• Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
Senin, Oktober 26, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
 
Home Ekonomi

Jadi Negara Mitra di Hannover Messe 2020, RI Pamer Kemampuan Industri 4.0

by Stella Gracia
8 Oktober 2019 - 00:00
10
VIEWS
Jadi Negara Mitra di Hannover Messe 2020, RI Pamer Kemampuan Industri 4.0
0
SHARES
10
VIEWS

JAKARTA, Stabilitas–Indonesia terus berjuang untuk menjadi pemimpin ekonomi digital di Asia Tenggara pada tahun 2020. Target itu diperkuat seiring telah diluncurkannya peta jalan Making Indonesia 4.0, yang didedikasikan untuk modernisasi sektor manufaktur melalui pemanfaatan teknologi industri 4.0.

Hannover Messe 2020 juga merupakan salah satu upaya Indonesia untuk memperkenalkan peta jalan Making Indonesia 4.0 yang sudah dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo.

  • Baca juga: Di Rakornas TPAKD 2026, Presiden Prabowo Janji Siapkan Pembiayaan Rakyat Rp400 Triliun

“Saat ini, ekonomi Indonesia yang terbesar di ASEAN, dan pada tahun 2030 ditargetkan bisa naik ke peringkat 10 besar ekonomi dunia. Ini merupakan aspirasi besar yang ada dalam Making Indonesia 4.0,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto di Jakarta.

BERITA TERKAIT

No Content Available

Berdasarkan peta jalan tersebut, pada tahap awal implementasi industri 4.0, Indonesia akan lebih fokus mengembangkan lima sektor manufaktur andalannya, yakni industri makanan dan minuman, tekstil dan pakaian, otomotif, kimia, serta elektronika. Kelima sektor itu yang dipilih karena mampu memberikan kontribusi hingga 60 persen terhadap PDB nasional, nilai ekspor, dan penyerapan tenaga kerja.

“Sektor-sektor tersebut yang akan menjadi prioritas pengembangan ke depannya. Dalam implementasi strateginya, perlu melibatkan stakeholders terkait meliputi pemerintah, asosiasi industri, perusahaan swasta, perguruan tinggi, dan investor,” papar Menperin.

Penerapan industri 4.0 dinilai memberikan efek ganda bagi Indonesia melalui peningkatan pertumbuhan ekonomi sebesar 1-2 persen dari baseline 5 persen, peningkatan kontribusi sektor manufaktur terhadap PDB nasional hingga 25 persen, peningkatan ekspor bersih hingga 10 persen, serta peningkatan biaya penelitian dan pengembangan sekitar 2 persen dari PDB.

Adapun teknologi yang sedang berkembang seiring bergulirnya industri 4.0, antara lain berupa artificial intelligence (AI), advanced robotic, internet of things (IoT), 3D Printing, dan Augmented Reality/Virtual Reality (AR/VR). “Teknologi ini dinilai dapat meningkatkan produktivitas dan kualitas bagi sektor industri secara lebih efisien. Sehingga sektor industri akan terus berkontribusi besar pada ekonomi,” imbuhnya.

Pada triwulan II tahun 2019, sektor industri masih memberikan kontribusi paling besar terhadap struktur produk domestik bruto (PDB) nasional dengan capaian 19,52 persen (y-on-y). “Dari capaian yang mendekati 20 persen tersebut, Indonesia hampir sejajar dengan Jerman,” ujar Menperin.

Oleh karenanya, dengan terpilihya Indonesia sebagai The Official Partner Country pada Hannover Messe 2020, menjadi momentum yang tepat untuk menunjukkan kemampuan industri manufaktur nasional di mata dunia dalam bertransformasi menuju industri 4.0.

  • Baca juga: Manufaktur Tetap Ekspansif, PMI-BI Kuartal III/2026 Naik ke Level 52,28 Persen

“Indonesia akan menempati panggung utama pameran terbesar dunia untuk teknologi industri tersebut. Kegiatannya akan berlangsung pada 20-24 April 2020 di Hannover Messe, Jerman,” ungkap Airlangga. Hannover Messe 2020 juga merupakan salah satu upaya Indonesia untuk memperkenalkan peta jalan Making Indonesia 4.0 yang sudah dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo. Selain itu, mendorong peningkatan investasi sektor industri manufaktur dan pengembangan infrastruktur digital di Indonesia.

Chairman Managing Board Deutsche Messe, Dr. Jochen Köckler menyampaikan, sebagai partner country di Hannover Messe, Indonesia tidak hanya memperkuat hubungan ekonominya dengan Jerman, tetapi juga menunjukkan dirinya dalam event penting dunia tersebut.

Pada kesempatan yang sama, Duta Besar Republik Federasi Jerman untuk Indonesia Peter Schoof menyebutkan ada empat alasan Indonesia tepat dipilih sebagai mitra resmi pada perhelatan Hannover Messe 2020. Pertama, hubungan Indonesia dan Jerman selama beberapa dekade terkahir terus terjalin baik dan kuat, khususnya dalam bidang kerja sama ekonomi.

“Banyak perusahaan Jerman yang sudah lama ada di Indonesia. Kami terus mendukung negara ini untuk tumbuh dan berkembang, dan kami juga sudah banyak mendapatkan manfaat dari inspirasi yang ada di Indonesia,” tuturnya.

Alasan kedua adalah potensi Indonesia yang luar biasa. Hal ini terlihat dari hasil penelitian McKinsey, yang memposisikan ekonomi Indonesia saat ini berada di peringkat ke-16 dunia. Bahkan, diproyeksi bisa menembus hingga peringkat ke-7 pada tahun 2050.

“Indonesia punya sumber daya alam dan sumber daya manusia (SDM) yang sangat besar, serta didukung dengan infrastruktur yang lengkap. Ini menjadi peluang bagi Indonesia,” ujarnya.

Alasan ketiga, yakni Pemerintah Indonesia sudah tepat memilih program prioritas pembangunan ke depannya adalah pengembangan kualitas SDM. “Sebab, pembangunan SDM adalah salah satu syarat yang paling penting bagi Indonesia untuk terlibat dalam rantai pasok global yang tentunya akan dapat meningkatkan nilai tambah dan inovasi,” imbuhnya.

Kemudian, alasan terakhir karena Indonesia adalah negara demokratis, dan Jerman mendukung negara yang ingin menjalin kerja sama secara multilateral. “Tahun ini kami melihat demokrasi yang dijalankan oleh Indonesia. Indonesia tidak hanya bersaing di tingkat ASEAN, tetapi juga kancah global,” tandasnya.

  • Baca juga: Sambut Libur Akhir Tahun, BI Proyeksikan SBT Kegiatan Usaha Kuartal IV/2026 Tumbuh 10,77 Persen

Volume perdagangan antara Jerman dan Indonesia berjumlah lebih dari USD 6 miliar pada 2017. Ekspor Jerman ke Indonesia sebagian besar terdiri dari mesin, produk kimia, teknologi pengukur dan kontrol, teknik elektro, elektronik, kendaraan dan bagian kendaraan.

Sementara itu, Indonesia mengekspor produk tekstil, sepatu, elektronik, makanan dan bahan baku ke Jerman. Saat ini lebih dari 250 perusahaan Jerman menjalankan bisnis di Indonesia, di antaranya Festo, Robert Bosch, SAP, TÜV NORD, Siemens, MAN, ThyssenKrupp, BASF, Bayer, Daimler dan BMW.

Tags: #Kementerian Perindustrian, #Hannover Messe 2020, #industri 4.0
 
 
 
 
 
Previous Post

Presiden Angkat Dewan Komisioner LPS yang Baru

Next Post

Mendag Dukung Sinergi ANRPC Kembangkan Industri Karet Berkelanjutan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Di Rakornas TPAKD 2026, Presiden Prabowo Janji Siapkan Pembiayaan Rakyat Rp400 Triliun

Di Rakornas TPAKD 2026, Presiden Prabowo Janji Siapkan Pembiayaan Rakyat Rp400 Triliun

by Sandy Romualdus
23 Oktober 2026 - 15:26

Presiden Prabowo Subianto menghadiri Rakornas TPAKD 2026, meresmikan DNKK, dan menyiapkan pembiayaan rakyat Rp400 triliun pada tahun mendatang Stabilitas.id - Presiden...

Kuasai 20 Persen Pangsa Pasar Perth, TransNusa Kini Terbangi Rute Melbourne–Bali

Kuasai 20 Persen Pangsa Pasar Perth, TransNusa Kini Terbangi Rute Melbourne–Bali

by Sandy Romualdus
23 Oktober 2026 - 14:46

TransNusa resmi meluncurkan rute langsung Melbourne–Bali empat kali sepekan, membuka konektivitas jaringan Beyond Bali ke 11 destinasi dan hub Asia....

Dominasi Mesin Pencari Tergerus, Pengguna GenAI Global Melonjak 57,2 Persen

Manufaktur Tetap Ekspansif, PMI-BI Kuartal III/2026 Naik ke Level 52,28 Persen

by Stella Gracia
22 Oktober 2026 - 09:15

Bank Indonesia mencatat PMI-BI kuartal III 2026 naik ke level 52,28 persen dan diproyeksikan menguat ke 52,37 persen pada kuartal...

Dominasi Mesin Pencari Tergerus, Pengguna GenAI Global Melonjak 57,2 Persen

Sambut Libur Akhir Tahun, BI Proyeksikan SBT Kegiatan Usaha Kuartal IV/2026 Tumbuh 10,77 Persen

by Stella Gracia
22 Oktober 2026 - 09:10

Hasil SKDU Bank Indonesia menunjukkan kegiatan dunia usaha kuartal III 2026 terjaga dengan SBT 11,46 persen dan kapasitas produksi 73,75...

Dominasi Mesin Pencari Tergerus, Pengguna GenAI Global Melonjak 57,2 Persen

Jaring Talenta Vokasi Global, Kemnaker Gelar InaSkills 2026 Berstandar Internasional

by Stella Gracia
22 Oktober 2026 - 09:09

Kemnaker menggelar InaSkills 2026 pada 26–31 Oktober untuk menjaring talenta vokasi berstandar internasional menuju WorldSkills. Stabilitas.id - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) akan...

Soroti AI hingga Green Transformation, Pameran INCHEM TOKYO 2027 Gandeng Industri Global

Soroti AI hingga Green Transformation, Pameran INCHEM TOKYO 2027 Gandeng Industri Global

by Stella Gracia
22 Oktober 2026 - 09:08

Pameran kimia terbesar di Jepang INCHEM TOKYO 2027 resmi membuka pendaftaran eksibitor global guna memperluas adopsi AI, GX, dan kemitraan...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK dan Bappebti Perkuat Sinergi dalam Pengawasan Derivatif Keuangan Berbasis Efek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LinkUMKM Tembus 14 Juta User, BRI Dorong Kerajinan Ramah Lingkungan Go International

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pacu Belanja Turis Asing ke Daerah, Garuda Indonesia Luncurkan Skema Multi-Destinasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Nakhoda Baru Askrindo: Mahelan Prabantarikso Gantikan M. Fankar Umran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Himpun Dana Lebih dari Rp5 Miliar di FinFest 2026, OJK Apresiasi Bank Jakarta Dorong Inklusi Keuangan

Jakarta Financial Festival 2026: Bank Jakarta Dinobatkan Jadi PUJK Literasi Keuangan Teraktif

Kredit Tembus Rp1.605 Triliun, Laba Bersih Bank Mandiri Melesat 20,7 Persen di Kuartal III/2026

Transformasi Digital dan Perang Talenta: Strategi BTN Merebut Takhta Bank Konsumer Terbesar

Sikapi Dinamika Bursa, BNI Pacu Aksi Buyback Terukur Berlandaskan Aset Rp1.434 Triliun

Di Rakornas TPAKD 2026, Presiden Prabowo Janji Siapkan Pembiayaan Rakyat Rp400 Triliun

OJK Tegaskan Sanksi Denda Rp2,1 Triliun Bukan Akhir, Buka Peluang Jerat Pidana Pasar Modal

Redam Volatilitas Pasar, BRI Siapkan Buyback Saham Tahap II Senilai Rp1 Triliun

Perkuat Diplomasi Ekonomi, BRI Dorong Korporasi dan UMKM Lokal Masuk Rantai Pasok Global

STABILITAS CHANNEL

 
 
Next Post
Melantai Perdana, Saham PURE Ramai Diburu Investor

Melantai Perdana, Saham PURE Ramai Diburu Investor

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance