JAKARTA, Stabilitas – PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) secara resmi menerbitkan surat utang (obligasi) sebesar Rp5 triliun. Penerbitan kali ini merupakan penerbitan tahap pertama dari Surat Utang Berkelanjutan III 2019 BRI senilai total Rp20 triliun hingga 2021 mendatang.Yang menarik, selain tentunya ditawarkan pada investor institusi, pihak BRI juga memastikan bakal memprioritaskan investor ritel untuk juga dapat membeli obligasi ini.
“Ini untuk pertama kalinya kami jugamenyasar investor ritel. Dengan hanya bermodalkan Rp50 juta investor perorangan sudah bisa mendapatkan obligasi kami ini,” ujar Direktur Keuangan BRI, Haru Koesmahargyo, di Jakarta, Rabu (2/10).
Dari total nilai penerbitan sebesar Rp5 triliun, menurut Haru, setidaknya Rp1 triliun diantaranya telah dialokasikan untuk investor ritel. Bahkan tidak menutup kemungkinan bila permintaan dari investor ritel sangat tinggi, alokasi tersebut masih akan bisa ditambah lagi.
“Jadi jangan khawatir, kalau memang respon investor (ritel) sangat besar, alokasi sebesar itu masih bisa ditambah lagi. Yang jelas intinya kami prioritaskan untuk investor ritel,” tutur Haru.
Untuk obligasi kali ini, pihak BRI membaginya dalam tiga seri. Pertama Seri A dengan jangka waktu 370 hari dan dengan kupon indikatif antara 6,35 persen hingga tujuh persen. Lalu Seri B dengan jangka waktu tiga tahun dan dengan kupon indikatif 7,19 persen hingga 7,79 persen. Terakhir adalah Seri C dengan jangka waktu lima tahun dan dengan kupon indikatif 7,51 persen hingga 8,21 persen.
“Untuk sisa jatah penerbitan sebesar Rp15 triliun lagi akan kami terbitkan tiap semester hingga tahun 2021. Dengan begitu kami yakin serapan pasar masih akan tetap terjaga,” tegas Haru.

















