• Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
Sabtu, Oktober 17, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
 
Home Ekonomi Industri

Pendapatan Terkoreksi, Laba Bersih Astra Turun 3,33% Jadi Rp32,76 Triliun pada 2025

by Stella Gracia
27 Februari 2026 - 15:10
40
VIEWS
Pendapatan Terkoreksi, Laba Bersih Astra Turun 3,33% Jadi Rp32,76 Triliun pada 2025
0
SHARES
40
VIEWS

Stabillitas.id — PT Astra International Tbk. (ASII) melaporkan kinerja keuangan yang cenderung melambat sepanjang tahun buku 2025. Emiten konglomerasi ini mencatatkan penurunan laba bersih sebesar 3,33% secara tahunan (year-on-year/yoy) di tengah tantangan pasar otomotif dan fluktuasi harga komoditas.

Berdasarkan keterbukaan informasi, Jumat (27/2/2026), raksasa otomotif ini meraup laba bersih senilai Rp32,76 triliun, lebih rendah dibandingkan capaian tahun 2024 yang sebesar Rp33,9 triliun. Penurunan ini turut menyeret laba per saham (EPS) perseroan dari Rp837 menjadi Rp810 per saham.

  • Baca juga: Laba Turun 19 Persen: Astra Tetap Guyur Dividen Interim Rp3,9 Triliun di Tengah Buyback Jumbo

Dari sisi top line, Astra membukukan pendapatan bersih konsolidasian sebesar Rp323,39 triliun, turun tipis 1,54% yoy. Secara operasional, laba bruto perseroan terkoreksi menjadi Rp71,44 triliun seiring dengan kenaikan sejumlah beban operasional.

BERITA TERKAIT

Laba Turun 19 Persen: Astra Tetap Guyur Dividen Interim Rp3,9 Triliun di Tengah Buyback Jumbo

Kilas Pasar Pagi: IHSG Consolidate-Bullish, Rupiah Dibuka Stabil, Emas Antam Bertahan di Level Tinggi

IHSG Menguji Level 6.700, Dorongan Sektor Perbankan dan Konsumer Warnai Awal Perdagangan

Analisis Pasar: IHSG Menguji Resistance 6.725, Sektor Perbankan Jadi Penopang

Rincian Performa per Segmen Bisnis

Segmen alat berat, pertambangan, konstruksi, dan energi masih menjadi kontributor pendapatan terbesar, diikuti oleh segmen otomotif. Berikut adalah rincian pendapatan dari tujuh lini bisnis utama Astra selama 2025:

  • Baca juga: Kilas Pasar Pagi: IHSG Consolidate-Bullish, Rupiah Dibuka Stabil, Emas Antam Bertahan di Level Tinggi
Segmen Bisnis Pendapatan (Rp Triliun)
Alat Berat, Pertambangan, Konstruksi & Energi 131,30
Otomotif & Mobilitas 125,65
Jasa Keuangan 33,44
Agribisnis 28,65
Infrastruktur 3,16
Teknologi Informasi 2,99
Properti 1,13

Penurunan laba bersih juga dipengaruhi oleh kenaikan beban penjualan yang mencapai Rp11,74 triliun serta beban umum dan administrasi yang melonjak menjadi Rp21,03 triliun. Selain itu, bagian laba bersih dari entitas asosiasi dan ventura bersama mengalami penurunan menjadi Rp9,62 triliun, dari sebelumnya Rp10,29 triliun.

Meski demikian, Astra mencatatkan kenaikan pada penghasilan bunga sebesar Rp3,65 triliun, menunjukkan pengelolaan kas yang tetap optimal di tengah suku bunga yang dinamis.

Posisi Kas dan Aset Menguat

Di balik penurunan laba, posisi keuangan Astra secara umum tetap solid. Total aset perseroan melonjak menjadi Rp507,36 triliun per akhir 2025. Yang menarik, saldo kas dan setara kas perseroan menebal menjadi Rp52,62 triliun, memberikan ruang likuiditas yang cukup besar bagi perusahaan untuk melakukan ekspansi atau aksi korporasi di masa depan.

  • Baca juga: IHSG Menguji Level 6.700, Dorongan Sektor Perbankan dan Konsumer Warnai Awal Perdagangan

Total ekuitas perusahaan juga tercatat menanjak menjadi Rp290,81 triliun, meningkat dari posisi Rp272 triliun pada periode tahun sebelumnya. Dengan posisi kas yang kuat, pasar kini menanti langkah strategis manajemen ASII, termasuk rencana buyback saham senilai Rp2 triliun yang sempat mewarnai sentimen pasar beberapa waktu lalu. ***

Tags: Alat BeratASIIAstra InternationalDividen AstraKas PerusahaanLaba ASIILaporan Keuangan 2025Pendapatan AstraSaham Blue Chipsektor otomotif
 
 
 
 
 
Previous Post

Dongkrak Inklusi Digital, Bank Raya Catat 2,1 Juta Transaksi Lewat Program Pesta Raya

Next Post

Jabar Defisit Rp3 Triliun, Dedi Mulyadi Bidik Pinjaman Rp2 Triliun dari SMI dan Bank BJB

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Tanggapi Hasil Review MSCI, OJK Sebut Daya Tahan Investor Lokal Mampu Redam Outflow

Minta Pasar Tak Panik Sikapi Wacana MSCI, Peluang Bursa RI Turun Kelas Sangat Mustahil

by Stella Gracia
16 Oktober 2026 - 19:53

Hans Kwee menilai bursa RI mustahil turun kelas ke Standalone Market di tengah pendapatan emiten kuartal II/2026 yang tumbuh 13,31...

