Memperingati Dies Natalis ke-24, Universitas Ekuitas Indonesia menggandeng Pemprov Jabar dan bank bjb untuk membekali mahasiswa Angkatan 2026 dengan filosofi kepemimpinan Sunda dan literasi ekonomi digital.
Stabilitas.id – Gempita perayaan Dies Natalis ke-24 Universitas Ekuitas Indonesia mewujud dalam sebuah orasi intelektual yang mengawinkan filosofi leluhur dengan pragmatisme ekonomi digital. Melalui panggung Kuliah Perdana Mahasiswa Baru Angkatan 2026, kampus pencetak bankir dan praktisi keuangan ini mengirimkan pesan tegas: masa depan ekonomi Jawa Barat berada di tangan generasi muda yang berakar pada budaya lokal, namun fasih berselancar di ekosistem digital.
Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman, yang hadir mewakili Gubernur, menantang para mahasiswa baru untuk tidak sekadar menjadi penonton di tengah perubahan zaman. Pembangunan daerah, menurutnya, menuntut keberanian generasi muda untuk mengambil peran. Ia membedah arsitektur kepemimpinan ini melalui tiga ajaran filosofi Sunda yang sarat makna strategis.
Tiga jurus tersebut meliputi “Jurus Nerus Bumi” (kemampuan memahami kondisi dan akar persoalan lingkungan), “Jurus Ngapak Mega” (memiliki visi dan pandangan luas menembus batas masa depan), serta “Jurus Napak Sancang” (kemampuan melangkah lincah namun tetap berpijak pada realitas potensi daerah). Kombinasi ketiganya dinilai sebagai fondasi mutlak bagi calon pemimpin masa depan Jawa Barat.
BERITA TERKAIT
Dari Kampung Menuju Layar Digital
Jika pemerintah daerah menititikberatkan pada fondasi kultural dan kepemimpinan, sektor perbankan justru membedah realitas ekonomi di lapangan. Direktur Komersial dan Ritel bank bjb, Nunung Suhartini, menyuntikkan perspektif pragmatis melalui tajuk “Ti Lembur ka Digital” (Dari Kampung ke Digital).
Bagi sektor perbankan, teknologi bukan sekadar alat komunikasi, melainkan mesin raksasa penggerak inklusi keuangan. Nunung menyoroti bagaimana intervensi teknologi digital dan perbankan mampu mengangkat derajat Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta pelaku ekonomi kreatif di pelosok Jawa Barat ke level yang lebih kompetitif. Mahasiswa didesak untuk bertransformasi dari sekadar konsumen teknologi menjadi kreator nilai tambah (value creator) yang mampu membuka lapangan kerja baru.
Membangun Kolaborasi
Momentum Dies Natalis yang jatuh pada 6 September 2026 ini bukan sebatas seremoni potong tumpeng. Rektor Universitas Ekuitas Indonesia, Prof. Dr. R. Arief Helmi, menegaskan visi besar institusinya untuk menancapkan kuku sebagai perguruan tinggi swasta paling unggul di bidang bisnis, keuangan, perbankan, dan sistem informasi digital di Jawa Barat.
“Kehadiran mahasiswa Angkatan 2026 ini adalah kado terbaik. Kita bertumbuh bersama,” tegas Prof. Arief, memproyeksikan lulusan 2030 sebagai tulang punggung ekonomi masa depan.
Untuk memperluas daya gedor dan serapan industrinya, Universitas Ekuitas tidak berjalan sendirian. Didukung penuh oleh Yayasan Kesejahteraan Pegawai (YKP) bank bjb, kampus ini memanfaatkan momentum kuliah umum untuk meresmikan jejaring kolaborasi strategis terbaru bersama Perumnas. Langkah taktis ini mengukuhkan slogan “Sinergi, Unggul, Berdampak”, memastikan bahwa kompetensi akademik yang digembleng di dalam kampus akan bermuara pada kontribusi ekonomi yang nyata bagi masyarakat Jawa Barat dan Indonesia. ***
Editor : Sandy Romualdus

















