• Redaksi
  • Iklan
  • Majalah Digital
  • Kontak Kami
Sabtu, Februari 21, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Perbankan
  • Keuangan
  • BUMN
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Sektor Riil
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Perbankan
  • Keuangan
  • BUMN
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Sektor Riil
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
Home Ekonomi Industri

Strategi Dekarbonisasi: Kunci Daya Saing Sektor Aluminium Indonesia di Pasar Global

oleh Stella Gracia
23 Juli 2025 - 19:24
18
Dilihat
Strategi Dekarbonisasi: Kunci Daya Saing Sektor Aluminium Indonesia di Pasar Global
0
Bagikan
18
Dilihat

JAKARTA, Stabilitas.id – Menghadapi tantangan global terkait emisi karbon dan ancaman hambatan dagang, sektor aluminium Indonesia kini berada di persimpangan jalan. Laporan terbaru dari lembaga riset Transisi Bersih, berjudul Strategi Dekarbonisasi Hilirisasi Aluminium, mengungkapkan bahwa dekarbonisasi bukan hanya pilihan, tetapi sebuah kebutuhan mendesak untuk memastikan keberlanjutan ekspor dan industrialisasi nasional.

Dengan cadangan bauksit terbesar keempat di dunia, Indonesia telah menempati posisi strategis dengan 2,8 miliar ton bauksit, sekitar 10% dari cadangan global. Pada 2024, Indonesia diproyeksikan menghasilkan 32 juta ton bijih bauksit, menempatkannya di antara lima besar produsen dunia.

Namun, meski posisi Indonesia kuat di tingkat produksi, kontribusi Indonesia dalam rantai nilai global aluminium masih minim. Hanya 0,92% produksi alumina dunia dan 0,38% produksi aluminium primer global, menjadikan posisi Indonesia dalam industri ini belum dominan dan sangat rentan terhadap pergeseran standar pasar global.

BERITA TERKAIT

Membaca Peta Ekonomi Nasional dari Panggung Pertemuan Tahunan BI 2025

Ekonomi Indonesia Triwulan III 2025 Tumbuh 5,04 Persen, Ditopang Ekspor dan Belanja Pemerintah

Indonesia Butuh Reformasi Ekonomi dan Investasi Rp13.000 Triliun untuk Capai Pertumbuhan 8%

ISEI Rumuskan Lima Pilar Ekonomi Nasional Hadapi Ketidakpastian Global

Mulai 2026, Uni Eropa akan memberlakukan mekanisme Carbon Border Adjustment Mechanism (CBAM), yang berpotensi mempengaruhi sektor aluminium, termasuk produk-produk yang memiliki jejak emisi karbon tinggi.

Negara-negara pengimpor utama seperti Jerman dan Prancis kemungkinan akan mengenakan tarif karbon pada produk aluminium yang dihasilkan dengan energi yang berasal dari sumber yang tidak ramah lingkungan, seperti batu bara. Hal ini berpotensi membebani produsen yang tidak segera beradaptasi dengan standar dekarbonisasi.

Abdurrahman Arum, Direktur Transisi Bersih, menegaskan, Indonesia harus memiliki strategi dekarbonisasi yang tepat agar dapat beradaptasi dengan tren global ini. Tanpa langkah yang hati-hati, biaya produksi bisa meningkat, mengurangi daya saing, dan jika tidak dilaksanakan, kita berisiko tertinggal.

“Namun, jika dilaksanakan dengan tepat, dekarbonisasi dapat membuka peluang untuk mengakses pasar premium dunia dan memperkuat hilirisasi industri dalam negeri,” tegasnya.

Strategi Moderat 

Menggunakan analisis dari laporan Transisi Bersih, Indonesia dihadapkan pada kondisi pasar aluminium global yang sangat tidak elastis terhadap harga (elastisitas -0,25 hingga -0,3). Ini berarti, meskipun biaya produksi meningkat akibat dekarbonisasi, permintaan global tidak akan langsung turun signifikan. Oleh karena itu, laporan tersebut merekomendasikan penerapan strategi konservatif moderat, mengikuti standar yang diterapkan oleh negara besar seperti China, sambil perlahan meningkatkan standar untuk mengakses pasar premium seperti Uni Eropa.

