Jakarta – Menteri Keuangan Agus Martowardojo mengatakan emerintah harus merogoh Rp 15-16 triliun untuk menambah kuota bahan bakar minyak (BBM) subsidi sebesar 4 juta kl. Pembayaran tambahan kuota BBM subsidi tersebut akan dimasukkan ke dalam pembahasan anggaran tahun 2013.
"Kalau nanti di Banggar (Badan Anggaran DPR) dibicarakan, ini akan membuat anggaran tambahan Rp 15-16 triliun. Itu harus diaudit dulu oleh BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) dan harus yakin ada anggarannya," ungkap Agus di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (19/9).
BERITA TERKAIT
Namun Agus meminta tambahan kuota 4 juta kl tidak boleh terlewat lagi walaupun kebutuhan BBM subsidi terus meningkat. Bahkan ia meminta penggunaan tambahan kuota BBM subsidi hanya sebesar 3,5 juta kl. "Kuota BBM itu kan sudah disetujui 4 juta kl. Tentu guidance saya kepada sektor itu kalau bisa 3,5 juta kl," tegasnya.
Kemudian ia menjelaskan penambahan kuota BBM subsidi 3,5 juta kl menjadi 43,5 juta kl secara keseluruhan akan membuat anggaran subsidi BBM meningkat dari Rp 137 triliun menjadi Rp 216 triliun. Bahkan jika penambahan kuota mencapai 4 juta kl menjadi 44 juta kl, anggaran subsidi BBM bisa menembus Rp 219 triliun.
"Jadi jumlah Rp 216 triliun itu kan besar sekali. Oleh karena itu sektor bisa menjaga di Rp 216 triliun, walaupun yang dibutuhkan itu Rp 219 triliun," ujar Agus.
Pemerintah akan terus juga berkoordinasi antarkementerian untuk menjaga tidak terjadi kelebihan kuota lagi. Sebab kelebihan kuota akan terus membuat anggaran belanja pemerintah membengkak.





.jpg)










