Stabilitas.id – Pagi itu, halaman Kantor OJK Daerah Istimewa Yogyakarta tampak lebih ramai dari biasanya. Para pegawai, akademisi, insan industri, hingga mahasiswa lintas kampus berkumpul, sebagian mengenakan pin merah kecil bertuliskan Anti-Corruption. Di antara mereka, seorang peserta tampak memotret mural bertema integritas yang baru saja dipasang—gambaran tangan-tangan yang saling menggenggam, mengilustrasikan kolaborasi melawan korupsi.
Dalam suasana yang hangat dan penuh semangat itu, Peringatan Hari Anti-Korupsi Sedunia (Hakordia) 2025 digelar. Bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan ruang refleksi kolektif tentang bagaimana integritas menjadi fondasi sebuah negara.
Dari podium, Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar membuka acara dengan nada yang tenang, namun tegas.
BERITA TERKAIT
“Peringatan Hakordia mengingatkan kita bahwa kemajuan bangsa tidak hanya ditentukan oleh pertumbuhan ekonomi,” ujarnya. “Melainkan oleh seberapa kuat kita menjaga integritas dalam setiap langkah pembangunan.”
Integritas, Pilar Asta Cita
Tema besar tahun ini—Simfoni Integritas, Kolaborasi Inovasi dan Ekspresi Cegah Korupsi—bukan dipilih secara kebetulan. Mahendra menekankan, sektor jasa keuangan, sebagai jangkar stabilitas ekonomi, harus menjadi teladan dalam menjaga integritas.
Dalam visi Asta Cita, integritas menjadi fondasi bagi tiga nilai penting: akuntabilitas, transparansi, dan profesionalisme. Tiga hal itu yang diharap menjelma menjadi standar layanan publik dan dunia usaha.
OJK, menurut Mahendra, memperkuat tiga agenda integritas sebagai strategi jangka panjang.
Pertama, pengawasan berbasis risiko dan data, didukung sup-tech, reg-tech, hingga early warning system terpadu. Tujuannya: mendeteksi potensi fraud secara cepat dan presisi.
Kedua, penegakan tata kelola dan market conduct. POJK 12/2024 menjadi salah satu instrumen penting untuk memastikan perlindungan konsumen dan stabilitas sistem keuangan.
Ketiga, pembangunan budaya integritas internal, termasuk penguatan whistleblowing system, pengembangan zona integritas, hingga peningkatan kompetensi pegawai dalam kerangka Transformasi One OJK.
Di tengah penjelasan Mahendra, para peserta menyimak tanpa banyak bergerak. Suasana hening seakan menandai keseriusan topik yang dibahas.
Mengawal Integritas
Dalam sesi berikutnya, Ketua Dewan Audit OJK Sophia Wattimena memberi penegasan lebih jauh: pencegahan korupsi tidak dapat berjalan sendiri.
“Program pencegahan hanya efektif jika didukung tata kelola yang kuat di semua level,” tuturnya. “Koordinasi, sinergi, dan kolaborasi menjadi kunci.”
Ia menambahkan, OJK memiliki tanggung jawab ganda: menjaga integritas internal sekaligus memastikan lembaga keuangan menerapkan good governance. Sertifikasi SNI ISO 37001-2016 menjadi standar sistem manajemen anti-penyuapan yang kini terus diperkuat.
Di luar OJK, integritas juga ditanamkan lewat berbagai kebijakan POJK yang memperketat tata kelola industri. Prasyarat kehati-hatian, kata Sophia, bukan semata soal regulasi, tetapi juga menjaga kepercayaan publik—aset terbesar sektor keuangan.
TTalkshow Hakordia tahun ini menghadirkan dua narasumber dari latar berbeda: Eniya Listiani Dewi, Dirjen EBTKE Kementerian ESDM, dan Rahabi Mandra, sutradara sekaligus penulis skenario. Keduanya berbicara soal integritas dengan perspektif masing-masing—dari sektor energi hingga dunia kreatif.
“Integritas itu ekosistem,” ujar Eniya. “Ia hanya hidup jika kita semua menjaganya.”
Rahabi menambahkan, dalam dunia sinema, integritas bukan hanya soal moral, tetapi kejujuran dalam bercerita. “Ketika publik percaya pada cerita yang kita sampaikan, di situ integritas diuji.”
Acara ini diikuti lebih dari 4.000 peserta secara hybrid—dari industri keuangan, pemda, akademisi, hingga komunitas.
Mengapresiasi Penjaga Nilai
Salah satu momen paling dinanti adalah pengumuman Integrity Fest 2025. Ruangan bergemuruh saat nama-nama Kantor OJK dan pegawai disebut sebagai penerima penghargaan atas implementasi nyata budaya integritas—mulai dari ketepatan LHKPN, deklarasi gratifikasi, hingga pelaporan benturan kepentingan.
Kategori pemenang meliputi: 5 Pemenang Terbaik OJK Pusat dan Daerah, 10 Pemenang Terfavorit, dan Pelapor Gratifikasi Terinspiratif.
Tak berhenti di situ, sebanyak 39 pegawai OJK dinyatakan lulus sertifikasi Ahli Pembangun Integritas (API) dan 51 pegawai meraih sertifikasi PAKSI, hasil kolaborasi OJK dan KPK. Mereka akan menjadi role model di unit kerja masing-masing—agent of integrity di lapangan.
Suasana peringatan tahun ini semakin hidup oleh dua kegiatan besar yang melibatkan publik. Pertama: Integrity Expo (6–9 Desember) di Museum Benteng Vredeburg, menampilkan inovasi antikorupsi dan ruang interaktif edukasi publik.
Kedua : Hakordia Run 2025 (7 Desember), yang mengajak masyarakat merayakan antikorupsi lewat energi positif dan kebersamaan.
Pengunjung tampak antusias mengabadikan booth edukasi dan instalasi seni bertema integritas, yang tahun ini banyak mengangkat konsep kolaborasi lintas generasi.
Menutup seluruh rangkaian acara, OJK dan KPK satu suara mengajak seluruh pemangku kepentingan—pemerintah, industri, akademisi, dan masyarakat—untuk terus membangun sektor jasa keuangan yang bersih.
Karena integritas, seperti yang dikatakan Mahendra di awal acara, bukan hanya asas lembaga pengawas, melainkan fondasi kemajuan bangsa. Sebuah simfoni yang hanya dapat bergema bila dimainkan bersama. ***





.jpg)