Laporan tersebut juga menyoroti potensi Indonesia untuk meningkatkan daya saingnya, mengingat biaya produksi aluminium primer di Indonesia, terutama Inalum, termasuk dalam kuadran 1 cost curve global, sejajar dengan pemain utama dunia.

Beberapa langkah strategis yang bisa diambil oleh pemerintah Indonesia meliputi: Menghentikan kebijakan tax holiday yang selama ini merugikan penerimaan negara dan berisiko mengarah pada dumping. Melarang pembangunan PLTU batu bara untuk smelter aluminium baru, mengikuti kebijakan China. Meningkatkan standar ESG secara bertahap, mulai dari kesejahteraan tenaga kerja hingga transisi energi.

Mengutamakan Green Value 

Meski pemerintah Indonesia telah mengambil langkah penting dengan menghentikan ekspor bauksit dan mendorong hilirisasi di dalam negeri, fokus hanya pada hilirisasi saja tidak cukup. Abdurrahman Arum menekankan, “Pasar global kini tidak hanya menilai nilai tambah ekonomi, tetapi juga nilai lingkungan. Tanpa ‘green value’, produk aluminium Indonesia akan kesulitan menembus pasar premium.”

Katherine Hasan, analis dari Centre for Research on Energy and Clean Air (CREA), mendukung temuan laporan ini, yang menyarankan agar Indonesia memprioritaskan komitmen iklim dalam perencanaan industri nasional. “Beban emisi karbon kini semakin nyata, dan diskusi mengenai hilirisasi harus mempertimbangkan dinamika perdagangan global. Indonesia harus mengintegrasikan prinsip rendah karbon untuk memastikan daya saing di pasar global,” tambahnya.

Dengan diberlakukannya CBAM, regulasi baterai Uni Eropa, dan standar ESG global, emisi karbon kini menjadi faktor penting dalam menentukan harga komoditas. Tanpa penyesuaian, aluminium Indonesia berisiko terjebak di pasar murah, sementara negara lain yang telah mengurangi jejak karbon bisa memperoleh keuntungan premium.

“Dekarbonisasi aluminium adalah bagian penting dari strategi untuk menjaga momentum hilirisasi dan melindungi akses ekspor dari potensi disrupsi iklim dan tarif karbon. Jika diterapkan dengan hati-hati, strategi ini tidak hanya akan meningkatkan daya saing industri aluminium Indonesia dalam jangka panjang, tetapi juga membuka peluang pasar premium, memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global,” tutup Abdurrahman. ***

Tags: AlumuniumeksporHilirisasiindustri
 
 
 
 
Sebelumnya

BRI Peduli Dukung Pendidikan Karakter Anak lewat Kegiatan Agroedukasi bagi Siswa/i SD

Selanjutnya

Waspada! AS Bisa Kelola Data Pribadi WNI Usai Kesepakatan Dagang

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Tak Hanya Otomotif, Kapal Cepat Besutan Warga Binaaan Sukamiskin Curi Perhatian di IIMS

Tak Hanya Otomotif, Kapal Cepat Besutan Warga Binaaan Sukamiskin Curi Perhatian di IIMS

oleh Stella Gracia
19 Februari 2026 - 11:27

Stabilitas.id – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Sukamiskin melakukan manuver ekspansi produk hasil pembinaan kemandirian dengan memamerkan Kapal SB-6 (Suka...

Gaya Raya by Blibli Kurasi 20 Brand Modest Wear, Diskon hingga 75% Sambut Ramadan-Lebaran

Gaya Raya by Blibli Kurasi 20 Brand Modest Wear, Diskon hingga 75% Sambut Ramadan-Lebaran

oleh Sandy Romualdus
12 Februari 2026 - 11:46

Stabilitas.id — Menyambut Ramadan hingga Hari Raya Idulfitri 2026, PT Global Digital Niaga Tbk. (Blibli) menghadirkan Gaya Raya, destinasi kurasi...

HRTA Gold Insights November 2025: Memahami Tren Harga Emas Terkini dan Peluang Ke Depan

Harga Emas Sempat Fluktuatif, HRTA Melihat Permintaan Tetap Kuat

oleh Sandy Romualdus
9 Februari 2026 - 16:14

Stabilitas.id – Harga emas global mencatatkan lonjakan signifikan di awal tahun 2026, di tengah dinamika geopolitik dan ketidakpastian kebijakan global....

Bidik Penjualan Otomotif 2026, Danamon dan Adira Finance Hadir di IIMS Jakarta

Bidik Penjualan Otomotif 2026, Danamon dan Adira Finance Hadir di IIMS Jakarta

oleh Stella Gracia
8 Februari 2026 - 18:24

Stabilitas.id — PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) bersama PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (ADMF), dengan dukungan MUFG Bank,...

SIG Suplai 115.609 Ton Semen untuk RDMP Balikpapan, Kilang Terbesar RI Resmi Beroperasi

SIG Suplai 115.609 Ton Semen untuk RDMP Balikpapan, Kilang Terbesar RI Resmi Beroperasi

oleh Stella Gracia
24 Januari 2026 - 15:26

Stabilitas.id — PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) berkontribusi dalam pembangunan Infrastruktur Energi Terintegrasi Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan...

Green Cement Jadi Strategi Semen Merah Putih Hadapi Tekanan Industri

Green Cement Jadi Strategi Semen Merah Putih Hadapi Tekanan Industri

oleh Sandy Romualdus
23 Januari 2026 - 20:39

Stabilitas.id — Di tengah tekanan industri semen nasional yang masih dibayangi utilisasi rendah dan overcapacity struktural, PT Cemindo Gemilang Tbk...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Puncak BIK 2025: Ribuan Warga Banyumas Dapat Akses Keuangan Baru dari LJK

    OJK Tunjuk Friderica sebagai ADK Pengganti Ketua dan Wakil Ketua OJK

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kasus Scam di Indonesia Tertinggi di Dunia, Capai 274 Ribu Laporan dalam Setahun

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK Akhiri Riwayat BPR Bank Cirebon, Ini Kronologi Lengkapnya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 1 Sak Mortar Plester Berapa m²? Simak Cara Hitung dan Keunggulan Semen Merah Putih

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Rekam Jejak Panji Irawan, Dirut Bank Mandiri Taspen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Diteror Debt Collector, Nasabah Seret Aplikasi Pinjol AdaKami ke Pengadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kasus Korupsi Pertamina, Riza Chalid Masuk Daftar Buronan Internasional

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

OJK Sikat Influencer Saham BVN, Denda Rp5,35 Miliar Akibat Manipulasi Pasar

Bareskrim Bidik TPPU Emas Ilegal Rp992 Triliun, Toko Emas di Jatim Digeledah

Mari Elka Pangestu: Reformasi Bursa Jadi Kunci RI Raih Dana Asing Rp1.118 Triliun

Neraca Pembayaran 2025 Defisit US$7,8 Miliar, Tertekan Outflow Investasi Portofolio

Siap-siap! THR TNI/Polri dan ASN Mulai Disalurkan Minggu Pertama Ramadan

Purbaya Tolak Usulan IMF Naikkan PPh 21, Fokus Jaga Daya Beli Masyarakat

Strategi Pembiayaan APBN: Serapan Lelang SUN Tembus Rp40 Triliun di Tengah Penurunan Bids

Outlook Moody’s Negatif, BI Pastikan Likuiditas Perbankan Jumbo Tetap Solid

Barter Tarif: 1.819 Produk Ekspor RI Jadi 0%, Gandum & Kedelai AS Bebas Bea Masuk

STABILITAS CHANNEL

Selanjutnya
Waspada! AS Bisa Kelola Data Pribadi WNI Usai Kesepakatan Dagang

Waspada! AS Bisa Kelola Data Pribadi WNI Usai Kesepakatan Dagang

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Perbankan
  • Keuangan
  • BUMN
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Sektor Riil
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance