JAKARTA, Stabilitas – PT Lippo Karawaci Tbk sukses meraih Indonesia Best Issuer Award (IBIA) 2019 untuk sektor Properti, Real Estate Dan Konstruksi Bangunan. Dalam gelaran yang diinisiasi oleh ThinknovateComm itu, emiten berkode LPKR itu menang untuk kategori perusahaan dengan aset antara Rp20-50 triliun.
“Kami selalu berupaya maksimal untuk memberikan yang terbaik bagi shareholder. Kami bangga dan merasa bahagia ketika dianugerahi penghargaan ini,” ujar PR & External Relations Director PT Lippo Karawaci Tbk, Danang Kemayan Jati, di Jakarta, Jumat (30/8).
LPCK sendiri merupakan salah satu dari 59 emiten yang memenangi gelar IBIA 2019. Gelaran tersebut merupakan apresiasi atas emiten terbaik berdasarkan sembilan kelompok sektor yang didasarkan pada klasifikasi industri.
Hadir dalam acara tersebut Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia Inarno Jayadi dan mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Purnomo Yusgiantoro.
“Kami mengapresiasi acara IBIA 2019 ini. Acara yang cukup unik, karena penilaiannya berdasarkan EBITDA (Earning Before Income, Taxes, Depreciation & Amortization) dan pertumbuhan EBITDA, kapitalisasi pasar dan juga likuiditas saham. Semoga ini dapat memacu emiten untuk terus meningkatkan kinerjanya, dan pada akhirnya dapat memajukan industri pasar modal dan perekonomian nasional,” ujar Inarno.
Sementara itu, Menkominfo Rudiantara menyatakan bahwa saat ini rasio antara market capital dengan pendapatan domestic bruto Indonesia masih sekitar 50 persen. Rasio itu dinilainya tergolong sangat kecil dibanding negara tetangga yang bisa mencapai lebih dari 100 persen. Kondisi itu menunjukkan bahwa masih ada ruang yang cukup besar untuk dapat mengembangkan pasar modal di Indonesia.
Meski demikian, sambung Rudiantara, perlu invovasi dari regulator untuk mendorong hal tersebut. “Bursa efek di Indonesia saat ini masih identik dengan perusahaan-perusahaan berbasis aset. Padahal di era digital, ada beberapa perusahaan yang berpotensi besar namun tidak memiliki aset besar, seperti Gojek, Tokopedia, Traveloka dan Bukalapak,” tutur Rudiantara.

















