar 450.000 pohon. Langkah ini memperkuat penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam rantai produksi ban IKD yang telah menembus pasar ekspor.
Sinergi dengan PLN dan Pemkot Medan
Manager PLN UP3 Medan Utara, Hiro Pingkir Pardede, mengapresiasi langkah IKD sebagai pelanggan besar dengan daya terpasang 22,86 MW yang proaktif melakukan transisi energi. PLN menilai pemanfaatan energi bersih terintegrasi ini sejalan dengan agenda dekarbonisasi nasional.
Senada, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Pemkot Medan, Citra Effendy Capah, berharap langkah IKD menjadi inspirasi bagi pelaku usaha lain di Medan untuk melakukan inovasi serupa. Inisiatif ini dinilai sinkron dengan visi “Medan untuk Semua” yang mengedepankan keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan kelestarian lingkungan.
“Pemerintah Kota Medan menyambut baik langkah strategis ini sebagai contoh nyata pemanfaatan energi terbarukan di sektor industri guna membangun ekosistem usaha yang tangguh,” pungkas Citra. ***
