Bongkar Manipulasi Saham dan Penjatahan Semu: OJK Denda DSSA, BREN, dan CUAN Total Rp2,1 Triliun

Bongkar Manipulasi Saham dan Penjatahan Semu: OJK Denda DSSA, BREN, dan CUAN Total Rp2,1 Triliun

by Stella Gracia
16 Oktober 2026 - 19:45

OJK menjatuhkan denda rekor total Rp2,1 triliun kepada DSSA, BREN, dan CUAN atas pelanggaran manipulasi pasar dan penjatahan semu penawaran...

Ancaman Eksodus Dana Asing: Simak Pemicu Usulan Reklasifikasi Standalone Market oleh MSCI

Ancaman Eksodus Dana Asing: Simak Pemicu Usulan Reklasifikasi Standalone Market oleh MSCI

by Stella Gracia
16 Oktober 2026 - 11:34

MSCI mengusulkan penurunan status bursa saham Indonesia langsung ke Standalone Market akibat isu transparansi free float dan dugaan transaksi terkoordinasi....

Tekanan Ganda Pasar Finansial: BI Gelontorkan Intervensi Hadapi Sentimen Risk-Off dan Isu MSCI

Tekanan Ganda Pasar Finansial: BI Gelontorkan Intervensi Hadapi Sentimen Risk-Off dan Isu MSCI

by Stella Gracia
16 Oktober 2026 - 10:33

Rupiah terperosok ke level Rp18.000 per dolar AS bersamaan dengan trading halt IHSG, Bank Indonesia gelar intervensi terpadu di pasar...

Tersengat Wacana MSCI dan Inflasi AS: IHSG Kena Trading Halt di Awal Sesi I

Tersengat Wacana MSCI dan Inflasi AS: IHSG Kena Trading Halt di Awal Sesi I

by Stella Gracia
16 Oktober 2026 - 09:19

IHSG dibuka anjlok 8,01 persen ke level 5.393,92 pada Jumat (16/10/2026), memicu penghentian sementara perdagangan BEI akibat sentimen usulan MSCI...

Ancam Arus Modal Ratusan Triliun Rupiah: MSCI Konsultasikan Status Bursa Efek Indonesia

Ancam Arus Modal Ratusan Triliun Rupiah: MSCI Konsultasikan Status Bursa Efek Indonesia

by Stella Gracia
16 Oktober 2026 - 08:12

MSCI membuka konsultasi usulan penurunan status pasar saham Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market yang diputuskan Juni 2027. Stabilitas.id...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK dan Bappebti Perkuat Sinergi dalam Pengawasan Derivatif Keuangan Berbasis Efek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LinkUMKM Tembus 14 Juta User, BRI Dorong Kerajinan Ramah Lingkungan Go International

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Nakhoda Baru Askrindo: Mahelan Prabantarikso Gantikan M. Fankar Umran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pacu Belanja Turis Asing ke Daerah, Garuda Indonesia Luncurkan Skema Multi-Destinasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Tak Serta-merta Otomatis, LPS Siapkan Syarat Kesehatan bagi Peserta Penjaminan Polis

BNI Sabet Peringkat 4 BUMN Layanan Terbaik di Danantara Indonesia CX100 Award 2026

Laba Tembus Rp1 Triliun: Bank BPD Bali Pacu Kredit UMKM Rp14,43 Triliun hingga Kuartal III/2026

Minta Pasar Tak Panik Sikapi Wacana MSCI, Peluang Bursa RI Turun Kelas Sangat Mustahil

Bongkar Manipulasi Saham dan Penjatahan Semu: OJK Denda DSSA, BREN, dan CUAN Total Rp2,1 Triliun

Filosofi Bahtera di Atas Laut, Pemprov DKI Resmikan Masjid Apung An-Nur di Pantai Ancol

Ancaman Eksodus Dana Asing: Simak Pemicu Usulan Reklasifikasi Standalone Market oleh MSCI

Tekanan Ganda Pasar Finansial: BI Gelontorkan Intervensi Hadapi Sentimen Risk-Off dan Isu MSCI

Tersengat Wacana MSCI dan Inflasi AS: IHSG Kena Trading Halt di Awal Sesi I

STABILITAS CHANNEL

 
 
Next Post
Jabar Defisit Rp3 Triliun, Dedi Mulyadi Bidik Pinjaman Rp2 Triliun dari SMI dan Bank BJB

Jabar Defisit Rp3 Triliun, Dedi Mulyadi Bidik Pinjaman Rp2 Triliun dari SMI dan Bank BJB

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance