Bank BSN menjalin kemitraan dengan Persikad Depok dan Persiraja Banda Aceh untuk menggarap potensi ekosistem ekonomi syariah di sektor sepak bola.
Stabilitas.id – PT Bank Syariah Nasional (Bank BSN) memperluas penetrasi ekosistem bisnis dan keuangan syariah ke industri olahraga nasional. Langkah ini diresmikan lewat penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) bersama Persikad Depok dan Persiraja Banda Aceh di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Kolaborasi strategis ini membidik potensi perputaran ekonomi dari basis suporter, manajemen klub, hingga pelaku UMKM di sekitar stadion.
Data Nielsen Fan Insights Indonesia per November 2025 menempatkan sepak bola sebagai cabang olahraga paling populer di tanah air. Tingginya fanatisme publik membuka peluang monetisasi layanan perbankan syariah yang terintegrasi langsung dengan aktivitas komunitas suporter.
BERITA TERKAIT
Direktur Utama Bank BSN Alex Sofjan Noor menyatakan sepak bola memiliki rantai nilai ekonomi yang sangat luas di luar arena pertandingan.
“Kerja sama dengan Persikad dan Persiraja menjadi langkah strategis untuk memperluas kontribusi Bank BSN, sekaligus memperkenalkan solusi keuangan syariah kepada komunitas yang lebih luas,” ujar Alex dalam keterangannya.
Alex menegaskan perseroan ingin membangun kemitraan yang tumbuh bersama ekosistem olahraga daerah.
“Bank BSN ingin tumbuh bersama ekosistem. Sepak bola bukan hanya tentang pertandingan, tetapi juga tentang komunitas dan berbagai aktivitas ekonomi yang berkembang di sekitarnya. Ini menjadi peluang bagi Bank BSN untuk menghadirkan solusi keuangan syariah yang memberikan manfaat nyata bagi seluruh ekosistem,” tuturnya.
Melalui kerja sama ini, Bank BSN menyediakan ekosistem transaksi digital melalui aplikasi Bale Syariah by BSN. Layanan ini mencakup sistem pembayaran terpadu untuk kebutuhan tiket, pernak-pernik resmi klub (merchandise), hingga fasilitas pembiayaan usaha bagi pedagang dan UMKM di sekitar markas kedua tim.
Presiden Klub Persiraja Banda Aceh H. Nazaruddin Dek Gam menyambut baik komitmen perseroan dalam menggerakkan ekonomi daerah.
“Harapan saya, ini bukan sekadar urusan sponsor, tetapi bagaimana rakyat Aceh bisa merasakan langsung manfaat kehadiran BSN. Sebagai bentuk timbal balik, kami tentu akan men-support penuh Bank BSN di Aceh,” tegas Nazaruddin.
Nazaruddin menambahkan, pelaku usaha lokal di wilayah barat Aceh mulai dari Trumon hingga Meulaboh menyimpan potensi bisnis yang besar. Ia berharap Bank BSN dapat mempercepat ekspansi kantor cabang di kawasan tersebut guna memfasilitasi transaksi perdagangan masyarakat.
Akselerasi ekosistem komunitas ini ditopang kinerja kanal digital Bale Syariah by BSN. Hingga Agustus 2026, aplikasi ini telah menghimpun hampir 239 ribu pengguna aktif dengan frekuensi transaksi melampaui 3,29 juta kali dan volume transaksi mencapai Rp6,57 triliun.
Kinerja positif tersebut berbanding lurus dengan fundamental keuangan perseroan. Per akhir Agustus 2026, total aset Bank BSN tumbuh 20,75 persen secara tahunan (year-on-year/YoY) menjadi Rp81,5 triliun. Penyaluran pembiayaan melesat 26,12 persen YoY menyentuh Rp63,2 triliun, diimbangi penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar Rp64 triliun atau naik 13,19 persen YoY. Alhasil, laba sebelum pajak perseroan melonjak 36,72 persen YoY mencapai Rp721 miliar.

















