• Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
Senin, Oktober 19, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
 
Home Finance

Year To Date Pembiayaan MTF Capai Rp11,950 T

by Sandy Romualdus
6 Oktober 2015 - 00:00
9
VIEWS
Year To Date Pembiayaan MTF Capai Rp11,950 T
0
SHARES
9
VIEWS

Jakarta – PT Mandiri Tunas Finance (MTF) mencatat rekor pembiayaan (lending) pada September 2015 mencapai Rp1,548 triliun, lebih tinggi dari catatan lending pada Juni 2015 yang mencapai Rp1,4 triliun. Dengan demikian secara year to date pembiayaan MTF hingga September mencapai Rp11,950 triliun.

Demikian diungkapkan Direktur Marketing PT Mandiri Tunas Finance, Harjanto Tjitohardjojo dalam acara Media Briefing di Jakarta, Selasa (6/10).

  • Baca juga: Buntut Dugaan Kekerasan 'Debt Collector', OJK Panggil Manajemen Mandiri Tunas Finance

“Kita catat rekor baru untuk lending bulan September Rp1,548 triliun. Itu didukung oleh pembiayaan dari ajang GIIAS dan IIMS sebesar Rp262 miliar untuk 1.428 aplikasi,” papar Harjanto.

BERITA TERKAIT

Buntut Dugaan Kekerasan ‘Debt Collector’, OJK Panggil Manajemen Mandiri Tunas Finance

Laba Tunas Grup Melesat 100% di Kuartal III 2022

IT & Corsec MTF Raih Dua Penghargaan ICCA Award III 2018

Penjualan Otomotif Lesu, MTF Tetap Cetak Pembiayaan 2017 Tumbuh 19 Persen

Terkait pameran, dia menambahkan, program ke depan‎ MTF akan mengikuti Pekan Otomotif Surabaya awal November mendatang. “Kita optimis bisa dapat aplikasi tambahan, sehingga bisa capai target lending tahun ini. Saya perkirakan pameran Surabaya di atas 100 aplikasi.‎ Prospeknya memang banyak,” imbuhnya.

Haryanto menjelaskan, sejak awal tahun pihaknya tidak pernah merevisi target. Dengan kondisi saat ini, dia prediksikan lending akhir tahun bisa mencapai Rp16 triliun. Kendati demikian, target laba tetap berada di kisaran Rp300 miliar.

Untuk mencapai target lending tersebut, lanjut Harjanto, koordinasi dengan cabang terus digiatkan mengingat setiap cabang memiliki pasar yang berbeda. “Misalnya di Jakarta lendingnya bagus, tetapi ada cabang yang tidak bisa dipaksa. Apalagi pasar otomotif sendiri turun hingga 20%. Akibatnya, delear mulai fokus dengan DP yang rendah misalnya Rp10 juta. Kita coba mitigasi hal-hal seperti itu, karena DP rendah, segmen rendah, risiko tinggi,” pungkas dia.

Untuk menjaga kualitas customer, kata Harjanto, pihaknya telah mengantisipasi kemungkinan pergeseran customer ke pembiayaan dengan DP rendah. “Saat ini segmen dengan DP rendah dan bunga rendah di kita porsinya 20%. Kita akan naikan jadi 30%. DP rendah tetapi sesuai ketentuan OJK. Kalau bunga rendah itu sekitar 3,98%,” jelas Harjanto.

Swiching Customer

Terkait pergeseran segmen customer, Deputi Direktur Operasional PT Mandiri Tunas Finance, Albertus Henditrianto mengatakan pihaknya telah melakukan swiching sejak tiga bulan lalu yakni dari segmen komersial ke passenger. Ini sebagai langkah antisipasi dari penurunan harga komoditas. Akibatnya segmen komersial di industri mengalami penurunan hingga 30%.

  • Baca juga: Laba Tunas Grup Melesat 100% di Kuartal III 2022

“Jadi kita swiching dari komersial ke passenger. Kita punya KPM Mandiri, itu yang kita tawarkan untuk genjot passenger dan COP (car ownership program). Saat ini segmen passenger kita sudah 65%, 5% mobil bekas dan motor, dan sisanya 30% komersial. Sebelumnya porsi komersial 55% dan pasenger 45%,” ungkap Hendi.

Dia menambahkan, untuk mendukung pertumbuhan segmen passenger dan COP, pihaknya menggalang sinergi dengan BUMN seperti Kantor POS, PLN, Kereta Api, Telkom, dan Pegadaian. “Customer BUMN itu bagus-bagus, tetapi selama ini tercecer. Kita kumpulkan, kita tawarkan untuk pembiayaan COP dan untuk operasional dan logistik,” kata Hendi.

Ditambahkan Harjanto, selain melakukan swiching segmen pembiayaan, pihaknya juga meng-create market. Antara lain melakukan edukasi ke customer yang biasanya membeli secara tunai untuk beralih ke pembiayaan MTF. “Kita minta tiddak usah beli tunai, nanti kredit saja di MTF, bayar cukup 50%, kemudian sisanya cicil selama 6 bulan dengan bunga 0%. Ini sudah mulai berjalan. Dan memang pemain di program ini belum banyak,” tukas Harjanto.

Obligasi

Untuk menduduk berbagai strategi MTF, selain dukungan pembiayaan joint venture dari Bank Mandiri yang saat ini mencapai 70%-80% dari total pendanaan, MTF tetap mencari sumber dana lain melalaui penerbitan obligasi dan land banking lainnya.

Menurut rencana, MTF Akan melakukan penawaran umum berkelanjutan (PUB) Obligasi berkelanjutan II dengan total dana yang akan dihimpun maksimal sebesar Rp 2 triliun. Penerbitan obligasi ini dilakukan secara bertahap, pada tahap pertama akan diterbitkan pada akhir tahun sebesar Rp 600 miliar dan sisanya akan diterbitkan di tahun 2016.

“Tujuan dari penerbitan obligasi ini adalah untuk menambah modal kerja pembiayaan kendaraan bermotor. Nantinya dana segar yang diperoleh dari penerbitan obligasi ini akan disalurkan kembali untuk pembiayaan kendaraan bermotor,” ungkap Ade Cahyo Nugroho Direktur Keuangan MTF.

  • Baca juga: IT & Corsec MTF Raih Dua Penghargaan ICCA Award III 2018

Dia memperkirakan lending tahun depan mencapai Rp18 triliun. Artinya, target MTF selalu di atas target market. Dia mencontohkan, tahun ini industri turun 20%, tetapi MTF bisa tumbuh 10%.

Sementara NPL MTF saat ini mencapai 1,3%, lebih rendah dari bulan sebelumnya. “Tertinggi itu setelah lebaran. Tetapi trennya terus turun. Kalau NIM 3%. Bunga jualan turun cost of fund juga turun.”

Tags: MTF
 
 
 
 
 
Previous Post

6.000 Pelajar Ikuti AMDB HUT CIMB Niaga ke-60

Next Post

Maybank Optimis Dengan Peluang Indonesia Di ASEAN

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

BNI Sabet Peringkat 4 BUMN Layanan Terbaik di Danantara Indonesia CX100 Award 2026

BNI Sabet Peringkat 4 BUMN Layanan Terbaik di Danantara Indonesia CX100 Award 2026

by Stella Gracia
16 Oktober 2026 - 21:02

BNI menyabet peringkat keempat Top 10 BUMN Layanan Terbaik di Danantara Indonesia CX100 Award 2026 berkat penguatan kanal digital wondr...

Porsi Kredit Produktif Tembus 62 Persen: Bank BPD Bali Salurkan Pembiayaan UMKM Rp14,15 Triliun

Laba Tembus Rp1 Triliun: Bank BPD Bali Pacu Kredit UMKM Rp14,43 Triliun hingga Kuartal III/2026

by Sandy Romualdus
16 Oktober 2026 - 20:36

Bank BPD Bali meraup laba Rp1 triliun dan menyalurkan kredit UMKM Rp14,43 triliun per kuartal III/2026 dengan NPL Gross terjaga...

Bicara di Forum IMF-World Bank: Wadirut Bank BSN Dorong Integrasi Pasar Syariah ASEAN

Bicara di Forum IMF-World Bank: Wadirut Bank BSN Dorong Integrasi Pasar Syariah ASEAN

by Sandy Romualdus
15 Oktober 2026 - 15:56

Wadirut Bank BSN Arga M. Nugraha menyerukan integrasi pasar keuangan syariah ASEAN guna melayani 250 juta umat Muslim di forum...

Pilar Inklusi dari Binjai Utara: Kisah Shifa Celluler Perluas Akses dan Literasi Keuangan Lansia

Lebih dari Sekadar Modal, KUR BRI Dorong Toko Grosir Fitriani Ciptakan Lapangan Kerja di Pesawaran

by Stella Gracia
15 Oktober 2026 - 11:48

Berkat pembiayaan KUR BRI, Fitriani berhasil kembangkan kios kecil di Pesawaran jadi toko grosir sembako dan buka lapangan kerja warga...

Pilar Inklusi dari Binjai Utara: Kisah Shifa Celluler Perluas Akses dan Literasi Keuangan Lansia

Pilar Inklusi dari Binjai Utara: Kisah Shifa Celluler Perluas Akses dan Literasi Keuangan Lansia

by Stella Gracia
15 Oktober 2026 - 09:49

Shifa Celluler di Binjai Utara jadi ujung tombak inklusi dan literasi keuangan BRI, layani 4.500 transaksi bulanan serta dampingi nasabah...

Porsi Kredit Produktif Tembus 62 Persen: Bank BPD Bali Salurkan Pembiayaan UMKM Rp14,15 Triliun

Apresiasi Layanan Pensiun Prima: Dirut Bank BPD Bali Nyoman Sudharma Tegaskan Komitmen Sinergi Digital

by Sandy Romualdus
14 Oktober 2026 - 20:31

Bank BPD Bali meraih predikat Terbaik II Mitra Kerja Pembayaran Pensiun dari PT Taspen dan Ditjen Perbendaharaan atas layanan prima...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK dan Bappebti Perkuat Sinergi dalam Pengawasan Derivatif Keuangan Berbasis Efek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LinkUMKM Tembus 14 Juta User, BRI Dorong Kerajinan Ramah Lingkungan Go International

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Nakhoda Baru Askrindo: Mahelan Prabantarikso Gantikan M. Fankar Umran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pacu Belanja Turis Asing ke Daerah, Garuda Indonesia Luncurkan Skema Multi-Destinasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Tak Serta-merta Otomatis, LPS Siapkan Syarat Kesehatan bagi Peserta Penjaminan Polis

BNI Sabet Peringkat 4 BUMN Layanan Terbaik di Danantara Indonesia CX100 Award 2026

Laba Tembus Rp1 Triliun: Bank BPD Bali Pacu Kredit UMKM Rp14,43 Triliun hingga Kuartal III/2026

Minta Pasar Tak Panik Sikapi Wacana MSCI, Peluang Bursa RI Turun Kelas Sangat Mustahil

Bongkar Manipulasi Saham dan Penjatahan Semu: OJK Denda DSSA, BREN, dan CUAN Total Rp2,1 Triliun

Filosofi Bahtera di Atas Laut, Pemprov DKI Resmikan Masjid Apung An-Nur di Pantai Ancol

Ancaman Eksodus Dana Asing: Simak Pemicu Usulan Reklasifikasi Standalone Market oleh MSCI

Tekanan Ganda Pasar Finansial: BI Gelontorkan Intervensi Hadapi Sentimen Risk-Off dan Isu MSCI

Tersengat Wacana MSCI dan Inflasi AS: IHSG Kena Trading Halt di Awal Sesi I

STABILITAS CHANNEL

 
 
Next Post
Maybank Optimis Dengan Peluang Indonesia Di ASEAN

Maybank Optimis Dengan Peluang Indonesia Di ASEAN

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance