Stabilitas.id – Tren digitalisasi perbankan yang semakin lekat dengan gaya hidup generasi muda mendorong perbankan digital untuk memperkuat strategi pengelolaan keuangan yang lebih terencana. SeaBank Indonesia mencatatkan volume transaksi harian yang masif, mencapai lebih dari 10 juta transaksi per hari, mencerminkan tingginya ketergantungan anak muda pada layanan keuangan ponsel.
Meskipun Indeks Literasi Keuangan Nasional berdasarkan SNLIK 2025 telah mencapai 66,46%, praktik pengelolaan keuangan yang konsisten masih menjadi tantangan di tengah derasnya arus konsumsi digital, seperti belanja daring dan langganan platform hiburan.
Direktur Keuangan SeaBank Indonesia, Lindawati Octaviani, mengungkapkan bahwa tantangan utama bagi Gen Z dan Milenial saat ini adalah mengelola uang secara lebih sadar (mindful) agar stabilitas keuangan jangka menengah tetap terjaga tanpa harus mengorbankan gaya hidup.
BERITA TERKAIT
“Anak muda hari ini sangat aktif dan produktif. Tantangannya bukan sekadar menahan konsumsi, melainkan mengelola uang dengan lebih sadar dan terencana. Pemisahan rekening untuk kebutuhan harian dan simpanan bisa membantu menata keuangan,” ujar Lindawati dalam keterangan resmi, dikutip Kamis (19/2/2026).
SeaBank menyoroti kebiasaan anak muda yang kerap mencampur aduk dana transaksi rutin dan tabungan dalam satu rekening utama. Kondisi ini dinilai berisiko menyisakan ruang yang sempit untuk simpanan jangka menengah.
Sebagai solusi, deposito digital kini mulai dipandang sebagai instrumen yang relevan bagi anak muda. Karakter deposito yang berjangka waktu tertentu berfungsi sebagai alat bantu disiplin finansial untuk menahan dorongan konsumsi impulsif di tengah kemudahan transaksi layar ponsel.
“Deposito digital bukan hanya produk simpanan, tetapi juga alat bantu membangun kebiasaan finansial yang sehat. Ini cocok bagi mereka yang ingin tetap menikmati hidup sambil memastikan sebagian uangnya bekerja dengan aman,” tambahnya.
Di sisi lain, pesatnya pertumbuhan transaksi digital ini menuntut jaminan keamanan yang kuat sebagai fondasi utama layanan. SeaBank menegaskan operasionalnya tetap berada dalam koridor regulasi ketat, dengan izin dan pengawasan penuh dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta Bank Indonesia (BI).
Dengan pendekatan pengelolaan dana yang tersegregasi antara tabungan digital dan deposito, pelaku industri optimis generasi muda dapat membangun fondasi keuangan yang lebih stabil di tengah dinamika ekonomi modern tahun 2026.***





.jpg)










