• Redaksi
  • Iklan
  • Majalah Digital
  • Kontak Kami
Kamis, Mei 21, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
Home Ekonomi Industri

Pendapatan Terkoreksi, Laba Bersih Astra Turun 3,33% Jadi Rp32,76 Triliun pada 2025

oleh Stella Gracia
27 Februari 2026 - 15:10
19
Dilihat
Pendapatan Terkoreksi, Laba Bersih Astra Turun 3,33% Jadi Rp32,76 Triliun pada 2025
0
Bagikan
19
Dilihat

Stabillitas.id — PT Astra International Tbk. (ASII) melaporkan kinerja keuangan yang cenderung melambat sepanjang tahun buku 2025. Emiten konglomerasi ini mencatatkan penurunan laba bersih sebesar 3,33% secara tahunan (year-on-year/yoy) di tengah tantangan pasar otomotif dan fluktuasi harga komoditas.

Berdasarkan keterbukaan informasi, Jumat (27/2/2026), raksasa otomotif ini meraup laba bersih senilai Rp32,76 triliun, lebih rendah dibandingkan capaian tahun 2024 yang sebesar Rp33,9 triliun. Penurunan ini turut menyeret laba per saham (EPS) perseroan dari Rp837 menjadi Rp810 per saham.

Dari sisi top line, Astra membukukan pendapatan bersih konsolidasian sebesar Rp323,39 triliun, turun tipis 1,54% yoy. Secara operasional, laba bruto perseroan terkoreksi menjadi Rp71,44 triliun seiring dengan kenaikan sejumlah beban operasional.

BERITA TERKAIT

Dihantam Sentimen ‘Freeze’ MSCI, 54 Saham Blue Chip Ini Jadi Benteng Arus Modal Asing

Laba Bersih Astra International (ASII) Terkoreksi 16% di Kuartal I/2026

Astra (ASII) Tebar Dividen Rp32,7 Triliun, Sisa Rp292 Per Saham Cair 25 Mei 2026

Astra International (ASII) Siapkan Amunisi Strategis, Bidik Sektor Kesehatan & Lanjutkan Buyback

Rincian Performa per Segmen Bisnis

Segmen alat berat, pertambangan, konstruksi, dan energi masih menjadi kontributor pendapatan terbesar, diikuti oleh segmen otomotif. Berikut adalah rincian pendapatan dari tujuh lini bisnis utama Astra selama 2025:

Segmen Bisnis Pendapatan (Rp Triliun)
Alat Berat, Pertambangan, Konstruksi & Energi 131,30
Otomotif & Mobilitas 125,65
Jasa Keuangan 33,44
Agribisnis 28,65
Infrastruktur 3,16
Teknologi Informasi 2,99
Properti 1,13

Penurunan laba bersih juga dipengaruhi oleh kenaikan beban penjualan yang mencapai Rp11,74 triliun serta beban umum dan administrasi yang melonjak menjadi Rp21,03 triliun. Selain itu, bagian laba bersih dari entitas asosiasi dan ventura bersama mengalami penurunan menjadi Rp9,62 triliun, dari sebelumnya Rp10,29 triliun.

Meski demikian, Astra mencatatkan kenaikan pada penghasilan bunga sebesar Rp3,65 triliun, menunjukkan pengelolaan kas yang tetap optimal di tengah suku bunga yang dinamis.

Posisi Kas dan Aset Menguat

Di balik penurunan laba, posisi keuangan Astra secara umum tetap solid. Total aset perseroan melonjak menjadi Rp507,36 triliun per akhir 2025. Yang menarik, saldo kas dan setara kas perseroan menebal menjadi Rp52,62 triliun, memberikan ruang likuiditas yang cukup besar bagi perusahaan untuk melakukan ekspansi atau aksi korporasi di masa depan.

Total ekuitas perusahaan juga tercatat menanjak menjadi Rp290,81 triliun, meningkat dari posisi Rp272 triliun pada periode tahun sebelumnya. Dengan posisi kas yang kuat, pasar kini menanti langkah strategis manajemen ASII, termasuk rencana buyback saham senilai Rp2 triliun yang sempat mewarnai sentimen pasar beberapa waktu lalu. ***

Tags: Alat BeratASIIAstra InternationalDividen AstraKas PerusahaanLaba ASIILaporan Keuangan 2025Pendapatan AstraSaham Blue Chipsektor otomotif
 
 
 
 
Sebelumnya

Dongkrak Inklusi Digital, Bank Raya Catat 2,1 Juta Transaksi Lewat Program Pesta Raya

Selanjutnya

Jabar Defisit Rp3 Triliun, Dedi Mulyadi Bidik Pinjaman Rp2 Triliun dari SMI dan Bank BJB

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Lampung Masuk 10 Besar Investor Terbanyak, OJK Ingatkan Rumus 2L Atasi Investasi Bodong

Lampung Masuk 10 Besar Investor Terbanyak, OJK Ingatkan Rumus 2L Atasi Investasi Bodong

oleh Sandy Romualdus
20 Mei 2026 - 21:00

Stabilitas.id — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus memperkuat basis investor domestik dengan membidik generasi muda sebagai motor penggerak utama pasar...

Setoran PPN Melonjak 40%, Menkeu Purbaya Patahkan Isu Daya Beli Hancur

Tekan Emisi Konstruksi, SIG Gandeng BRIN Kembangkan Beton Pintar hingga Beton Maritim

oleh Stella Gracia
20 Mei 2026 - 09:01

Stabilitas.id — Raksasa produsen semen pelat merah, PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG), terus memacu dekarbonisasi di sektor konstruksi lewat...

Dihantam Sentimen ‘Freeze’ MSCI, 54 Saham Blue Chip Ini Jadi Benteng Arus Modal Asing

oleh Stella Gracia
18 Mei 2026 - 10:01

Stabilitas.id — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibayangkan tekanan aksi jual menyusul langkah Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang mendepak...

Restrukturisasi MRA Efektif, Waskita Karya (WSKT) Pangkas Utang Rp17 Triliun

Restrukturisasi MRA Efektif, Waskita Karya (WSKT) Pangkas Utang Rp17 Triliun

oleh Stella Gracia
18 Mei 2026 - 09:53

Stabilitas.id — Emiten kontraktor pelat merah, PT Waskita Karya (Persero) Tbk. (WSKT) membukukan kemajuan signifikan dalam program penyehatan keuangan perseroan. Melalui...

Garuda – Citilink Indonesia Kuasai Pangsa Pasar Domestik

Rugi Bersih Susut 45% di Kuartal I/2026, Garuda Indonesia (GIAA) Rombak Jajaran Pengurus

oleh Sandy Romualdus
16 Mei 2026 - 16:02

Stabilitas.id — Emiten maskapai pelat merah, PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. (GIAA) resmi merombak susunan pengurus perseroan dalam Rapat Umum Pemegang...

Visi Nyiayu: Mengubah Wajah Industri Infrastruktur Menjadi Lebih Inklusif

Visi Nyiayu: Mengubah Wajah Industri Infrastruktur Menjadi Lebih Inklusif

oleh Sandy Romualdus
14 Mei 2026 - 09:05

Stabilitas.id - Di sebuah industri yang bising oleh deru mesin dan aroma beton, Nyiayu Chairunnikma mafhum betul bahwa profesionalisme saja...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Romy Wijayanto Resmi Terpilih Jadi Direktur Utama Bankaltimtara 2026-2030

    Romy Wijayanto Resmi Terpilih Jadi Direktur Utama Bankaltimtara 2026-2030

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • RUPS Lippo Karawaci: Indra Yuwana Jabat Presiden Direktur, Bamsoet Masuk Jajaran Komisaris

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Manajemen Kinerja Kualitatif vs Kuantitatif

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • RUPST Bank Jateng Angkat Bambang Widiyatmoko Jadi Dirut, Adnas Jabat Komut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pasar Properti On The Track, Penjualan Rumah Second Jadi Penopang Utama

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dari AO Jadi Dirut, Kindaris Resmi Pimpin PNM Gantikan Arief Mulyadi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Resmi Berlaku! PMK 23/2026: Aturan Baru Penagihan hingga Pelunasan Piutang Negara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Lampung Masuk 10 Besar Investor Terbanyak, OJK Ingatkan Rumus 2L Atasi Investasi Bodong

Aset Konsolidasi Tembus Rp168,85 Triliun, KUB Bank Jatim Gerbang Aliansi Ekonomi Lintas Daerah

Kuartal I/2026: Aset BPD Tembus Rp1.036 Triliun di Tengah Evaluasi Ketat KUB oleh OJK

Kinerja Kuartal I/2026 Melesat: Laba Sebelum Pajak Krom Bank Meroket 99%

Gempuran Geopolitik Global, Bank Indonesia Kerek Suku Bunga BI-Rate ke 5,25%

Tekan Kebocoran Finansial, KPR Takeover Jadi Solusi Hemat Cicilan Hingga 40%

Pasca-Lebaran: Penjualan Mobil Melonjak 55%, Optimisme Ekonomi Kuartal II Menguat

Tekan Emisi Konstruksi, SIG Gandeng BRIN Kembangkan Beton Pintar hingga Beton Maritim

Setoran PPN Melonjak 40%, Menkeu Purbaya Patahkan Isu Daya Beli Hancur

STABILITAS CHANNEL

Selanjutnya
Jabar Defisit Rp3 Triliun, Dedi Mulyadi Bidik Pinjaman Rp2 Triliun dari SMI dan Bank BJB

Jabar Defisit Rp3 Triliun, Dedi Mulyadi Bidik Pinjaman Rp2 Triliun dari SMI dan Bank BJB

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance