Sebanyak 22 Pemimpin Cabang Pembantu Bank NTT mengikuti program Sub Branch Manager Development di LPPI Jakarta guna memperkuat operasional dan kepemimpinan.
Stabilitas.id – Sebanyak 22 Pemimpin Cabang Pembantu (Capem) PT Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur (Bank NTT) mengikuti program pelatihan intensif Sub Branch Manager Development Program di Kampus Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI), Jakarta Selatan.
Berdasarkan informasi resmi yang diunggah akun Instagram LPPI (@lppi.official), program pengembangan kepemimpinan ini diselenggarakan selama dua pekan, terhitung sejak 5 hingga 16 Oktober 2026.
Kegiatan diawali dengan sambutan dari Direktur LPPI Retno Wahyuni Wijayanti. Program pelatihan ini kemudian dibuka secara resmi oleh Direktur Teknologi Informasi & Operasional Bank NTT Rahmat Saleh.
BERITA TERKAIT
Selama proses pembelajaran, para peserta dibekali penguatan kompetensi operasional perbankan terpadu dan keterampilan manajerial. Peserta diarahkan agar cakap mengelola sumber daya manusia (SDM) secara efektif, memitigasi risiko kerja di kantor cabang, serta membangun kepemimpinan perbankan daerah yang berintegritas.
Manajemen Bank NTT menegaskan bahwa langkah ini merupakan bentuk investasi berkelanjutan perseroan dalam meningkatkan mutu layanan nasabah di wilayah kepulauan.
“Melalui Sub Branch Manager Development, Bank NTT terus berinvestasi pada pengembangan sumber daya manusia. Karena dari pemimpin yang kompeten dan berintegritas, lahir pelayanan dan kinerja yang semakin kuat untuk Bank NTT,” tulis manajemen Bank NTT dalam materi publikasi resmi LPPI.
Sebagai mitra strategis perbankan nasional, LPPI menekankan pentingnya proses pengkaderan yang matang dalam menjawab disrupsi industri jasa keuangan.
“Karena pemimpin yang hebat tidak lahir begitu saja, mereka dipersiapkan. LPPI hadir menjadi bagian dari perjalanan pengembangan talenta industri Anda,” sebut pengumuman akun @lppi.official.
Melalui bekal manajerial yang komprehensif, para pemimpin cabang pembantu diharapkan siap diterjunkan kembali ke unit operasional di seluruh pelosok Nusa Tenggara Timur. Langkah ini diproyeksikan dapat mempercepat penetrasi inklusi keuangan daerah sekaligus memperkokoh daya saing bisnis Bank NTT ke depan. ***

















