• Redaksi
  • Iklan
  • Majalah Digital
  • Kontak Kami
Rabu, Mei 20, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Bank Indonesia Luncurkan Kalkulator Hijau, Dorong Pengurangan Emisi Nasional

oleh Stella Gracia
2 Oktober 2024 - 12:19
12
Dilihat
Bank Indonesia Luncurkan Kalkulator Hijau, Dorong Pengurangan Emisi Nasional
0
Bagikan
12
Dilihat

JAKARTA, Stabilitas.id – Bank Indonesia (BI) luncurkan kalkulator hijau untuk menghitung emisi Gas Rumah Kaca (GRK) yang dapat digunakan oleh pelaku ekonomi secara gratis, melalui Smartphone.

Hal tersebut diungkapkan oleh Deputi Gubernur Bank Indonesia, Juda Agung, dalam keterangan resminya di Gedung Bank Indonesia, pada Rabu (2/10/24).

“Ini upaya kita untuk memfasilitasi industri baik itu korporasi non keuangan maupun industri keuangan dalam menghitung seberapa hijaunya aktivitas ekonomi mereka. Jadi setiap aktivitas ekonomi itu memiliki emisi dan itu bisa dihitung bagaimana penggunaan listrik, bahan bakar, itu emisinya ada,” ungkap Juda Agung.

BERITA TERKAIT

SBN Internasional Laris, ULN Pemerintah Kuartal I/2026 Tumbuh Melambat 3,8%

Kredit Mobil Listrik Melejit 70%, BI Siapkan Insentif GWM 1% untuk Bank Pelopor Hijau

Rasio Uang Palsu Turun Jadi 4 Lembar per Sejuta, BI Musnahkan 466.535 Lembar Rupiah Tiruan

Inflasi April Terkendali 2,42%, BI Beberkan Strategi 4K Lewat Peluncuran GPIPS 2026

Kehadiran kalkulator hijau akan memberikan kemudahan bagi perusahaan dalam memenuhi laporan keberlanjutan (disclosure) yang menjadi syarat regulator dan global, untuk membuka akses bagi para investir pendanaan hijau.

“Kalkulator hijau menggunakan angka faktor emisi nasional yang sudah disetujui oleh kementerian/lembaga terkait sehingga dapat menyediakan hasil penghitungan yang akurat sesuai dengan karakteristik Indonesia. Kalkulator hijau menyediakan standar pengukuran emisi karbon yang sama secara nasional,” jelas Juda Agung.

Kalkulator hijau tersedia dalam platform IOS dan Android versi mobile phone dan tablet PC. Panduan penggunaan dapat dilihat di kalkulator hijau dan kertas kerja kalkulator hijau di website BI.

Dalam kesempatan tersebut, Deputi Kemenko Marves Bidang Koordinasi Pengelolaan Lingkungan dan Kehutanan, Nani Hendiarti mengatakan, aplikasi tersebut merupakan karya anak bangsa, yang akan terus dikembangkan bertahap agar bisa mencakup seluruh aktivitas penghasil emisi.

“Produk ini adalah produk anak bangsa, jadi kita tidak membeli produk, kita membuat produk. Sangat terbuka untuk pengembangannya ke versi-versi berikutnya yang lebih maju lagi,” ungkap Nani.

Saat ini ruang lingkup kalkulator hijau yang sudah tersedia meliputi sumber penambah emisi, sumber pengurang dan aktivitas penghindaran emisi yang mengacu pada SNI ISO 14064-1:2018.

Sumber penambah emisi terdiri dari:

  • Scope 1.a : Emisi dari mesin bakar tidak bergerak seperti genset, pemanas air, kompor.
  • Scope 1.b : Emisi dari mesin bakar bergerak seperti mobil, motor, dan kendaraan lainnya.
  • Scope 2 : Emisi dari pemakaian listrik yang berasal dari Perusahaan Listrik Negara (PLN).

Sumber pengurang dan aktivitas penghindaran emisi terdiri dari:

  • Penggunaan Pembangkit Listrik tenaga Matahari (PLTS), Air (PLTA) atau Bayu/Angin (PLTB).
  • Penggunaan Kendaraan Listrik.
  • Carbon Offset dengan Sertifikat Pengurangan Emisi (SPE) yang diperoleh dari Perdagangan Karbon, Instrumen Keuangan Hijau (antara lain obligasi hijau) yang memiliki SPE atau aktivitas pengurangan karbon mandiri yang memperoleh SPE.

Dalam kesempatan yang sama, juga diluncurkan buku Kajian Stabilitas Keuangan (KSK) No. 43, yang diluncurkan setiap semester.***

Tags: Bank IndonesiaInvestasi HijauKalkulator HijauPendanaan HijauPengurangan Emisi
 
 
 
 
Sebelumnya

Pisang Sale Mades Makin Berkembang lewat Pemberdayaan BRI

Selanjutnya

Dukung Keberlanjutan, CIMB Niaga Gelar  The Cooler Earth Sustainability Series 2024

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Pasar Properti On The Track, Penjualan Rumah Second Jadi Penopang Utama

Pasar Properti On The Track, Penjualan Rumah Second Jadi Penopang Utama

oleh Sandy Romualdus
19 Mei 2026 - 17:28

Stabilitas.id - Pasar properti pada tahun ini diproyeksikan akan tetap on the right track sejalan dengan akan adanya lonjakan pada...

Survei BI: Kenaikan Harga Bahan Baku Bakal Dongkrak Inflasi Ritel Per Juni 2026

SBN Internasional Laris, ULN Pemerintah Kuartal I/2026 Tumbuh Melambat 3,8%

oleh Stella Gracia
19 Mei 2026 - 10:58

Stabilitas.id — Bank Indonesia (BI) melaporkan posisi Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada triwulan I/2026 tercatat sebesar US$433,4 miliar. Posisi...

Survei BI: Kenaikan Harga Bahan Baku Bakal Dongkrak Inflasi Ritel Per Juni 2026

Kredit Mobil Listrik Melejit 70%, BI Siapkan Insentif GWM 1% untuk Bank Pelopor Hijau

oleh Stella Gracia
19 Mei 2026 - 10:58

Stabilitas.id — Otoritas moneter dan fiskal memperkuat fondasi arsitektur keuangan berkelanjutan (sustainable finance) tanah air demi memitigasi dampak risiko perubahan...

Survei BI: Kenaikan Harga Bahan Baku Bakal Dongkrak Inflasi Ritel Per Juni 2026

Rasio Uang Palsu Turun Jadi 4 Lembar per Sejuta, BI Musnahkan 466.535 Lembar Rupiah Tiruan

oleh Stella Gracia
19 Mei 2026 - 10:58

Stabilitas.id — Bank Indonesia (BI) bersama Badan Koordinasi Pemberantasan Rupiah Palsu (Botasupal) memusnahkan sebanyak 466.535 lembar uang Rupiah palsu di...

Inflasi April Terkendali 2,42%, BI Beberkan Strategi 4K Lewat Peluncuran GPIPS 2026

Inflasi April Terkendali 2,42%, BI Beberkan Strategi 4K Lewat Peluncuran GPIPS 2026

oleh Stella Gracia
19 Mei 2026 - 10:57

Stabilitas.id — Bank Indonesia (BI) bersama Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah memperketat sinergi pengendalian inflasi dengan resmi meluncurkan Gerakan Pengendalian...

Survei BI: Kenaikan Harga Bahan Baku Bakal Dongkrak Inflasi Ritel Per Juni 2026

Survei BI: Kenaikan Harga Bahan Baku Bakal Dongkrak Inflasi Ritel Per Juni 2026

oleh Stella Gracia
19 Mei 2026 - 10:56

Stabilitas.id — Bank Indonesia (BI) memprakirakan indeks penjualan eceran atau ritel nasional tetap berada dalam zona ekspansif pada periode April...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Romy Wijayanto Resmi Terpilih Jadi Direktur Utama Bankaltimtara 2026-2030

    Romy Wijayanto Resmi Terpilih Jadi Direktur Utama Bankaltimtara 2026-2030

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • RUPS Lippo Karawaci: Indra Yuwana Jabat Presiden Direktur, Bamsoet Masuk Jajaran Komisaris

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Manajemen Kinerja Kualitatif vs Kuantitatif

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • RUPST Bank Jateng Angkat Bambang Widiyatmoko Jadi Dirut, Adnas Jabat Komut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pasar Properti On The Track, Penjualan Rumah Second Jadi Penopang Utama

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dari AO Jadi Dirut, Kindaris Resmi Pimpin PNM Gantikan Arief Mulyadi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Resmi Berlaku! PMK 23/2026: Aturan Baru Penagihan hingga Pelunasan Piutang Negara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Genjot Inklusi Keuangan Pelajar, Bank Jakarta Kelola Dana Simpanan Rp1,81 Triliun

Pasar Properti On The Track, Penjualan Rumah Second Jadi Penopang Utama

Bank Mandiri Kukuhkan Peran di Ekonomi Kerakyatan, Realisasi KUR Tembus Rp14,54 Triliun hingga April 2026

SBN Internasional Laris, ULN Pemerintah Kuartal I/2026 Tumbuh Melambat 3,8%

Kredit Mobil Listrik Melejit 70%, BI Siapkan Insentif GWM 1% untuk Bank Pelopor Hijau

Rasio Uang Palsu Turun Jadi 4 Lembar per Sejuta, BI Musnahkan 466.535 Lembar Rupiah Tiruan

Inflasi April Terkendali 2,42%, BI Beberkan Strategi 4K Lewat Peluncuran GPIPS 2026

Survei BI: Kenaikan Harga Bahan Baku Bakal Dongkrak Inflasi Ritel Per Juni 2026

Siasat Garap Financial Goals 2026 Lewat Diversifikasi Lintas Negara dan Mata Uang

STABILITAS CHANNEL

Selanjutnya
Dukung Keberlanjutan, CIMB Niaga Gelar  The Cooler Earth Sustainability Series 2024

Dukung Keberlanjutan, CIMB Niaga Gelar  The Cooler Earth Sustainability Series 2024

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance