Jakarta – Meraih tiga sertifikasi berstandar internasional (ISO 9001:2008, ISO 14001:2004, dan OHSAS 18001:2007) menjelang tutup tahun ini, PT Pos Logistik Indonesia berharap dapat mendorong pertumbuhan bisnis di tahun depan dengan meraih target pendapatan hingga Rp300 miliar.
"Setidaknya ada dampak ke brand PT Pos Logistik dengan tiga ISO. Sejak awal (2011) revenue kita memang kecil. Tetapi terus tumbuh positif di 2012 dan tahun ini. Sehingga tahun depan kita berharap meraih pendapatan Rp300 miliar," ungkap Direktur Utama PT Pos Logistik Indonesia, Febriyanto di Jakarta, Senin (16/12).
Memang, jika dilihat secara konsolidasi, sumbangan pendapatan perseroan ke induk usaha, PT Pos Indonesia (Posindo), masih kecil. Pasalnya, jika melihat target revenue PT Posindo yang sebesar Rp4,3 triliun di 2014, maka sumbangan pendapatan PT Pos Logistik yang sebesar Rp300 miliar baru mewakili 7-8% dari target pendapatan induk usaha.
BERITA TERKAIT
Febriyanto menguraikan, di 2013 perseroan mentargetkan pendapatan sebesar Rp205 miliar. Hingga November, realisasi pendapatan sudah mencapai Rp186 miliar. "Dengan sisa sebulan, kami optimis target 2013 tercapai," katanya.
Namun dari sisi laba, dia mengungkapkan ada peningkatan melampaui 100% dari target 2013. "Tahun ini kita targetkan laba sebesar Rp11 miliar, tetapi realisasinya Rp6 miliar. Di tahun depan laba kita targetkan meningkat Rp24 miliar," pungkas dia.
Pertumbuhan target tersebut, menurut Febriyanto, akan diikuti dengan perbaikan layanan oleh perseroan. Terutama dengan suntikan modal senilai Rp75 miliar yang diperoleh perseroan dari induk usaha di akhir tahun ini.
"Artinya ada suntikan modal membuat ekspansi bisnis kita ke depan. Kami akan gunakan dana Rp75 miliar ini untuk pengadaan kendaraan dan peremajaan sistem IT, serta modal kerja demi layanan ke pelanggan yang lebih baik" ungkap Febriyanto.
Dia menyebutkan, saat ini PT Pos Logistik Indonesia melayani setidaknya 40 pelanggan korporat. Rata-rata korporat besar. Sebut saja PT Unilever Tbk, PT Pertamina (Persero), PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, dan tentu saja PT Pos Indonesia selaku induk usahanya. "Semua pelanggan kita dilayani dengan durasi kontrak jangka panjang," kata dia.
Sementara itu, Direktur Utama PT Pos Indonmesia, Budi Setiawan mengatakan, tahun depan perseroan menganggarkanm capex senilai Rp 800 miliar. Untuk pertumbuhan revenue dan laba, lanjut dia, di kisaran 15-20%. "Ini memperhitungkan pelemahan pertumbuhan ekonomi dan kondisi global.
Sementara rencana anak usahanya PT Pos Logistik mengakusisi perusahaan logistik, Budi menegaskan rencana aksi tersebut ditangguhkan sementara waktu. Saat ini sebagai induk usaha, Posindo mencoba dengan menyuntik modal baru sebesar Rp75 miliar.
"Itu untuk beli gedung, tambah armada, dan modal kerja. Karena merger/akusisi itu butuh waktu, sementara Pos Logistik baru operasi 2011. Jadi dengan tambahan modal itu kita lihat lagi perkembngan tahun depan seperti apa, nanti 2015 bisa disuntik lagi modal, sehingga bisa memungkinkan untuk akuisisi," jelas Budi.





.jpg)










