• Redaksi
  • Iklan
  • Majalah Digital
  • Kontak Kami
Rabu, Juli 22, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
Home Laporan Utama

Regulasi Harusnya BIsa Diperlunak

oleh Sandy Romualdus
4 Februari 2014 - 00:00
11
Dilihat
Jalan Pintas Yang Inklusif
0
Bagikan
11
Dilihat

Industri telekomunikasi sudah mulai memasuki bisnis jasa keuangan melalui e-money. Apakah memang didorong untuk mendorong industri keuangan agar lebih inklusif?

Operator telekomunikasi, dengan jumlah penggunanya yang telah melampaui jumlah penduduk, terus berkomitmen untuk turut serta dalam mendukung program pemerintah untuk keuangan inklusif. Saat ini lebih dari 60 persen masyarakat tidak mempunyai akses pada layanan finansial, tapi rata-rata mereka mempunyai akses telekomunikasi. Dengan menggabungkan keduanya, maka kami dari XL merintis layanan keuangan digital yang disebut e-money atau electronic money, m-money atau mobile money, dengan brand XL Tunai. Dengan demikian, seluruh pelanggan XL secara otomatis mempunyai kemampuan untuk mengakses pemanfaatan layanan finansial di handphone mereka.

Apakah sinergi ini lebih menguntungkan bank, atau sebaliknya?

BERITA TERKAIT

Persaingan Asuransi Makin Ketat, Ini Daftar Market Leaders 2026

Volume Transaksi BNIdirect Tembus Rp 15,39 Triliun, BNI Dinobatkan Jadi Best SME Bank

Minat Jadi Mitra MagangHub 2026? Kemnaker Tegaskan Perusahaan Wajib Terdaftar di WLKP

The Busyness Trap

Kedua industri dapat berkolaborasi karena masing-masing mempunyai keunggulan tersendiri yang saling melengkapi atau komplementer. Industri telekomunikasi mempunyai jaringan distribusi luas menjangkau seluruh Nusantara untuk mendistribusikan voucher pulsa, yang tentunya bisa digunakan untuk memberikan layanan finansial bagi pengguna telekomunikasi. Di lain pihak, industri keuangan mempunyai infrastruktur seperti ATM (Anjungan Tunai Mandiri) dan POS (Point of Sales) yang bisa digunakan bersama demi percepatan adopsi keuangan inklusif tersebut

 

Lalu peran apa saja yang ditawarkan sektor telekomunikasi dalam proses mempercepat financial inclusion tersebut?

Ada dua hal yang menonjol, yaitu pertama, akses terhadap pengguna telekomunikasi. Secara kolektif, ada sekitar 250 juta sambungan telekomunikasi di mana hanya ada sekitar 50 juta nasabah bank. Dengan layanan XL Tunai, maka seluruh pengguna XL secara otomatis mempunyai kemudahan akses untuk dapat menggunakan layanan finansial di handphone mereka. Kedua, jaringan distribusi yang luas, di mana secara kolektif, ada sekitar 600 ribu outlet yang bisa digunakan sebagai agen e-money.

 

Sejak kapan XL masuk ke layanan e-money?

Kami melakukan peluncuran layanan kirim uang domestik dan pembayaran tagihan pertama kali pada Juni 2012, pembayaran di toko di Oktober 2012, dan kirim uang internasional di Januari 2013. Dalam waktu 18 bulan telah mengakuisisi 700 ribuan pengguna XL Tunai dengan lebih dari 14 ribuan agen XL Tunai.

 

Pendekatan antara bank dan telekomunikasi tentu berbeda dalam mendorong financial inclusion. Apa saja tantangan atau kesulitan operator dalam proses financial inclusion itu?

Tantangan terbesar adalah mengubah perilaku pengguna yang terbiasa menggunakan uang tunai menjadi uang elektronik. Ada faktor kepercayaan, ada faktor ketidak tahuan, adapula faktor merasa belum perlu untuk saat ini.

 

Apa strategi menghadapi tantangan dan kesulitan tersebut?

Menghadapi tantangan rendahnya adopsi, menurut kami diperlukan beberapa hal yang harus dilakukan, diantaranya : konsisten melakukan komunikasi, mencoba cara-cara baru untuk memperkenalkan uang elektronik dan menumbuhkan perilaku berulang untuk menggunakan layanan uang elektronik. Tantangan lainnya adalah peraturan mengenai Kenali Pengguna Anda atau KYC (Know Your Customer) di mana saat ini registrasi hanya bisa dilakukan dengan tatap muka dan tanda tangan basah; dan tidak bisa dilakukan oleh pihak ketiga. Dengan mempertimbangkan kecanggihan teknologi, kita bisa menggunakan alternatif solusi, seperti registrasi menggunakan handphone.

 

Bagaimana industri melihat regulasi terkait e-money? Apakah masih belum optimal memberi ruang ke industri telko untuk membantu penetrasi layanan keuangan hingga pelosok?

Regulasi e-money yang ada saat ini seharusnya bisa diperlunak tanpa mengorbankan manajemen risiko. Contoh tantangan registrasi yang saya sebutkan sebelumnya. Bisa diperluas dengan memperbolehkan pengguna mengirimkan uang elektronik tanpa registrasi tapi hanya bisa 2 kali sehari, misalnya. Apabila pengguna mempunyai kebutuhan lebih dari 2 kali mengirimkan uang, baru diperlukan registrasi. Hal-hal seperti itu yang mempermudah adopsi masyarakat terhadap layanan finansial.

