Stabilitas.id — PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) melalui anak usahanya, PT Semen Tonasa, menegaskan komitmennya dalam menjaga kelestarian Leang (Gua) Bulu Sipong 4 di Pangkep, Sulawesi Selatan. Situs ini merupakan rumah bagi seni cadas tertua di dunia yang diperkirakan berusia 44.000 tahun.
Meski berada di dalam lahan tambang tanah liat, SIG berhasil menyulap kawasan seluas 31,64 hektare tersebut menjadi Taman Keanekaragaman Hayati (Kehati) dan Geopark. Area ini kini resmi menjadi bagian dari UNESCO Global Geopark Maros Pangkep sejak 2023.
Corporate Secretary SIG, Vita Mahreyni, menjelaskan bahwa penetapan kawasan konservasi ini adalah bukti nyata pembangunan berkelanjutan yang menyeimbangkan kepentingan industri dengan nilai budaya dan lingkungan.
BERITA TERKAIT
“Perusahaan berkolaborasi dengan LPPM Universitas Hasanuddin dalam merilis Cultural Heritage Management Plan sebagai panduan pengelolaan warisan budaya secara berkelanjutan. Kami ingin Bulu Sipong tetap lestari dan menjadi sarana edukasi bagi masyarakat luas,” ujar Vita dalam keterangan tertulis, Rabu (4/3/2026).
Upaya konservasi yang dilakukan sejak 2018 menunjukkan hasil positif pada ekosistem lokal. Hingga 2025, Indeks Kehati di kawasan Bulu Sipong tercatat mengalami kenaikan signifikan. Indeks Kehati Flora naik menjadi 1,54 (dari 1,38 pada 2020), sementara Indeks Kehati Fauna meningkat ke angka 2,85 (dari 2,51 pada 2020).
Kawasan ini kini menjadi habitat alami bagi 25 jenis flora dengan total 2.898 pohon, termasuk tanaman endemik seperti Eboni, Kayu Kuku, dan Bitti. Dari sisi fauna, terdapat 41 jenis satwa liar yang terpantau, termasuk primata endemik yang dilindungi seperti monyet dare (macaca maura) dan tarsius.
Dalam mengelola situs sensitif ini, PT Semen Tonasa bekerja sama dengan Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XIX. Langkah proteksi mencakup pemasangan pagar pembatas sepanjang 1.900 meter, pemantauan getaran dan udara ambien secara berkala, hingga penyiraman jalan tambang untuk meminimalisir debu.
“Kenaikan Indeks Kehati menunjukkan lingkungan Bulu Sipong semakin asri dan menjadi benteng pelindung bagi warisan arkeologi di dalamnya,” tambah Vita.
Berkat konsistensi ini, SIG dan PT Semen Tonasa kerap diundang sebagai narasumber forum internasional, seperti SPAFA International Conference on Southeast Asian Archaeology and Fine Arts dan Indonesia Geopark Leader Forum 2025, untuk memaparkan model perlindungan situs sejarah di area industri. ***
