 

Belum lama ini tiga operator telah bekerjasama untuk interkoneksi layanan e-money. Bagaimana perkembangannya sejauh ini? Adakah kendala dalam proses integrasi tersebut?

Ketiga operator sepakat bahwa untuk percepatan adopsi layanan e-money ini, tidak bisa tidak, kami harus berkolaborasi. Pertanyaan pelanggan apakah mereka bisa mengirimkan uang elektronik dari XL ke Indosat atau Telkomsel, seringkali terlontarkan saat sosialisasi sehingga kami membuka interkoneksi ketiga operator untuk hal tersebut. Sayangnya, perkembangannya belum sesuai yang diharapkan yang disebabkan hal-hal yang saya sebutkan di atas, edukasi dan kesulitan registrasi.

 

Apakah masih ada persaingan dalam layanan e-money lintas operator sendiri?

Seperti saya sebutkan di atas, saat ini ketiga operator sepakat bahwa untuk mempercepat adopsi layanan e-money ini, kami bertiga harus berkolaborasi.

 
 
 
 
 
Sebelumnya

Jalan Pintas Yang Inklusif

Selanjutnya

Kecerdasan Finansial

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Bank BSN Perkuat Ekosistem UMKM Halal, Dorong Pertumbuhan Ekonomi Kerakyatan yang Inklusif

Bank BSN Perkuat Ekosistem UMKM Halal, Dorong Pertumbuhan Ekonomi Kerakyatan yang Inklusif

oleh Sandy Romualdus
21 Juli 2026 - 07:47

Bank BSN mendorong penguatan ekonomi kerakyatan, pengembangan kewirausahaan, serta pertumbuhan ekonomi yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan Stabilitas.id - Direktur Network...

Berantas Judi Online, OJK Perintahkan Bank Blokir 33.000 Rekening Penampung

Suku Bunga Tinggi dan Rupiah Loyo, OJK Evaluasi Revisi Rencana Bisnis 105 Bank

oleh Sandy Romualdus
10 Juli 2026 - 12:52

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tengah mengevaluasi revisi Rencana Bisnis Bank (RBB) 2026 yang diajukan oleh sekitar 105 bank akibat penyesuaian...

Apresiasi Nasabah Milenial, BNI Syariah Gelar Customer Online Gathering

Respons Aturan KUR 5% Presiden Prabowo, OJK Minta Himbara Pertebal Pencadangan

oleh Sandy Romualdus
21 Mei 2026 - 14:50

Stabilitas.id — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyambut positif arahan Presiden RI Prabowo Subianto yang meminta perbankan pelat merah (Himbara) untuk...

Virsem LPPI #107: Bukan Sekadar Religi, Hijrah Finansial Jadi Tren Baru Ekonomi Berkelanjutan

Virsem LPPI #107: Bukan Sekadar Religi, Hijrah Finansial Jadi Tren Baru Ekonomi Berkelanjutan

oleh Sandy Romualdus
13 April 2026 - 14:54

Stabilitas.id — Industri perbankan syariah nasional terus menunjukkan tren pertumbuhan positif meski masih menghadapi tantangan penetrasi pasar yang belum optimal....

Menaker Terbitkan SE WFH 1 Hari Sepekan, Dorong Ketahanan Energi Nasional

Menaker Terbitkan SE WFH 1 Hari Sepekan, Dorong Ketahanan Energi Nasional

oleh Stella Gracia
1 April 2026 - 21:53

Stabilitas.id – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli resmi mengimbau perusahaan swasta, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dan Badan Usaha Milik Daerah...

Bank Neo Commerce

OJK Cabut Izin Mitra Pemasaran Efek Bank Neo Commerce (BBYB), Ini Alasannya

oleh Sandy Romualdus
27 Maret 2026 - 15:53

Stabilitas.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menjatuhkan sanksi administratif berupa pembatalan surat tanda terdaftar kepada PT Bank Neo Commerce Tbk. (BBYB)....

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Kejar Target Rp2.357 Triliun, DJP Bidik Rp200 Triliun dari Ekstensifikasi Pajak

    Tarik PPh 22 di Marketplace, DJP Bidik Pajak Digital Melonjak Hingga Rp 24 Triliun

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • DJP Kejar Pajak Digital, Strava dan Kling AI Resmi Kena PPN 11 Persen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Danamon-Manulife Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cetak Laba Rp66,59 Miliar, RUPST KB Bank (BBKP) Rombak Jajaran Direksi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Daftar Forbes 2026: BCA Peringkat 1 Bank Terbaik RI, SeaBank Juara di Kategori Digital

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Persaingan Asuransi Makin Ketat, Ini Daftar Market Leaders 2026

Volume Transaksi BNIdirect Tembus Rp 15,39 Triliun, BNI Dinobatkan Jadi Best SME Bank

Minat Jadi Mitra MagangHub 2026? Kemnaker Tegaskan Perusahaan Wajib Terdaftar di WLKP

The Busyness Trap

Stabilitas Edisi 224 : Alarm Waspada dari Bank Sentral

Marak CS Palsu dan Modus Galbay, SPinjam Imbau Pengguna Gunakan Kanal Resmi

OJK Siapkan Tiga Fokus Strategis Mendorong Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah

OJK Blokir 32.454 Rekening Judi Online, Perbanas Perketat Sistem Pengawasan Fraud

Pacu Bisnis Konsumer, BRI Kembali Siapkan KKB Expo Serentak di 131 Titik

STABILITAS CHANNEL

 
Selanjutnya
Euforia Uang Digital

Bitcoin, Uang Digital Kontroversial

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance